Jimin kena julid

361 48 5
                                    

"Kiw cewek" panggil Jimin kepada seorang gadis yang sedang berjalan di depan gerbang sekolahnya.

Gadis itu tersenyum manis lalu berlari menjauh, berusaha menghindar dari godaan manusia bantet yang sialnya tampan.

"Ganteng sih tapi kok godain cewek di depan gerbang" julid seorang gadis lain sambil melewati Jimin yang berdiri di depan gerbang dengan senyum Pepsodent.

Jimin menoleh horor, bisa-bisanya dia di julidin orang, biasanya juga dia yang suka julid. Sungguh sangat tidak estetik pikirnya.

"Ngapa Lo?! Ngajak ribut?!" Sewot Jimin tidak terima menggulung lengan seragam sekolah nya, seolah bersiap meninju gadis tomboy yang mengejek dirinya.

"Dih. Cowok beraninya sama cewek. LAKIK bukan?"

"Wah ngelunjak ya Lo?!"

"B aja sih" ucap gadis itu lalu melipat kedua tangannya seolah-olah mengejek Jimin.

"Nama Lo siapa sih?, Ngajak ribut bener" sengit Jimin.

"Kamu nanyeak? Kamu bertanya-tanya?"

Mengelus dada, Jimin mencoba sabar saat menghadapi setan yang berkedok gadis ini.

"Untung Lo cewek"

"Untung Lo cowok, kalau gak udah gue Jambak!" Sarkas gadis itu menunjuk tangannya yang mengepal.

"Maju sini Lo kalau berani anjir!" Jimin melangkah lebih dekat untuk menjangkau gadis itu.

Tiba-tiba datanglah seorang cowok yang Jimin duga adalah pacar gadis tersebut.

"Udah Jin, udah" lerai pacar Seojin, sambil menggandeng tangan gadisnya.

"Lagian ni cowok ngajak ribut tau!" Marahnya menunjuk-nunjuk Jimin yang terdiam kaku.

"Iya udah, ngalah aja Jin"

Dengan tangan bergetar Jimin berusaha melambaikan tangannya kepada cowok yang diduga pacar Seojin.

"Hai bang Jeno" cengirnya.

"Eh? Jimin to?" Tanya Jeno, dengan senyumannya.

Mengangguk kikuk, dengan cepat Jimin berlari dari sana sambil memeletkan lidahnya mengejek Seojin.

"Jimin asu!"

"SEOJIN UDAH YA TUHAN!"

"HHAHAHAHA" tawa seorang bocil yang sedang melewati dua orang yang sedang berdiri di depan gerbang.

"Apa Lo cil?" Ngegas Seojin memelototi bocil tersebut.

"Lucu, kaya reog"

"Komplotan nya Jimin pasti" julid Seojin memandang bocil kematian yang sialnya menggemaskan.

"Kamu nanyeak? Kamu bertanya-tanya?" Ucap bocil tersebut sambil menunjukan giginya yang ompong di depan.

"Anjir ompong! HAHAHAHA" tawa Seojin menggelegar.

Dengan tiba-tiba bocil itu terdiam dan matanya berkaca-kaca, sungguh menjengkelkan kakak kakak SMA yang ditemuinya hari ini, dumel bocil tersebut dalam hati.

"HUWAAA MAMI AKU DIKATAIN OMPONG" tangisnya pecah memanggil-manggil Mami nya.

"Kayak monyet ih!"

"HUWAAAAAA!!"

"JIMIN KOMPLOTAN LO ANJIR NANGIS INI!"

"mboh sekarep e sampeyan wae lah" lirih Jeno lelah.








Tbc...

Author paling ngaret😭☝️

"Author ultah woyy, ga ada yang mau ngucapin" Jungkook si dedek gemes

Si Kembar Tiga (New Version)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang