Keesokan Harinya, Kami Berlima Pergi Ke Kota Hexetora Dan Hari Mulai Sore.
Noelle: Kita Beristirahat Di Sini Terlebih Dahulu. Kita Pasti Kelelahan Setelah Perjalanan Tadi.
Greg: Ya, Kita Mungkin Sibuk Sendiri Saat Sampai Di Sana.
Mary: Aku Tidak
Mars: Lalu, Apa Yang Akan Kau Lakukan Di Hexetora? Kita Akan Sibuk Sampai Ada Misi Baru.
Sarah: Hmmm... Tidur Di Atas Pohon?
Mary: Itu Tebakan Yang Asal Asalan Tetapi Benar. Aku Akan Mencari Ranting Kayu, Kalian Bisa Beristirahat Dulu *Pergi*
Mary: *Mengambil Beberapa Ranting*
???: *Muncul Di Balik Pohon*
Mary: *Kaget* Bisa Kau Tidak Muncul Begitu Saja Di Balik Pohon, Astaga Irene Kau Membuatku Takut
???: Kau Menyebutkan Dirimu Sendiri. Apa Kau Sengaja?
Mary: Ya, Aku Harus Membiasakan Diriku Menyebut Namaku Sendiri. Ngomong Ngomong, Kau Membawa Dia?
???: Seperti Yang Kau Minta, Tapi Kenapa Kau Hanya Meminta 1/4 Dari Dirinya?
Mary: Seperempat Darinya Akan Berkembang Seiring Berjalannya Waktu, Dan Kekuatannya Akan Ku Berikan Kembali, Dia Seperti Paradoks.
Mary: Aku Kembali- Eh?
Greg: Aku Seharusnya Memberitahu Mu Dari Awal, Tapi Kau Pergi Duluan.
Mary: Ya Sudahlah. Apa Kalian Membutuhkan Kayu Ini? Jika Tidak, Aku Akan Menaruhnya Ke Gereja Dan Panti Asuhan Di Tempatku Tinggal Dulu.
Noelle: Kau Berikan Saja, Tidak Apa apa Kok.
Mary: *Melempar Semua Kayunya Ke Arah Portal* *Menulis Sesuatu Dan Memasukkannya Ke Dalam Portal* Aku Harap Mereka Membutuhkannya.
Greg: Ngomong Ngomong Soal Gereja Yang Kau Sebutkan...
Mary: Aku Lahir Dan Dibesarkan Di Sana. Pendeta Gilbert Sebenarnya Tidak Ingin Membiarkan Ku, Tapi Dia Percaya Semua Hal Yang Ku Katakan.
Sarah: Kakak, Mary Menyebut Nama Gilbert, Apa Kau Tidak Ingin Menanyakan Sesuatu
Mars: Aku Tau, Tapi Tidak Mungkin Itu Dia Bukan?
Noelle, Greg, Dan Mary: Dia?
Mars: Dulu, Kami Membeli Senjata Dari Seorang Dwarf. Dia Orangnya Baik Hari Dan Tau Apa Yang Dibutuhkan Oleh Pelanggan Nya. Apa Nama Marganya?
Mary: Goldstein
Sarah: Tidak Salah Lagi, Dialah Orangnya.
Mary: Aku Tidak Mengerti Apa Yang Terjadi.
Greg: Aku Juga Tidak Mengerti.
Mars: Sebenarnya Kami Hanya Ingin Berterima kasih Kepadanya.
Noelle: Tapi Kenapa Dia Menjadi Seorang Pendeta?
Mary: Dia Ingin Menebus Dosanya Yang Dia Anggap Salah Kepada Dewi Irene. Jadi Beberapa Tahun Yang Lalu Dia Pergi Ke Gereja Dan Berdoa. Dan Yang Ku Tau, Pendeta Sebelum Dia Harus Melakukan Sesuatu Jadi Dia Memilih Pendeta Gilbert Untuk Menjaga Gereja.
Greg: Benar Juga, Ada Gereja Yang Dulunya Menjadi Tempat Tinggal Dewi Irene Bersama Keluarganya.
Mary: Sepertinya Ada Cerita Rakyat Menarik Tentang Dewi Irene.
Noelle: Tentu, Dewi Irene Adalah Dewi Tertinggi Dari Dewi Manapun. Dia Menjadi Manusia Dan Hidup Dengan Keluarganya.
Sarah: Kalau Tidak Salah, Bagian Terakhirnya Dewi Irene Mengalami Tidur Yang Panjang Dan Beberapa Para Dewa Di Sisi Irene Sampai Di Akhir Hayatnya. Banyak Orang Melihat Dirinya Di Tempat Yang Sama
Mary: (Itu Sebenarnya Tidak Salah, Tetapi Itu Juga Tidak Benar)
Sarah: Tapi Ya Setiap Cerita Rakyat Pasti Ada Rahasia Atau Pesan Tertentu, Bukan?
