Belajarlah Menerima Orang Asing Dihidupmu,Bisa Jadi Yang Menurut Kita Asing Tetapi Tidak Asing Baginya. Bukankah Itu Semua Hanya Soal Waktu,Setelah Melalui Banyak Kebersamaan Dengannya Maka Kita Akan Terbiasa Dengannya.
Happy Reading...
Pagi mulai menampakkan sinarnya seperti sebuah pertanda manusia harus bersiap untuk memulai aktivitas mereka kembali
Yeseul mulai membuka matanya karena telah terusik dengan sinar matahari yang menganggunya ia mulai meregangkan sedikit tangannya keatas dengan perlahan dia merasa sedikit aneh karena seperti ada sebuah tangan yang memeluknya dengan erat Yeseul menyibak selimut yang membungkus dirinya dan benar saja itu adalah tangan Oh Sehun
Yeseul membalikkan badannya menghadap Sehun. Ia mengamati wajah setiap inci wajah Oh Sehun dari rambut yang tidak tertata rapi, dahi yang lebar dan bersih kemudian turun ke kedua alis yang terukir dengan sempurna kemudian kedua mata yang terpejam tanpa merasa terganggu dengan tatapan Yeseul selanjutnya hidung mancung dengan ukiran yang begitu tertata dan terakhir ialah bibir berwarna pink tidak terlalu tebal tapi bibir itulah yang dengan sesuka hati menyentuh bibirnya tanpa permisi Yeseul menggagumi semua yang ada pada wajah Sehun
Bohong jika yeseul tidak mengatakan wajah sehun dan tubuh sehun tidak bagus ini bahkan menurut Yeseul bentukan paling sempurna yang pernah ia lihat
Yeseul menuruni anak tangga satu persatu lengkap dengan pakaian piyama tidurnya menuju kearah dapur
"Selamat Pagi Nona" Ucap Ahn Ahjumma tersenyum ramah
"Selamat Pagi Ahn Ahjumma" jawab Yeseul dengan senyum manisnya
" Ada yang bisa saya bantu Nona?" tanya kepala pelayan yaitu Ahn Ahjumma
"Aku ingin memasak untuk Oh Sehun Ahjumma" Balas Yeseul berjalan kearah pantry
"Tidak perlu nona para pelayan akan memasak untuk Nona dan tuan,anda ingin makan sesuatu nona pelayan akan menyiapkannya sekarang" jelas Ahn ahjumma
"tidak perlu Ahjumma aku yang akan memasak,tolong izinkan aku menambil alih dapur hari ya Ahjumma"
"Kami akan dimarahi Tuan Oh jika tuan tahu anda yang memasak Nona" jawab Ahn Ahjumma memberikan penggertian untuk menghentikan keinginan majikannya itu
"aku akan menjamin Oh Sehun tidak akan marah ,aku yang akan bertanggung jawab jika kalian dimarahi olehnya " jelas Yeseul menyakinkan Ahn Ajumma
Setelah mendengar penjelasan dari Yeseul Ahn ahjumm diam dan menimang apakah memberikan izin atau tidak untuk yeseul mengambil alih dapur setelah beberapa detik berpikir Ahn Ahjumma menganggukan kepalanya pertanda setuju meskipun sedikit ragu
Yeseul tersenyum dan berterimakasih keapada Ahn Ahjumma karena telah mengizinkannya
"Nona anda ingin memasak apa biar Ahjumma bantu menyiapkan bahannya" tanya Ahn Ajumma
Yeseul berpikir "sepertinya aku akan memasak nasi goreng kimchi dan telur gulung, apakah bahannya ada Ahjumma?"
"tentu saja ada Nona,sebentar Ahjumma ambilkan"
Yeseul tersenyum dan mengangguk. Tidak lama Ahn Ahjumma datang dengan membawa semua bahan makannya
"Khamsahamnida Ahn Ajumma,ahjumma boleh mengerjakan yang lain biar aku saja yang memasak"suruh Yeseul
Meskipun sedikit enggan tetapi Ahn Ajumma mengangguk dan meninggalkan Yeseul sendiri didapur memasak
Yeseul sedang sibuk berkutat dengan peralatan masaknya perlu beberapa menit hinnga nasi goreng buatan Yeseul jadi dan Yeseul lanjut memasak telur gulung
KAMU SEDANG MEMBACA
That Girl Is Mine
Ficción GeneralApapun yang kuingin pasti bisa kumiliki dengan mudah,tak peduli bagaimanapun itu,dan apapun resikonya akan tetap harus menjadi milikku.Tetmasuk dirimu. Han Yeseuul. ~~Oh Sehun Kau bisa memiliki sesuatu dengan mudah tanpa harus berpikir dengan keras...
