Halooo i'm back
sudah siap kembali dengan kebadutan lijen🥳
selamat membaca🙂🙂
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Berbeda dengan Mark dan Aira, berbeda juga dengan Jeno dan Jaemin.
Jaemin baru saja masuk kedalam kamar nya, dirinya baru saja menidurkan Jisung. Anak itu sudah semakin membaik kondisinya, Eomma dan Appa Lee juga sudah pulang beberapa jam lalu.
Terlihat Jeno yang sedang melamun di atas ranjang nya.
"Kenapa appa memintaku menemui nya"
"kenapa Mark hyung terlihat begitu kesal kepadaku" isi pikiran Jeno saat ini.
Jaemin berjalan perlahan mendekati ranjang, duduk disisi ranjang yang mana membuat Jeno terlihat sangat terkejut dengan kehadiran Jaemin disamping nya.
"Na" panggil Jeno pelan.
"Ada apa, Jen? Apa semua nya baik-baik saja?" tanya Jaemin lembut sangat lembut
Jeno mengangguk tersenyum "baik, Na" jawabnya singkat.
"Kau dan Mark hyung, apa kalian sedang ada masalah atau bertengkar?" tanya Jaemin memastikan
"Hmm tidak, aku bahkan baru bertemu lagi dengan Mark hyung setelah pulang dari Amerika" jawab Jeno
"Jangan diambil hati perkataan Mark hyung tadi, mungkin dia hanya sedang banyak masalah di pekerjaan nya" ucap Jaemin berusaha menenangkan
"Tidak, hanya saja aku heran. Apa aku ada berbuat salah sehingga membuat Mark hyung begitu kesal kepadaku" heran Jeno
"Sudah tak apa, jangan dipikiran. Lebih baik sekarang kau tidur, istirahat saja. Besok pagi aku bangunkan, appa tadi menyuruhmu untuk datang bukan"
Jeno hanya mengangguk dan tersenyum kepada Jaemin. Lalu menarik Jaemin agar masuk kedalam pelukannya.
Jaemin tidak melakukan penolakan, dirinya sungguh sangat merindukan pelukan hangat suaminya itu.
"Na Jaemin, aku sungguh sangat ingin meminta maaf kepadamu" jerit batin Jeno
"rasanya pelukan ini menjadi sangat asing untukku, entahlah" batin Jaemin.
Tanpa sadar keduanya tertidur dalam pelukan hangat dan jeritan batin masing-masing. :')
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pagi ini Mark dan Jeno sudah berada diruangan kerja appa mereka.
Mereka tidak tahu apa yang akan dibahas appa nya pagi ini.
"Kalian memang anak appa, tetap disiplin dan tepat waktu sekali" ucap appa Lee.
"Appa ada apa, jarang-jarang sekali mengajak kita berkumpul?" tanya Jeno sudah sangat penasaran dengan appa nya.
"Kau saja yang tidak pernah kemari, aku sih sering menemui appa" jawab Mark Lee sarkas.
Appa Lee hanya tertawa renyah mendengar kedua anaknya itu "benar Jen, kau sudah tidak pernah kemari sejak proyek kita di Paris selesai" lanjut appa Lee
Jeno hanya tertawa ringan mendengar itu "benar, aku menjadi lebih sibuk sejak appa kembali memberi ku beberapa anak perusahaan lain" jawab Jeno apa adanya.
Mark hanya mendelik mendengar itu.
"Minhyung-a, sebenarnya kenapa kau ini? Appa lihat-lihat dari kemarin kau begitu sinis kepada adik mu" appa Lee yang melihat delikan Mark kepada Jeno.
"Hmm, tanyakan saja kepada anak bungsu mu itu appa. Dia sudah melakukan apa saja belakangan ini" jawab Mark
Jeno menatap hyung nya, entah mengapa jantung nya menjadi berdetak begitu kencang mendengar Mark mengatakan itu.
"Apa maksudmu hyung?" tanya Jeno penasaran
"Seharusnya kau lebih tahu dariku kan, Lee Jeno" Jeno semakin penasaran tentu saja, apa yang dibicarakan hyung nya itu.
"Sudah-sudah, kenapa kalian malah beradu mulut di depanku. Aku memanggil kalian kemari bukan untuk ribut. Dan kau Minhyung, selesaikan urusan mu dengan Jeno setelah ini" lerai appa Lee
Kedua anak Lee itu hanya saling menatap dan mendelik satu sama lain, Jeno yang penasaran atas ucapan Mark. Dan Mark yang sudah sangat kesal dengan kepura-puraan nya Jeno.
