Danau

27 3 0
                                        

Jam istirahat pertama setelah ulangan harian bahasa Indonesia. Jingga dan para circle nya nongkrong di depan kelas dan membahas hal yang random. Seperti Jingga yang selalu tidak jelas kepada semua temannya, ia selalu saja memanggil nama teman-temannya satu persatu, ketika temannya sudah menyaut maka ia akan mengatakan "ngga ada, gapapa"

"IH APAAN SI JINGGA, SEMPIT KAMBING". Aurora yang sedang duduk di atas bangku panjang didepan koridor kelas, terhimpit oleh Jingga. Padahal masih banyak tempat yang kosong, tapi anehnya dia malah memilih untuk duduk di tempat yang sudah tidak bisa diduduki.

"Jingga kebiasaan a*jir, selalu memaksakan kehendak". Alea hidalgo, atau biasa di panggil Al. Perempuan yang memiliki kekurangan di dirinya, tapi juga memiliki kelebihan yang membuat perpaduan begitu sempurna dalam dirinya. Salah satu teman Jingga sedari orok. Mereka pernah sekolah di SD yang sama, tapi karena orang tua Alea memutuskan untuk pindah ke kampung halamannya, mereka berdua pun terpisah ketika SMP.

Jingga yang tidak memperdulikan perkataan mereka berdua hanya mengejek dengan memanyunkan bibirnya lalu menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.

Dari ujung koridor terlihat seorang anak laki-laki yang sedang membawa berkas laporan, dan memakai almet hitam bergaris merah terlihat begitu sibuk. Al Gazali Ramdhan, ketua OSIS yang pernah disukai oleh Jingga. Setiap Gazali lewat didepan kelas, teman-teman yang melihatnya langsung saja meneriaki Jingga atau meng cie cie kan dirinya. Tapi Jingga yang sudah tidak suka diperlakukan seperti itu langsung saja memutar bola matanya.

"Geweh udah ngga suka ya, jangan gitu in geweh lagi". Jingga berbicara dengan nada dramatis.

"Iya gais jangan digituin. Jingga udah ngga suka sama pak ketos. Dia sukanya sama Dan-".
(Gais: guys)

Belum selesai Salwa Ashalyna Wesley berbicara, langsung saja Jingga menutup mulut milik Salwa dengan jari telunjuk nya.
Salah satu teman Jingga yang biasa di panggil Wawa, mempunyai humor yang sama dan lawakan yang selalu saja masuk di pikirannya. Mereka berdua mendapatkan gelar Abi dan Umi karena pernah berperan menjadi satu keluarga cerama yang di karuniai satu anak yaitu Aurora.

"Diam kamu Wa, jangan sebut merek di depan umum". Jingga berbicara dengan nada misterius.

Teman-temannya yang melihat tingkah Jingga pun langsung saja menahan tawanya. Pasalnya setiap kali membahas tentang si tetangga kelas yang sedang di comblangi untuk nya. Ia langsung merona.

"Wawa jangan sebut merek dong, kasian tuh muka Jingga merah padam. Danu yak Jing?". Amiza Aprillia langsung saja menyebut nama laki-laki tersebut. Padahal Jingga sudah memasang muka lega, tapi ujung-ujungnya disebut juga.
Salah satu teman Jingga yang selalu harus terlihat feminim dan juga membahana, dengan menerapkan touch up setiap menitnya.

Jingga yang mendengar pun langsung saja menutup mukanya menggunakan kedua telapak tangannya.

"Maksud gue tuh. Ishh... Ishhhh. Lu pada ga like a*jir, ga bisa diem. Untung gada orang lain." Jingga berjalan ke kanan dan kiri menjelaskan kepada teman-temannya.

"Ohhhh kalau gitu, Danu ganti aja jadi Danau. Supaya ngga ada yang tau, kalau Danau tuh dalam kata lain Danu." Salwa mengusulkan nama samaran untuk Danu menjadi Danau supaya dirinya dkk bisa lebih gampang untuk meng comblangi Jingga.
(Dkk: dan kawan-kawan)

°°°
"Bosan banget, keluar yok." Pelajaran terakhir di pelajaran bahasa Inggris, membuat Jingga merasa bosan. Tidak. Jingga memang selalu bosan.

"Ayo, kelas panas banget hari ini." Aurora berdiri dari bangku nya dan ikut keluar.

"Ra, lu mau kemana tunggu." Chasa Valisha atau biasa di panggil Caca oleh teman temannya. Salah satu teman Jingga yang menyukai kakak kelas dari kelas 10. Sampai sekarang ia masih menyukainya, tapi belum di notice sampai sekarang.
/Author tertawa dalam jiwa:v

"Zee jajan yuk, laper gue." Audrey yaza salsabila atau di panggil Salsa, teman Jingga yang sedikit tomboy tapi juga memiliki hati hello kitty. Ia pernah ditinggali oleh mantannya karena alasan dirinya terlalu sempurna.
/Cowok modelan kayak gitu awikawok bet:v

"Oh iya, ayok sal. Mau jajan dimana?."
Kimina rain nazeera, atau di panggil Zee. Salah satu teman Jingga yang lemah lembut nan kalem, dan polos. Sesungguhnya ia salah masuk circle:v

"Di Mesir sana Zee." Salsa menjawab asal.

"Lah, jauh amat Sal. Kalau gitu harus beres-beres dulu dong." Zee menjawab dengan serius.

"Alahh Zee cantikaa, jajannya di depan gerbang sono. Haduh malah di anggap serius beliau." Salsa berjalan duluan meninggalkan Zee yang sedang loading di belakang.

Beberapa menit pelajaran bahasa Inggris telah usai. Istirahat jam ke tiga, Jingga yang mulai bosan berada di luar akhirnya masuk ke kelas bersamaan dengan Aurora dan juga Chasa. Mereka bertiga memang suka berada di luar jika sedang tidak ada tugas, katanya "diluar kita bisa ketemu crush, bisa cuci mata."

"Ayo pulang woi, capek a*ying di sekolah ga ngapa-ngapain." Chasa mengeluh pelan sembari mendudukkan dirinya di bangku.

"Daripada capek ga ngapa-ngapain mending tidur, walaupun tidur juga kadang bikin capek. Permisi semua princess Aurora mau tidur."

"Gue ikutan tidur dah, udah puas lihat dia, walaupun cuma punggungnya."

Kedua bocah prik seketika tidur, sifat Jingga dan Aurora yang di anggap normal. Pasalnya keduanya selalu saja merusuh. Kalau keduanya tertidur, artinya mereka telah lowbat.

°°°
.
.
.
.
.

Siapa yang suka lihat punggung doi diam diam angkat dengkul👁️👄👁️

Trims udah baca
☘️☘️☘️

Senja untuk DanauCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang