-•-•-•- -•-•-•-
"NEIN"
A "BoBoiBoy" fanfiction by kurohimeNoir
Commission for Roux Marlet
Disclaimer: Monsta©
-•-•-•- -•-•-•-
.
.
.
.
.
NEIN
Bab 6. Go Down Fighting, Go Down Like Lightning
.
.
.
.
.
"Apakah nama aslimu adalah ... Kaizo?"
Pria itu tertegun ketika tiba-tiba BoBoiBoy melontarkan satu pertanyaan tak terduga. Tidak. Dia sudah tahu, cepat atau lambat, BoBoiBoy pasti akan menanyakan hal ini. Namun, pada akhirnya, pria itu hanya mendesah. Kemudian berbalik memunggungi BoBoiBoy.
"Bukankah masih ada hal yang harus kaulakukan?"
Kata-kata berikutnya yang terlontar dari mulut orang itu bukanlah jawaban. BoBoiBoy ingin sekali lebih mendesaknya. Sudah terlalu banyak pertanyaan dan dugaan yang menumpuk di benaknya tanpa mendapatkan kepastian.
Ah, benar juga. Kapten Kaizo di dimensi itu adalah abang kandung dari Fang, bukan? BoBoiBoy pun teringat, malam itu di studio musik, ketika Fang sempat bercerita sedikit kepadanya bahwa dia memang memiliki seorang abang.
"Jangan-jangan ... kau dan Fang—"
"BoBoiBoy," ucapan BoBoiBoy dipotong dalam nada rendah. "Waktumu tidak banyak."
Baru saja sang pria bermata merah berkata begitu, dimensi tempatnya berada sekarang bersama BoBoiBoy, mendadak berguncang. Seperti gempa kecil, hanya terjadi dalam beberapa detik singkat.
"A-Apa yang terjadi?" BoBoiBoy nyaris terlambat menyadari detak jantungnya yang kini seperti habis berlari. "Guncangan apa itu tadi?"
"Kau yakin, tempat ini bisa bertahan lama?"
"Apa?" Kebingungan BoBoiBoy perlahan berubah menjadi kekesalan, seiring pemuda itu yang mengepalkan kedua tangannya. "Cukup main teka-tekinya! Jelaskan padaku, semuanya!"
Nada menuntut di dalam ucapan BoBoiBoy hanya mampu membuat lawan bicaranya mendengkus samar.
"Daripada mengurusi urusanku, bukankah lebih baik kau fokus pada masalahmu sendiri?"
Suara pria itu kini terdengar begitu dingin. BoBoiBoy terdiam, sementara terkilas cepat di benaknya, segala ingatan tentang Kapten Kaizo di dimensi lain. Terkadang, pria itu pun bisa bersikap dingin, bahkan kepada orang-orang yang disayanginya. Termasuk kepada adiknya sendiri. Dan setiap kali itu terjadi, selalu ada sesuatu di baliknya. Ada suatu tujuan yang ingin diraih oleh sang kapten berjuluk Pemberontak Legenda.
BoBoiBoy pun berbalik kembali, lantas berjalan mendekati tombak berlambang petir merah. Di hatinya, ia telah menyimpan satu keyakinan. Pria bermata merah itu memang Kaizo. Yang berarti, dialah abang yang pernah disebut-sebut oleh Fang.
KAMU SEDANG MEMBACA
NEIN
Fiksyen PeminatTujuh kuasa. Tujuh keajaiban. Tujuh ... penderitaan. BoBoiBoy diberi pilihan untuk menyangkal dan mengubah garis takdir nan pahit ini. / Bagaimana kalau ... pertemuan antara "dirinya yang lain" dengan power sphera Ochobot tak pernah terjadi? / Alter...
