HARAB BIJAK MEMBACA 🔞‼️
18+
Benjamin adison adalah pria badboy yang di gemari oleh banyak kaum hawa, hingga membuat dirinya bisa puas mempermainkan wanita manapun. Namun, suatu malam ia bertemu dengan seorang gadis bernama Luciana karena suat...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ben menatap bunga tulip yang ada di samping ranjang Luna. Kini dia sedang berada di kamar wanita itu setelah tadi Annet mengatakan jika Luna telah pergi.
Ben langsung naik dan mengecek kamar Luna. Ternyata benar dia telah pergi karena di lemari hanya ada beberapa baju sedangkan yang lain mungkin di bawah oleh luna. Tidak ada barang-barang yang Luna tinggalkan selain bunga tulip merah yang ada di dalam pot di atas nakas.
Ben kembali mengingat bagaimana dia menginjak bunga tulip pemberian Luna hingga hancur. Bahkan setelah hancur Luna masih memunguti bunga itu dan dia genggam kembali.
"Aku akan menemukan mu Luciana!". Ben terlihat menahan amarah karena Luna benar-benar pergi tanpa diri nya ketahui.
Tok
Tok
"Siapa!". Kesal Ben saat ada yang mengetuk pintu.
"Ini saya Annet tuan!". Teriak Annet dari luar.
Ceklek!
"Ada apa?"
"Mohon maaf bila saya menganggu tuan, tapi di bawah ada tuan & nyonya besar dan keduanya mencari anda".
Ben mengernyit saat tahu orang tuanya berkunjung. "Katakan pada mereka aku akan ganti baju dulu". Setelah mengatakan itu, Ben langsung keluar dari kamar Luna dan menuju kamarnya.
5 menit kemudian, Ben turun dan terlihat orang tuanya yang sudah berdiri saat melihat dirinya turun dari tangga.
"BENJAMIN!". teriak Tom yang tampak marah
Mommy nya sendiri juga menatapnya dengan mata memerah seperti habis menangis.
"Ada apa?, Kenapa Daddy teriak?". Tanya Ben bingung.
"Kau tanya ada apa?, Kurang ajar!".
BRUK
BRUK
BRUK
Tom memberi tiga tendangan pada tubuh Ben. Pertama di Perut lalu di dada dan terakhir di betis pria itu hingga Ben tersungkur.
"APA YANG KAU LAKUKAN PADA LUNA!" "BAGAIMANA BISA WANITA ITU PERGI HAH!, APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA!" Tom saat ini sedang marah besar. Tadi saat dia baru saja pulang karena ada pertemuan dengan rekan bisnisnya hingga mengharuskan dirinya tak menghadiri acara kelulusan Ben.
Abraham menelpon jika Luna pulang ke rumah dalam keadaan menangis dan membawa semua barangnya. Abraham sangat marah saat tahu anaknya pulang dalam keadaan menangis.
Tom pun mencoba menenangkan Abraham dan mengatakan akan bicara dengan Ben tentang apa yang terjadi. Akhirnya Abraham sedikit tenang dan langsung mematikan panggilan telepon.