"ia punya mata yang cantik" ucap prakash
arjuna setuju dengan apa yang dikatakan prakash, tetapi ia hanya diam saja.
luka arjuna yang sebelumnya belum juga kunjung sembuh.. dan ia harus menerima kenyataan yang pahit ini.
hanya tersisa mereka ber2 di makam mika. tetapi sesaat kemudian prakash ada urusan mendadak di kampus nya, ia segera berpamitan ke arjuna.
kini hanya tersisa arjuna di makam adiknya. ia menangis, ia mengeluarkan seluruh rasa sakit yang ia tahan selama ini. dada nya sesak, tetapi ia tak memperdulikan nya. ia menangis, terus menangis tiada habisnya.
yang dikatakan prakash adalah bohong. ia melihat arjuna seperti melihat dirinya sendiri saat di makam kakeknya, ia tak kuasa menahan air matanya sehingga ia pamit. ia segera ke rumahnya, membiarkan ayahnya terus memarahi nya. tetapi ia masa bodo dan masuk ke kamarnya dan mengucinya.
"PRAKASH!! PRAKASH!!!" ayahnya berteriak dari luar
prakash segera menyetel musik dari galeri hpnya. ya.. lagu yang dibuat oleh kakeknya khusus untuk prakash.
prakash menangis tapi tak bersuara sedikit pun, sakit rasanya ia menahan luka yang sangat dalam ini.
"janganlah menangis sayangku.. ku kan selalu berada disampingmu.." prakash mulai menyanyi pelan sambil menangis.
sementara kalingga?? ya, ia belajar. tetapi kali ini ia tak bisa fokus sama sekali. sebuah air mata jatuh ke bukunya, kalingga kaget.
"loh?" ia segera memegang pipinya yang basah. ia segera menaruh pulpen yang ia mainkan sedari tadi. kalingga dengan cepat menghapus semua air matanya dan kembali belajar. kalingga berusaha keras untuk belajar tetapi ia tak bisa fokus yang ia ingat hanyalah mika yang tertembak di depannya dan segala memori masa kecilnya yang kelam.
"sialan, kenapa inget lagi."
kalingga berusaha menguatkan dirinya, sayangnya gagal. ia jatuh dalam kesedihan yang mendalam hingga bukunya basah.
kai?? kai memberanikam dirinya untuk ke rumah prakash.
ting tong.. ting tong..
tak ada respon? kai lngsung masuk ke dalam. sepi.. tak ada orang. ia melihat kamar prakash dan mencoba membukanya, tapi gagal.
"ayolah"
prakash menyadari ada seseorang yang mencoba membuka kamarnya.
"prakash lagi gamau bicara sama ayah."
"kashh, ini kaii!!"
prakash menyadari suara itu dan membuka pintunya. kai kaget melihat prakash.
"wow.."
"sudah masuklah."
kai melihat kamar prakash dan langsung menyukai nya. tetapi ia menyadari bahwa prakash habis menangis.
"ada apa?"
prakash diam.
"kakek."
senyum kai seketika luntur.
"kash.."
prakash menatap kai, dan mulai menangis lebih kencang di pundak kai.
"k-kai.." rasanya mulut prakash sangat berat untuk mengucap sepatah kata
"menangislah hingga puas... berteriak lah sekencang kencangnya, tak ada seorang yang mendengarmu." ucap kai
theo pergi ke tempat yang sudah terbengkalai. ya, rumahnya.. ia duduk di depan rumahnya itu yang sudah dipenuhi tumbuhan.
"bu, dunia rasanya memberikan banyak sekali luka. luka yang dalam sekali hingga tak kunjung sembuh sampai sekarang."
"andai ibu disini, aku ingin menangis sekencang kencangnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
5 Insan - TAMAT
Fanfictiontentang arjuna, kalingga, prakash, theo, dan kai. 5 insan dengan latar belakang cukup kelam yang dipertemukan bersama. - ignore typos! tags ; #14 choiyeonjun / 26 Feb 2023
