HARAB BIJAK MEMBACA 🔞‼️
18+
Benjamin adison adalah pria badboy yang di gemari oleh banyak kaum hawa, hingga membuat dirinya bisa puas mempermainkan wanita manapun. Namun, suatu malam ia bertemu dengan seorang gadis bernama Luciana karena suat...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Luna sedang berdiri di depan cermin menatap dirinya yang baru saja selesai merias diri. Mengelus perut buncit nya yang sudah membesar dengan lembut. Tadi saat bangun dari tidur siang, seorang pelayan membawakan kotak berisi gaun untuk nya.
Luna bingung untuk apa gaun ini dan ternyata Ben yang mengirimkan dan harus di pakai sebelum pria itu pulang. Awalnya Luna merasa aneh dengan permintaan Ben kali ini tapi Luna tetap menurut dan memakai gaun pemberian suami nya.
"Apa Ben akan mengajak ku makan di luar?".
"Tapi aku pikir ini masih terlalu awal untuk makan malam". Luna menoleh ke arah jam yang menunjukkan pukul 14:10.
Setelah bersiap Luna pun memutuskan untuk keluar kamar dan hendak ke kamar Cean untuk melihat balita itu. Namun...
"Nyonya apa yang anda lakukan di sini?". Tanya seorang maid yang terlihat gugup. "Emm..maksud saya, jika anda butuh sesuatu tinggal panggil saya saja nanti saya akan ke kamar anda nyonya".
Luna terlihat bingung dengan tingkah pelayan itu, biasa nya mereka tak mempermasalahkan dirinya keluar atau tidak.
"Aku hanya ingin melihat Cean".
"Ah..anu nyonya...Tuan muda sedang bersama kely di..di-di luar, jadi anda sebaiknya menunggu di kamar saja". Maid itu sudah berkeringat karena menahan gugup.
"Tapi aku..."
"Iya nyonya sebaiknya anda masuk saja nanti panggil kami saja jika butuh sesuatu". Untuk pertama kalinya, para maid menarik Luna masuk kembali ke kamar dan menutup pintu. Mereka merasa sangat kurang ajar pada majikannya.
"Ayo cepat". Bisik maid itu menyuruh temannya bergegas melakukan pekerjaan.
Luna yang berada di dalam kamar tampak bingung. Tak ada yang bisa dia lakukan di sini. Dia ingin Cean tapi anak nya itu ada di luar bersama kely. Menonton pun terasa membosankan. Luna kembali ke ranjang dan duduk di pinggir nya memainkan ponsel. Tidak ada yang seru di ponsel, andai saja bisa menelpon Ben dia mungkin tak akan terlalu bosan.
Kira-kira apa yang sedang pria itu lakukan sekarang?, apa sudah makan siang atau belum. Luna pun hanya melihat online Shop di ponselnya. Dirinya kembali menguap karena bosan berada di kamar.
"Eh..."
Luna menyimpan ponselnya di nakas lalu berdiri dan berjalan ke arah balkon. Menggeser pintu kaca lalu keluar. Dari atas sini Luna bisa melihat sebuah mobil mewah sudah terparkir di halaman rumah.
"Itu mobil Ben!" Senang Luna handak beranjak dari tempatnya. Tapi dirinya terhenti saat melihat sesuatu yang menyayat hati.
Wanita?
Mengapa suaminya turun bersama seorang wanita dan-- apa wanita itu hamil?, karena Ben terus menyentuh perut wanita itu.
"Brengsek!". Dengan emosi Luna melangkah ke arah pintu yang ternyata di kunci dari luar. "Buka!, pelayan buka pintu nya!". Luna berteriak tapi tak ada yang mendengar nya. Luna menoleh ke sekeliling kamar melihat sesuatu yang bisa dia gunakan. Luna mengambil miniatur berbahan kaca dan langsung memecahkan nya di lantai. Bukan hanya 1 tapi 4 miniatur yang ada di kamar semua Luna pecahkan.