HARAB BIJAK MEMBACA 🔞‼️
18+
Benjamin adison adalah pria badboy yang di gemari oleh banyak kaum hawa, hingga membuat dirinya bisa puas mempermainkan wanita manapun. Namun, suatu malam ia bertemu dengan seorang gadis bernama Luciana karena suat...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Luna telah siap dengan dres floral nya yang cantik. Hari ini keluarga kecilnya berencana akan melakukan piknik di dekat danau yang ada dibelakang rumah. Halaman di belakang rumah masih sangat asri dan bersih.
Setelah siap dengan pakaian pikniknya, Luna pun keluar dari kamar menuju lantai satu. Di ruang tamu, Ben dan Cean telah siap dengan baju casual mereka. Keduanya memakai kacamata hitam dan terlihat sangat keren.
"Kalian sudah siap?".
"Yes mommy." Ucap keduanya.
"Baik ayo kita pergi."Luna mengambil keranjang berisi cemilan dan juga alas untuk mereka duduk nanti.
Mereka berjalan ke belakang rumah dan cuaca sangat mendukung pagi ini, sangat cerah dan matahari belum terlalu terik.
Ben menurunkan Cean untuk berlari sedangkan dirinya membantu sang istri menggelar tikar untuk duduk. Mereka berada di bawa pohon yang rindang.
Luna mengeluarkan semua cemilan dari keranjang. "Mau buah?".
"Boleh".
Ben dan Luna duduk berdua sambil mengawasi Cean yang asik berlari memainkan bola di rumput.
"Terima kasih." Ben mulai memakan buah anggur dengan nikmat. Luna juga memakan cake yang Ben beli.
"Ben..."Luna menoleh ke sang suami.
"Hmm?".
"Selena menghubungi ku kemarin, katanya bulan depan dia akan menikah apa itu benar?". Luna hanya memastikan apakah sahabatnya itu bohong atau tidak.
"Benarkah?, Calvin belum memberi tahu ku.". Ben juga terkejut mendengarnya.
"Iya, aku hanya ingin memastikan."
"Nanti aku telepon Calvin untuk memastikan, jika benar itu artinya kita harus ke New York kan?." Ujar Ben.
Luna terdiam saat Ben mengatakan jika mereka harus ke New York. Jujur saja Luna belum siap ke kota kelahirannya itu. Banyak kenangan yang kurang baik dia rasakan saat di New York. Dia sudah merasa nyaman di Washington.
Ben terdiam melihat respon Luna . Mungkin saja istrinya itu masih belum mau ke New York karena mengingat perilakunya dulu.
Baiklah kalau begitu sebentar malam Ben akan membujuk sang istri, semoga saja Luna ingin berubah pikiran dan bersedia datang ke New York untuk menghadiri pernikahan Calvin dan selena.
"Ada apa?."tanya Ben.
"Eh...tidak ada."
Cup
Ben mengecup kening Luna dengan lembut. "Jangan banyak berpikir."
"Lihat! Cean semakin lincah berlari." Keduanya mengamati Cean yang kadang jatuh saat mengejar bola. Tak lama Cean berlari ke arah mereka dan duduk di depan Ben.