Pov Rakha
" Bos, gadis yang tadi lagi di resepsionis" Ucap Mario saat aku membuka pintu presiden suite ku.
"Dan sepertinya dia lagi kesusahan" Aku menaikkan alis
"Denger dikit minta kunci, tapi katanya bukan tamu mereka" Aku berbalik, mengambil ponsel diatas meja.
"Bos? Mau kemana?" Mario mengikutiku memasuki lift. Aku menekan tombol lift
"Beneran jatuh cinta ya bos?" Tanyanya saat melihatku menekan lt 1.
____
" Mbak, aku tuh sama kakek! Kakekku lagi main golf di ciputra, ga percaya banget sih! Aku ngantuk mbak! Sama kakek suruh minta kunci kamar!" Resepsionis di depannya tidak memerhatikan. Dia menghela nafas. Tangannya sibuk sambil memainkan ponselnya, sesekali berdecak kesal, Ekspresinya benar benar lucu.
"Mbak, beneran deh ya, aku capek banget! Aku tuh jelek banget apa sampek ga dipercaya cucunya kakek! Kakek jahat banget! Awas aja nanti, ku tinggalin di sini." Aku tersenyum mendengar gerutuannya, Rina si resepsionis itu semakin tidak memperdulikannya. Dia berbicara tanpa rem.
Aku berjalan menghampirinya.
Rina menatapku
" Selamat siang pak Rakha, ada yang bisa di bantu? Dengan Rina, resepsionis yang sedang bertugas" Aku menggeleng pelan, gadis menoleh padaku, kemudian menatapku sengit.
"Mbak, dari tadi aku ngomong ga didengerin, bener bener ya lu mbak, gue dari tadi udah bersikap sopan. Gila aja lu ga nanggepin gue, ehh om ini baru dateng langsung lu ladenin, ganjen banget! " Resepsionis itu tersenyum singkat sambil menatap tajam gadis itu. Aku nyaris menyemburkan tawa
"Mohon maaf dik, silahkan menunggu di luar saja, jangan menghalangi tamu kami"
"Yang kamu panggil om itu siapa? " Aku berbisik di telinga kirinya, kemudian menatap resepsionis.
" Dia bersama saya! Lain kali layani tamu dengan baik, bersikap yang sopan" Aku menggamit lengannya, menatap Mario lalu menunjuk koper pink gadis itu.
Saat lift sudah naik, gadis itu melepas tanganku
"Kamu kan om yang tadi di bandara, kok bisa ketemu lagi sih? Btw om, aku belum dapet kunci kamar kenapa asal seret sih" Dia berkata sambil menekan tombol lift lantai satu.
"Kakekmu bisa dihubungi? Belum kan? Istirahat di kamarku dulu, nanti kalo kakekmu menghubungi kamu bisa pergi." Matanya membola
" Kita pernah kenal apa gimana sih om? Mana berani aku tidur di kamar om om, nanti di grebek istrinya. "
" Siapa sih yang kamu panggil om? Aku? Oke. Kita kenalan dulu" Aku mengulurkan tangan padanya
" Rakha, btw aku yakin umurmu ga sekecil perawakan tubuhmu, aku masih 30 th kok, jadi berhenti panggil panggil om, ga usah sok abg" Dia menyipitkan mata sambil memajukan bibirnya kesal
" Aku ga mau kenalan, aku tuh ngantuk om, ehh sorry ! Terus aku panggil siapa? Nama aja boleh kan?" Aku mengangguk mengiyakan.
Pintu lift terbuka, aku Menggamit lagi tangannya, dia menolak. Aku tertawa. Berjalan ke belakang nya kemudian mendorong bahunya pelan
"Istirahat di kamarku, aku tidak akan macam macam. Trust me!" Dia melangkahkan kakinya berat. Aku menempelkan keycard, saat pintu kubuka lebar dia tetap bergeming.
"Mario, hubungi Ranti, pindahkan meetingnya di kamarku, biar dia bisa istirahat tanpa khawatir" Mario menjawab lalu menghubungi Ranti, sekretaris ku
" 10 menit lagi ready bos, mereka sedang berjalan kemari dari ruang meeting" Aku mengangguk
"Masuk! Ga usah khawatir lagi" Akhirnya dia melangkahkan kakinya ke dalam
" Rio letakkan kopernya di kamar utama" Presiden suite ini memiliki 2 kamar, 1kamar utama dan biasa, ruang pertemuan, dapur serta ruang tamu di dalamnya.
"Bawa laptop dan laporan di kamar itu Rio!"
"Sudah bos" Aku menunjuk ruang pertemuan dengan dagu, Mario langsung pergi meninggalkan aku dan gadis itu
"Mandi lalu istirahat, jika kakekmu menghubungi panggil aku di ruangan itu" Dia menatapku
"Aku sebenernya ga mau ngerepotin sih, apalagi kita ga kenal, but i'm really so tired, soo thank you so much buat kamarnya" Dia tampak sangat lelah, aku tersenyum kemudian menutup pintu kamar dari luar, membiarkannya beristirahat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Flight Mode Dating
Literatura Feminina" Duhhh om, yakin nih kita ketemu lagi? Tanpa disengaja? Atau jangan jangan.. " _Kirana_ "Mau ya, aku kejar!" _Rakha_
