Yuhuu balik lagi sama author nya lisya aka qilla hm_-
Jangan lupa follow+ vote🦋
Setelah lelah bercanda tawa dgn teman- temannya kini qilla sudah sampai dirumah ketika ingin menuju kamar suara seseorang menghentikannya.
" Dari mana aja lo jam segini baru pulang" qilla tidak memperdulikan nya dan tetap melanjutkan langkahnya.
" Oh iya gw lupa lo kan jalang jadi ya wajar baru pulang jam segini" ucapnya lagi, dan qilla pun berbalik dan menatap orang tersebut.
" Ga usah sok tau sama kehidupan gw, lo bukan siapa' gw" ujar nya santai.
" Lo- harusnya lo tu sopan sama gw karna gw itu abg lo" ujarnya menahan amarah.
" Abg? Sejak kapan lo anggap gw adik hm" ucapnya meremehkan.
"sopan? Sopan sama lo yg ga bisa menghargai org cuihh.. najiss" sambung nya lagi.
" Lo tuh ya- " ucapannya terpotong ketika seseorang datang.
" Ada apa ini" tanya sang mami.
" Gpp kok mi qilla pamit ke kamar dulu ya" ucapnya dengan dian yang masih memandang nya dengan amarah namun qilla tidak memperdulikan nya.
Yap benar orang yang dari tadi bertengkar dengan aqilla adalah dian abg keduanya.
" Ya udah kamu istirahat udah malam" sahut sang mami.
Qilla pun segera pergi dari sana dan menaiki tangga menuju kamarnya.
Sesampai dikamar ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai membersihkan diri ia segera menyelami mimpi diatas kasur king size nya.
Di pagi yang cerah kini seorang gadis cantik yang terlihat buru' karena kesiangan bangun untuk berangkat ke sekolah.
" Mi qilla berangkat ya.." teriaknya dengan melangkah tergesa- gesa.
" Ga sarapan dulu syg" tanya mami.
" Ntar aja mi disekolah qilla udah telat" sahutnya.
" Ya udah hati- hati dijalan ya."
" Iya mi" ucapnya lalu pergi.
Sesampainya disekolah pintu gerbang telah tertutup rapat.
" Yah telat beneran gw" gumam nya.
" Manjat tembok belakang aja deh" lanjutnya lagi.
Saat sampai di tembok belakang sekolah ia segera memanjat tembok tersebut namun sepertinya kesialan datang padanya hari ini, saat akan melompat kaki nya terpeleset dan menyebabkan ia terjatuh sebelum melompat ke bawah.
Brugghh...
" Kok ga sakit ya" batinnya masih dengan keadaan menutup matanya.
" Lo kayak nya betah banget ya meluk gw" ujar seseorang.
" Ha dih ga ya, mana gw tau kalo lo disitu" ucapnya lalu berdiri.
" Bukannya bilang terima kasih udah di tolongin malah ngomel" ujarnya sambil membersihkan pakaiannya yang sedikit kotor.
" Kan gw ga minta tolong sama lo buat apa gw bilang makasih" sewotnya.
" Kalo ga bisa manjat mending ga usah nyusahin orang aja, btw daleman lo warna blue ya" ucapnya santai tanpa dosa kemudian berlalu dari sana.
Tapi yang nanggung dosanya author huhu..
" Huwaa rachanjing awas aja lo kalo ketemu lagi sama gw bakal gw geprek lo" teriaknya kesal.
Ya seseorang yang menolong qilla tadi adalah racha orang yang sering membuat qilla darah tinggi.
Author: ga lama lagi tinggal nunggu hari.
Qilla : wah lo doa in gw mati ya thor. gw geprek juga lo kayak si racha.
Author : berani kamu geprek saya, ntar saya buat kamu mati beneran mau hm.
Qilla: hehe jngn dong thor.
