Apakah ini benar dia? Bukannya dia menghilang?
Aku kira dia sudah mati
Penampilannya sungguh berbeda
Heol! Daebak! Lihatlah semua yang ia kenakan di tubuhnya bermerek
Apakah ia merayu Daniel untuk membelikannya?
Ahh! Kau tak lihat Daniel? Dia semakin terlihat gila di tinggal Sahabat kesayangannya yang seperti jalang itu.
Yeseul cukup sabar. Mereka berbicara seolah tak ada pihak yang tersakiti. Mendengar Daniel disebutkan. Ia merasa merindukan pria itu. hubungan mereka masih berlangsung bukan?
Daniel aku merindukanmu. Batinnya
_________________________
Happy reading
Hari ini Daniel memutuskan untuk kembali sekolah setelah beberapa hari tidak masuk. Ia mendapat berita dari temannya bahwa Yeseul sudah masuk sekolah hari ini. Tentu saja ia merasa senang. Akhirnya ia bisa bertemu wanita yang dirindukannya.
Dengan langkah cepat ia menuju ke kelas Yeseul. Tujuannya ke sekolah bukan masuk untuk belajar seperti anak murid lainnya melainkan bertemu pujaan hatinya.
Saat ini sedang jam istirahat. Ia melihat keseluruh penjuru kelas. Bingo! Itu yang dia cari.
“ Hey ” ia duduk tepat disebelah gadis mugil nan cantik yang saat ini sedang melihat kearah luar jendela. Gadis itu menoleh. Apakah ia sedang bermimpi saat ini? Daniel. Pria yang ia rindukan ada disini. Ya tuhan.
Seketika, Yeseul memeluk Daniel posesif. Seolah tak ingin melepaskan pria itu. Daniel membalas pelukan Yeseul. Mereka melepas rasa rindu. Sangat lama berpelukan. Situasi kelas sepi hanya ada beberapa siswa saja. Hingga mereka tak menyadari ada seseorang yang tengah mengabadikan momen mereka.
_________________
Suasana saat ini sangatlah hening dan canggung menghampiri mereka berdua hanya terdengar hembusan angin . Ya. Daniel mengajak Yeseul untuk bicara di atap sekolah mereka. Mereka berdua menyukai suasana di atap. Angin yang berhembus membuat suasana hati menjadi tenang. Matahari juga tidak terlalu terik. Sangat pas untuk mereka berbicara disini. Duduk bersebelahan. Tatapan lurus kedepan. Sesekali Yeseul melirik Daniel.
“ Yeseul-ah” Yeseul menatap Daniel dengan cepat.
“ hm ”
“kau kemana saja?aku mencarimu. Ke panti, ke tempat kerjamu. Kau tak ada, kau juga tak pernah ada disekolah. Aku mengkhawatirkanmu kau tahu. Aku berencana bunuh diri…” Yeseul langsung membelakkan matanya kearah Daniel. Bunuh diri katanya? Yang benar saja.
“jika saja kau tak menghubungi ku malam itu.”
Daniel melanjutkan. Yeseul masih terdiam mendengar Daniel bicara. Ia tahu. Diposisi ini ia yang salah. Ia tahu itu.
“Lalu, kau mematikan telfon sepihak.” Ucapnya lirih mengalihkan pandangannya ke gadis disampingnya ini. Yeseul menangis? Ya Tuhan Daniel. Kau apakan dia!
“ya! Uljima… kenapa kau menangis.” Daniel menghapus air mata yang mengalir di pipi itu.
“mianhae ...” ucapnya lirih.
“mianhae Daniel-ah” ia menangis sejadinya. Ia tak peduli saat ini ia dibilang lemah. Daniel membawa Yeseul kepelukannya. Membiarkan wanitanya membasahi kemeja yang ia gunakan. Sesekali mengelus punggung mungil itu.
“ssstttt, jangan menangis seul-ah” Daniel mencoba menenangkan pujaan hatinya ini. Yeseul tak berkata apa – apa. Masih terisak dipelukan hangat Daniel. Mungkin matanya akan bengkak nanti. Dan ia tak peduli sama sekali akan hal itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
That Girl Is Mine
Ficción GeneralApapun yang kuingin pasti bisa kumiliki dengan mudah,tak peduli bagaimanapun itu,dan apapun resikonya akan tetap harus menjadi milikku.Tetmasuk dirimu. Han Yeseuul. ~~Oh Sehun Kau bisa memiliki sesuatu dengan mudah tanpa harus berpikir dengan keras...
