47. Kembali ke washington🌙

871 46 2
                                        

HAPPY READING 🌙

Pagi ini semua keluarga telah berkumpul di bandara untuk mengantar kepergian Ben dan Luna. Calvin dan Selena juga ikut, seminggu lagi mereka akan berbulan madu jadi masih punya waktu untuk melihat sahabatnya pergi.

"Kau benar tidak ingin menetap di New York saja?". Ucap Selena sedih karena sahabatnya akan pergi lagi.

"New York dan Washington DC Hanya 1 jam menggunakan pesawat, kita bisa saling mengunjungi". Ucap Luna.

"Tetap sana jauh, aku ingin sering bertemu masa harus naik pesawat dulu" . Selena benar-benar sedih.

Riana dan Carlota juga sedih karena Luna sedang hamil tapi mereka tidak bisa ada di samping bumil itu.

"Maaf ya".

"Baiklah aku maafkan, tapi setelah kau melahirkan kita harus pergi liburan bersama nanti".

"Okey, janji cepat hamil agar kita bisa liburan dengan anak-anak kita hehe". Ujar Luna .

Ben dan Calvin saling tatap melihat kelakuan dua wanita itu. Ben pun mendekat dan berbisik ke telinga sahabatnya.
"Main setiap hari biar cepat, jadi selena juga hamil dalam waktu dekat". Saran Ben.

"Benar juga". Ucap Calvin senang.

Abraham mendekat dan langsung memeluk putrinya. Dia masih tidak rela jika Luna tetap ingin tinggal di Washington.  Mau bagaimana lagi, Ben juga bekerja di sana dan Luna tidak ingin berpisah dengan suami nya.

"Daddy harap kau selalu bahagia,  jaga kesehatan mu jangan terlalu lelah".

"Iya dad, terima kasih aku menyayangi mu". Luna dan abrahan berpelukan, lalu dia juga memeluk Tom yang tengah menggendong Cean.

"Terima kasih dad sudah jaga Cean kemarin". Ujar Luna pada Tom. Cean memang sempat di bawah ke perusahaan oleh Tom karena Luna, Riana dan Carlota pergi ke spa kemarin.

"Tidak masalah, dia balita yang pandai" 

"Jika kau menginginkan sesuatu yang tidak ada di wahsington, kau bisa beritahu mommy ya". Ujar Carlota.

"Iya mom"  keduanya berpelukan.

Sungguh di tengah kehangatan ini ada sesuatu yang mengganjal di hati Luna. Selamat semunggu lebih di New York,  Luna merasa nyaman dan rasa trauma nya tidak muncul lagi. Tapi tetap saja dia masih berlum memutuskan akan kembali atau tetap di Washington saja.

Setelah berpamitan, Ben pun membawa anak dan istrinya memasuki pesawat. Luna juga terlihat lelah dan memilih untuk tidur selama perjalanan, jadi Ben yang menjaga Cean agar tidak mengganggu sang istri.

******

Washington DC

Pagi ini cuaca tampak cerah, burung berkicau di luar. Matahari menyinari kota yang sudah tampak ramai dengan aktifitas manusia.

Seorang wanita cantik memakai dress blue menuruni tangga dengan pria yang telah rapi di belakang nya.
Mereka turun untuk sarapan bersama.
Ben menarik kursi untuk sang istri lalu menarik kursi untuk dirinya sendiri.

PARTY NIGHT [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang