HAPPY READING 🌙
Seorang wanita cantik tengah menyiapkan cemilan untuk di santap saat bermain ditaman. Wanita itu membuat sebuah pie apel dan jus apel.
Beberapa menit kemudian pie apel pun jadi, dengan segera membawa cemilan itu ke taman samping untuk disantap.
Di bawah pohon rindang seorang balita laki-laki sedang asik bermain dengan bola kecil nya. Langkah kaki nya yang kecil dan kaku membuat dirinya terlihat menggemaskan. Luna tersenyum kala melihat Cean.
"Mommy bawa pie....".
"Pi pi pi.....". Celoteh Cean yang langsung mendekat saat melihat makanan. Bayi gembul itu memang senang sekali jika menyangkut tentang makanan.
"Cean mau?".
"Mu mu".
Luna memotong sedikit pie ke piring makan Cean agar sang anak lebih muda memakan nya. Lalu mengambil tissu basah dan membersihkan tangan Cean yang habis pegang bola.
Setelah bersih, langsung saja Cean memakan pie yang ada di hadapan nya.
Keduanya duduk di bawah pohon rindang yang menyejukkan dengan angin yang bertiup pelan.
"Dy dy dy...". Tanpa sadar Cean berceloteh mencari daddynya.
Luna yang awalnya tersenyum perlahan senyuman nya menghilang dan pandangannya berubah sendu.
Ini sudah minggu ke 3 pria itu belum pulang juga. Ben masih di New York dan dirinya hanya sesekali memberi kabar. Itupun terakhir sekitar 2 minggu lalu dan hingga saat ini tidak ada satu pesan atau panggil yang masuk.
Saat di minggu pertama, Ben sempat menelpon dan mengatakan jika keadaan di sana sedang tidak kondusif hingga dia mungkin akan jarang memberi kabar. Terbukti selama 2 minggu ini tidak ada kabar apa pun dari pria itu.
Ada rasa aneh dihati Luna yang masih dia sangkal. Bisa rindu atau bahkan sangat rindu, entahlah Luna jadi bimbang. Apalagi peristiwa beberapa minggu lalu membuatnya takut dan trauma keluar rumah.
Ken pernah datang sekali mengatakan jika sebenarnya Joshua sudah memata-matai nya sejak di New York. Tentu saja hal itu membuat Luna tidak tenang dan syok. Berarti saat Luna dulu tinggal berdua dengan kely di rumah lamanya pria itu juga tahu.
Luna bersyukur joshua sudah di tangkap tanpa tahu jika ken menahan joshua di suatu tempat karena priantah Ben.
"Cean rindu daddy?"
"Didy mom".
"Iya nanti daddy pulang, Cean bisa main lagi sama Daddy ya?".
Cean yang paham hanya bisa mengangguk karena mulutnya penuh dengan pie.
"Nyonya...". Maid datang dengan membawa kotak berukuran sedang dengan pita diatasnya.
"Nyonya ini paket hadiah yang di kirim oleh tuan Ben".
Luna pun berdiri lalu mengambil kotak hadiah itu. Di atasnya tertulis nama si pengiriman.
"Terima kasih, bisa tolong jaga Cean di sini aku mau ke kamar dulu ".
"Baik nyonya"
Luna pun masuk ke dalam rumah dan menuju kamar nya. Duduk di atas ranjang lalu perlahan membuka kotak itu. Luna tertegun melihat isinya .
KAMU SEDANG MEMBACA
PARTY NIGHT [END]
FanfictionHARAB BIJAK MEMBACA 🔞‼️ 18+ Benjamin adison adalah pria badboy yang di gemari oleh banyak kaum hawa, hingga membuat dirinya bisa puas mempermainkan wanita manapun. Namun, suatu malam ia bertemu dengan seorang gadis bernama Luciana karena suat...
![PARTY NIGHT [END]](https://img.wattpad.com/cover/327644788-64-k347482.jpg)