semua orang berlomba-lomba untuk melupakan masalalu tapi tidak denganku
Bagaimana jadinya jika kamu melupakan masalalumu, melupakan seseorang yang pernah hadir dalam hidupmu bahkan melupakan kenangan yang terjadi bersamanya
Angel merasa ada sesuatu...
Bagi yang belum tau, cerita ini adalah lanjutan dari ceritaku sebelumnya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jadi kalau kalian mau baca cerita ini aku saranin untuk baca cerita sebelumnya dulu ya
Tapi kalau kalian mau langsung bacapun, ya nggak masalah
Latar waktu dari cerita ini dan cerita sebelumnya berjarak sekitar 4 tahun
Cast bakalan ada seiring berjalannya cerita
So! Happy reading...
***
"dangsin-eun jeongmallo gal geos-ibnida?" angel bertanya kepada sahabatnya [Kamu akan benar-benar pergi]
"gwajanghaji masibsio" jawab wanita yang menjabat sebagai sahabat angel [Jangan berlebihan]
"Kholiah, dangsin-eun naega dangsin ioeui chinguga eobsdaneun geos-eul algo issseubnida" angel tidak berbohong, memang satu-satunya teman yang dia miliki adalah kholiah [Kholiah, kamu tahu bahwa aku tidak punya teman selainmu]
Selain karena mereka yang sama-sama berasal dari Indonesia, angel juga sangat nyaman berteman dengan kholiah
"Oh ayolah, kalau kau ingin, kau bisa berteman dengan mereka" benar apa yang kholiah katakan, bukan orang-orang yang tidak mau berteman dengan angel, tapi angel yang selalu menolak orang-orang untuk menjadi temannya
"Tidak, aku mau kau yang menjadi temanku" kekeh angel
"Yasudah! Kalau begitu kau ikut saja pulang ke Indonesia bersamaku" kesal kholiah pada akhirnya
"Sebentar, aku minta izin papa telebih dahulu" kata angel yang langsung membuka handphonenya untuk segera menghubungi papa-nya
Kholiah mengembuskan nafasnya kasar 'jika terus seperti ini aku bisa ketinggalan pesawat' batin kholiah
"Sudah, boleh katanya" ucap angel setelah memutuskan sambungan telepon bersama papa-nya "tapi"
"Apalagi si"
"Bisakah kita menunggu untuk penerbangan selanjutnya saja" kata angel dengan senyuman "aku tidak punya tiket" cicitnya pelan
"Ini" kata kholiah memberikan tiket pesawat dan passpord milik angel "aku tau ini semua akan terjadi, jadi aku menelpon papa-mu dan meminta izin untuk membawamu pulang ke Indonesia bersamaku" ucap kholiah menjelaskan
"Kenapa nggak bilang dari tadi" kesal angel
"Sudahlah, yang penting sekarang kau sudah ada passpord dan tiket pesawat" kholiah menjeda ucapannya "jadi bisakah kita berangkat?" Pertanyaan kholiah diangguki angel
Butuh waktu 7 jam pesawat mereka sampai di bandara jakarta (indonesia) dari bandara seoul (korea selatan)
"Rasanya seperti aku baru pertama kali-nya menginjakkan kakiku di indoesia" kata angel dengan semangat-nya