" Malu banget gw sumpah kenapa pake acara jatuh segala sih kan ga bakalan gini kejadiannya " gerutunya sendiri sambil berjalan menuju kelas.
Sesampainya dikelas qilla langsung duduk dan menaruh kepalanya diantara lipatan tangan, ia sangat malu jika harus bertemu racha karena kejadian tadi, dan sialnya ia malah sebangku dengan racha.
Jam pelajaran telah usai kini qilla dkk berada di kantin mereka menikmati makanan dengan tenang, namun ketenangan itu tidak bertahan lama ketika seseorang tiba' datang menggebrak meja yang mereka tempati.
Brakk....
" Anjj beranak sapi" latah jono.
" Woy lo apa'an si ga sopan banget jadi orang" omel dila.
Namum orang itu tidak memperdulikan nya dia menatap tajam ke arah qilla.
" Kenapa" tanya qilla setelah diam dari tadi.
" Lo kan yang bully aura" tuduh nya.
" Lo kalo ngomong jangan sembarangan ya" bukan qilla yg menjawab melainkan dila.
" Tau orang qilla dari tadi sama kita mulu" tambah jono.
" Gw tanya qilla bukan nanya lo pada" ucapnya.
" Benerkan lo yang udah bully aura kenapa lo diam ga bisa jawabkan ngaku aja deh" sambung nya lagi.
" Bukan gw yang bully aura" jawabnya santai.
" Kalo bukan lo siapa lagi kan cuma lo yang ga suka sama aura" geramnya.
" Gw bilang bukan gw, lo ngerti bahasa manusia ga si" sahut qilla dgan suara sedikit tinggi.
Plak...
" Udah berani lo ninggiin nada bicara lo ke gw ha" ucapnya setelah menapar qilla.
" Sak karepmu, sak bahagiamu sek penting aku uwes jelaske nek aku ra salah su!!" Ujarnya ngegas, nah kan keluar bahasa jawanya. Setelah itu qilla berjalan meninggalkan kantin dengan perasaan dongkol.
Siswa maupun siswi yang berad dikantin menatap qilla dengan cengo karna mereka tidak mengerti apa yang qilla ucapkan begitu juga dian dkk.
Ya yang tadi merusak ketenangan qilla dkk saat menikmati makanan meraka adalah dian dkk yang pasti nya ada aura si pbb.
Qilla berjalan menuju roftoop sepanjang perjalan ia menggerutu tentang kebodohan abg dkk nya itu, sesampainya di rooftop ia duduk di sofa yang ada disana kemudian memejamkan matanya seraya menenangkan pikirannya.
Tanpa ia sadari seseorang duduk disebelahnya sambil menatap wajah qilla yang terlihat lelah.
" Kalo cape istirahat jangan sok kuat" ucapnya.
Mendengar ada yang berbicara qilla pun membuka matanya dan melihat ke arah orang yang ada disampingnya.
" Ga usah sok tau" ujarnya malas.
" Gw tau kalo bukan lo yang ngelakuin itu" ucapnya lagi.
" Emg bukan gw" sahutnya.
" Tapi gimana pun gw jelasin ga bakalan ada yang percaya" sambungnya lagi.
" Gw percaya" ucap orang itu kemudian pergi dari sana meninggalkan qilla yang menatap ke arahnya dengan pandangan yang sulit di artikan.
Hayoloh ada yang tau ga siapa orang yang bilang percaya sama qilla!!! Kalo tau komen ya!!
•
•
•
•
•
•
•
Yeay aqilla update 🧡
Gimana part ini seru ga? Semoga suka ya!!!
See you next part 🦋
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi allisya
Fiksi RemajaAllisya Pramesti seorang gadis jenius berwajah imut, yg menjadi pelajar disalah satu universitas ternama korea saat umur 18 thun dimana yg seharusnya anak seumurannya masih bersekolah SMA. dimana pada suatu malam ia mengalami kecelakaan yang di...
