Seorang wanita tengah melamun sambil tersenyum , entah apa yang Yeseul pikirkan. Sepertinya itu sangat menganggunya. Memang akhir-akhir ini Yeseul sedang dekat dengan seorang teman laki-lakinya sepertinya dia menyukai lelaki itu.
“Ya!! Yeseul” teriak seorang wanita ini tepat ditelinga Yeseul
Yeseul terkejut. Ia memegang telinganya. Mungkin setelah ini ia menjadi tidak bisa mendegar. Suara itu memecahkan gendang telinga. Yeseul hafal betul siapa wanita yang meneriaki nya seperti ini – Kang Somi . Sahabat dekatnya.
“Aigo, Somi-ah, bisa tidak tidak usah berteriak!!” memutar matanya malas melihat sahabatnya ini, selalu saja berbuat jail kepanya. Tidak terlewat sehari pun. Nayeon berpura- pura marah.
“Mianhae. Neo wae? Banyak melamun hari ini.” Suara itu mulai melembut. Somi duduk bersebrangan dengan Yeseul.
Sontak Yeseul kaget dibuatnya. Apakah ia harus jujur? Ah kalau jujur itu memalukan. Fikirnya. Memang dari tadi Yeseul melamun kalau sesudah melayani pelanggan.
Yeseul bekerja di salah satu Cafee di pertengahan kota Seoul. Usia yang dibilang masih sangat muda untuk bekerja. Yeseul harus bekerja karna ia saat ini masih sekolah . Ia tinggal di panti asuhan. Karna belum ada yang mengadopsinya ia memilih untuk bekerja. Uang nya digunakan untuk sekolahnya ,sebagian ia tabung dan sebagian lagi dia berikan kepada Han Eomma.
Yeseul bekerja setelah pulang sekolah dilestoran milik keluarga Sahabatnya. Somi.
“Entahlah mi-ah, aku merasa lelah akhir-akhir ini” bohongnya kepada Somi.
Belum lagi Somi menjawab salah seorang ketua menegur mereka, karna mereka mengobrol disaat jam kerja. Sontak keduanya terkejut. Dan melanjutkan pekerjaan yang bisa mereka kerjakan. Ya seperti ini lah kehidupan Yeseul di luar Panti dan sekolahnya.
______________________
"Ini tuan, data yang anda minta” Kang Ahjussi memberi data lengkap kepada Sehun. Tanpa menjawab Sehun langsung membuka map tersebut dan membacanya.
“Han Yeseul. 18 tahun. Hidup di panti dari usia 3 tahun, kashian sekali hidupnya, Hanlim senior high school? Dia masih sekolah? Cafee Bee? Jadi dia bekerja juga.”
Sehun membaca sambil bertanya . hanya “Ye” yang keluar dari mulut Kang Ahjussi.
Sehun saat ini mengerti. Ia telah membaca semua data itu dengan se detailnya. Tak ada satu pun yang terlewat.
Raut wajah Sehun berubah menjadi dingin seketika dan rahangnya mengeras. Dirinya baru tau kalau gadis yang dicintainya sering mengalami Bullyan disekolahnya. dia tidak akan membiarkan hal ini terjadi lagi.
Dan saat ini raut wajah itu menjadi lebih tenang. Sehun tersenyum. Ia sudah memiliki rencana. Dirinya harus memberi pelajaran kepada mereka yang berani menganggu miliknya apalagi membuat sedikit saja goresan pada miliknya. Tidak akan dia biarkan. Dirinya harus melindungi gadisnya agar tidak ada yang berani membuat gadisnya terluka lagi.
Sehun memberikan arahan kepada Kang Ahjussi. Tanpa aba- aba lagi Kang Ahjussi langsung keluar ruangan Sehun. Dan pergi kesuatu tempat.
__________________
Jika seorang Oh Sehun menginginkan sesuatu. Ia pasti akan mendapatkan itu. Sejujurnya tak ada yang bisa menolak pesona Oh Sehun. Wanita – wanita itu akan berdatangan sendiri kehadapan Sehun, tanpa ia menyuruhnya.
Sehun hanya akan menerima wanita jikalau suasana hatinya sedang buruk. Terlebih saat ia memiliki masalah dengan wanita nya – pada saat itu.
Kebiasaan Sehun pergi ke bar hanya untuk meluapkan emosinya dengan cara minum dan bermain – main dengan wanita jalang disana. Tentunya dengan bayaran yang fantastik. Dan ia tak mempermasalahkan masalah itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
That Girl Is Mine
Fiksi UmumApapun yang kuingin pasti bisa kumiliki dengan mudah,tak peduli bagaimanapun itu,dan apapun resikonya akan tetap harus menjadi milikku.Tetmasuk dirimu. Han Yeseuul. ~~Oh Sehun Kau bisa memiliki sesuatu dengan mudah tanpa harus berpikir dengan keras...