Noelle: Ya, Itu Benar. Bagaimana Menurutmu Mary? Apa Yang Kau Tau Soal Dewi Irene
Mary: Mau Jawabanku?
Greg: Tentu, Itu Bisa Membuat Kita Beristirahat Sejenak
Mary: Dahulu Kala Ada Sebuah Anak Bernama Irene, Anak Perempuan Di Kota Kecil. Dia Itu Agak Aneh, Tapi Tau Cara Membuat Orang Lain Tersenyum Dan Membantu Semua Orang. Tapi Sayangnya, Irene Mengalami Gejala Sihir Yang Langkah. Karena Gejala Sihir Itu, Dia Mengalami Demam Tinggi Dan Mati. Beberapa Hari Setelah Kematiannya, Mereka Merasakan Sosok Irene Yang Mereka Rindukan.
Mars: *Mengangkat Tangannya* Kalau Begitu Bukannya Ritual Para Dewa/Dewi Untuk Memberitahukan Dirinya Mereka Adalah Dewa/Dewi Harus Menunjukkan Dirinya Ke Semua Orang Dan Semua Orang Harus Percaya. Bagaimana Cara Irene Di Ceritamu Menyebabkan Dirinya?
Mary: Lewat Mimpi
Greg, Sarah, Noelle: Mimpi?
Mars: Kalau Di Pikir Baik Baik, Itu Ada Benarnya Juga. Coba Pikirkan, Jika Kita Membuat Bayangan Raksasa Di Hexetora, Masih Ada Orang Yang Masih Belum Melihatnya. Tetapi Mimpi Bisa Tersebar luas Selama Orang Itu Tertidur.
Mary: Bingo, *Melempar Sebuah Koin Ke Arah Mars*
Mars: Aduh...
Greg: Tapi, Bagaimana Misalnya Orang Lain Di Ujung Dunia Ini? Waktu Di Sini Dan Yang Lain Berbeda Kan?
Mary: Itu Lah Kehebatan Dari Dewi Irene, Dia Memiliki Julukan Dewi Mimpi (Aku Tidak Mengarangnya Karena Aku Benar Benar Melakukannya)
Beberapa Menit Kemudian, Kami Sampai Ke Kota Hexetora.
Mars: Baiklah, Kalian Bisa Beristirahat Atau Melakukan Sesuatu. Aku Akan Pergi Ke Guild Serikat.
Sarah: Ayo Greg, Kita Pergi Ke Sana
Noelle: Jadi, Hanya Ada Kita Berdua Saja. Apa Ada Yang Ingin Kau Lakukan?
Mary: Mungkin Berendam Di Air Panas
Noelle: Kau Menebak Semua Di Pikiran Ku, Kau Memang Peramal Yang Hebat Ya
Mary: Aku Tidak Menggunakan Ramalanku Di Saat Kita Kita Bertemu. Aku Hanya Memakai Insting Ku Sekarang Ini
Noelle: Jadi, Kau Menyelamatkan Sarah Karena Insting Mu?
Mary: Ramalan Di Mana Sarah Bertarung Dan Kalah Akan Mengubah Alur Cerita Dunia Ini. Tenang Saja, Aku Menggunakan Ramalanku Ketika Sesuatu Terjadi.
Noelle: Jadi, Apa Kita Tidak Bisa Menggunakan Ramalanmu?
Mary: Hey, Kau Ini Tidak Mengerti Ya? Aku Sudah Katakan, Aku Akan Menggunakan Nya Saat Sesuatu Hal Yang Buruk Terjadi, Atau Bahkan Berjaga Jaga Saat Bertemu Seseorang. Jadi, Apa Kau Mau Pergi Ke Permandian Air Panas.
Noelle: Ya, Aku Ikut.
Noelle: (Saat Bertemu Mary, Dia Seperti Tidak Mengerti Apapun Dengan Tujuan Hidupnya Dan Hanya Mengandalkan Kekuatan Peramalnya. Tetapi Sekarang Dia Hanya Menggunakan Nya Jika Sesuatu Hal yang Buruk)
Mary: Itu Yang Dia Katakan
Noelle: Apa Yang Kau Katakan?
Mary: Tidak Ada
Bersambung
KAMU SEDANG MEMBACA
Mary Appocalypse
FantasíaBagaimana Aku Mengatakan Ini... Intinya, Ini Adalah POV Dari Mary Yang Berhubungan Dengan Cerita Nero, Niel Dan Banyak Lagi. Jadi, Awakened... Apa Kau Mengerti...