"Appa mengadakan pertemuan ini, semata-mata ingin membahas sesuatu dengan kalian. Dan lagi, sudah lama sekali appa tidak minum bersama kalian"
Jeno terlihat menghembuskan nafas lega, karena pikiran nya tentang appa Lee yang akan menanyakan sesuatu kepadanya tidak lah benar :).
"Jen, appa sudah mengetahui semuanya. Siapa mereka?" tanya appa Lee tiba-tiba serius.
Jeno yang mendapat pertanyaan tak terduga semacam itu terkejut tentu saja, bahkan Mark pun sama terkejut nya dengan Jeno.
"M-maksud appa? Mereka siapa? Dan mengetahui apa?" tanya Jeno balik terlihat gelagapan dan terkejut sekali
Mark hanya mendengarkan percakapan keduanya, dirinya berusaha menahan diri untuk tidak bertanya dan lebih memilih diam seperti tidak mengetahui apapun.
Appa Lee menatap kedua anaknya, lalu tertawa melihat kedua anaknya sama-sama terkejut "hey Jen, appa hanya bercanda. Kenapa kau terlihat sangat terkejut seperti itu" ucap appa Lee masih dengan tawa nya.
Jeno hanya mampu menatap appa, dan menghembuskan nafasnya lega. Bagaimana mungkin appa nya bisa bercanda seperti itu, sedangkan dirinya sudah sangat was-was sedari tadi.
"Tidak lucu sekali bercanda mu" ucap Mark kesal.
Appa Lee hanya masih tertawa "Ya. Lee Minhyung, kenapa menjadi kau yang kesal?"
Mark hanya berdecih tidak menjawab appa nya. Lalu dirinya melihat Jeno disamping nya yang terlihat masih berusaha menormalkan dirinya.
"aku kira appa benar-benar menanyakan hal itu kepada nya" batin Mark.
"ternyata benar, kau mengkhianati menantu kesayangan ku. Lee Jeno"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kembali ke rumah, dimana Na Jaemin sedang menyiapkan makan siang untuk Jisung.
"Jisung-ah! Ayo cepat makan dulu. Kau harus meminum obat mu" panggil Jaemin dengan sedikit teriakan
Jisung yang mendengar namanya di panggil, langsung menghampiri Papa nya di meja makan.
"Jisung-ah, makan dulu sup jagung nya. Setelahnya minum obat dan istirahat ya" ucap Jaemin sambil menyiapkan makanan Jisung
Jisung menatap Papa nya "papa, aku sangat bosan sekali hanya diam di rumah. Aku mau pergi sekolah" gerutu Jisung.
Na Jaemin hanya tersenyum melihat anak nya itu, lalu mengelus lembut rambut anaknya
"tunggu beberapa hari lagi sampai kau benar-benar sembuh ya" jawab Jaemin yang membuat Jisung cemberut
"Ayo, makan dulu sebelum dingin sup nya" suruh Jaemin yang langsung di iyakan anak semata wayangnya itu :).
~~~~~~~~~~
Setelah menidurkan Jisung di kamar nya, Jaemin kembali ke meja makan meminum Americano Shot 8 nya dengan begitu nikmat.
Pikiran Jaemin rasanya melayang ntah kemana, dan entah apa yang sebenarnya dirinya pikirkan.
"Apa aku harus tetap melanjutkan Pameran ini?"
"Tapi, aku rasa tidak sanggup jika nanti terjadi hal yang tidak aku inginkan" ucap Jaemin pada dirinya.
~~~~~~~~~~~~
OMAYGATTT HALO YOROBUNNNN, I'M BACK IN THE WATTPAD 🤣🤭
apakah masih ada yang baca ini cerita??🤣
yampunnn aku gantung udah hampir setahun🤭🤭🤭
KAMU SEDANG MEMBACA
Broken [NOMIN]
Fanfiction[NOMIN] Sepuluh tahun bersama dengan Jeno, Jaemin tidak pernah menyangka akan diberikan sebuah Pengkhianatan yang begitu menyiksanya ⚠BxB ⚠angst ⚠m-preg ⚠mature? nanti dikasih warning INGAT INI BxB/ BOYxBOY/ JANGAN SALAH LAPAK
![Broken [NOMIN]](https://img.wattpad.com/cover/294509843-64-k199392.jpg)