Happy reading ❤️🔥
^^^
Langit malam terlihat lebih gelap dari biasanya dan hembusan angin terasa begitu riuh hingga membuat pepohonan di area rehabilitasi bergerak mengikuti arah angin.
Kaki jenjang Nabella melangkah keluar kamar untuk pergi ke kamar mandi di lorong paling ujung dari kiri kamarnya. Dia terbangun dari tidur nyenyaknya ketika area perutnya begitu terasa sakit, seperti diremas-remas.
Disisi lain, Atlas meringkuk di atas kasur. Dadanya terasa sesak hingga membuat pria itu kesulitan bernapas. Jantungnya berdebar sangat kencang, tubuhnya berkeringat serta badannya bergetar hebat.
Atlas berteriak seraya memegang kepalanya dengan kuat.
Kepalanya seperti terhantam batu besar. Rasa sakit di tubuhnya yang muncul secara bersamaan membuat Atlas benar-benar tidak kuat.
Pria itu berusaha turun dari kasur dengan tubuhnya yang tremor, tangan nya mencoba meraih lemari yang hanya beberapa langkah di depannya. Namun karena tubuhnya yang tidak kuat untuk berdiri, Atlas merangkak mendekati lemari.
Atlas kembali berteriak ketika kepalanya kembali berdenyut sakit, tubuhnya kembali meringkuk di lantai dingin.
"Bunda tolong…" Rintih Atlas hingga air matanya terjatuh
Dia berusaha untuk menahan dirinya sendiri agar tidak mencari sabu dan sejenisnya di lemari pakaian. Ketika seseorang mengalami gejala sakau, mereka akan sangat amat kecanduan terhadap narkoba dengan tingkatan lebih tinggi. Butuh keyakinan dan dorongan pada diri sendiri juga untuk bisa sembuh dan terbebas dari narkoba.
Itu mengapa rata-rata ketika seseorang mengalami sakau, mereka akan tidak kuat hingga berakhir kembali mengkonsumsi atau bahkan bisa menjadi mengedar. Karena rasa sakitnya yang luar biasa, bikin mereka lebih memilih untuk mati daripada merasakan rasa sakit putus obat.
Atlas bangkit dengan susah payah, emosinya benar-benar tidak bisa terkontrol lagi. Dia mulai melempar dan menendang apapun yang ada di depannya.
"Aaakhhh sialan!"
Dengan tangan yang tremor, jantung yang berdetak cepat, nafas yang tidak beraturan, Atlas melempar semua benda sambil sesekali pria itu memukul kepalanya dengan kuat agar rasa sakitnya menghilang.
Brak
"Atlas"
Suara lembut penuh kekhawatiran membuat tangan Atlas mengambang di udara seraya memegang krusifiks korpus yang akan dilempar.
"Sakit…sakit Bella" Adunya seraya menangis menahan rasa sakit yang terus menerus menghantam seluruh tubuhnya.
Nabella dengan cepat memeluk pria itu hingga terduduk di atas lantai dingin.
"Mana yang sakit hmm" Tanya Nabella tanpa sadar matanya berkaca-kaca.
Atlas menjatuhkan kepalanya di atas pundak Nabella dan tangannya melingkar di pinggang ramping perempuan itu. "Kepala aku sakit, dada aku sesak, Bella semuanya sakit…"
Nabella mengelus kepala Atlas dengan lembut. Berharap rasa sakit di kepala pria itu menghilang.
Malam ini hujan turun dengan deras, angin berhembus kencang. Di kamar yang sunyi serta keadaan kamar yang sedikit berantakan. Tepat di jam 02.30 setelah 4 jam Atlas akhirnya tertidur dalam pelukan Nabella, begitupun pada perempuan itu. Nabella juga tanpa sadar ikut tertidur seraya setia memeluk Atlas sembil menyandar pada pinggir kasur.
^^^
"Nana"
Nabella dan Atlas berbalik ke arah suara yang terdengar dari arah belakang mereka.
"Mas Zidan, ada apa?" Tanya Nabella seraya menarik kedua ujung bibirnya menimbulkan senyum tipis
"Emm…aku pengen ngomong sesuatu sama kamu Na. Kalau nanti sore kamu sibuk nggak?"
Nabella mengerutkan keningnya bingung "Nggak, mau ngobrol dimana?"
Mimik wajah Zidan berubah senang "Ah di taman aja deh biar kamu nggak terlalu jauh buat balik ke kamar"
Nabella mengangguk "Ada yang mau mas Zidan omongin lagi?"
Zidan menggeleng "Nggak ada, kalau gitu silahkan kembali bekerja Nana. Semangat" Tangan Zidan mengepal di udara
"Iya, mas Zidan juga semangat kerjanya" Nabella memberikan senyum sedikit lebih lebar "Kalau gitu kita permisi mas"
Zidan mengangguk sambil membalas senyum Nabella. Pria itu merasa senang ketika Nabella tidak menolak ajakannya. Namun berbeda dengan Atlas yang sudah mendatarkan wajahnya sedari tadi, moodnya langsung berubah sangat buruk.
^^^
"Sebelumnya kamu sudah melakukan aktivitas rutin seperti olahraga, keagamaan, sosialisasi kelompok, dan melakukan aktivitas lainnya seperti hobi. Dan sekarang kamu bisa melakukannya lagi dengan tujuan yang lebih kuat. Tekadkan dalam diri kamu bahwa kamu akan terlepas dari pengaruh narkoba dan berhenti menggunakannya" Jelas Paul seraya menatap Atlas lalu sedikit melirik Nabella yang berada di belakang Atlas
"Saya percaya dan yakin bahwa kamu bisa sembuh dengan cepat. Jika kamu punya keyakinan yang kuat, yang kamu tanamkan dalam diri kamu, saya percaya kamu akan segera sembuh" Paul menatap Atlas begitu hangat layaknya seorang ayah yang sedang menatap anak laki-lakinya "Atlas banyak orang-orang yang mendukung kamu untuk sembuh, termasuk saya. Jadi jangan patah semangat, rasa sakit yang kamu rasanya sekarang akan mendapatkan keberhasilan yang tidak ternilai" Sambung Paul sambil mengungkapkan dukungannya pada Atlas.
Pau mengalihkan tatapannya ke arah Nabella "Nabella, mulai sekarang tolong kamu jaga pola makan Atlas. Usahakan untuk banyak makan sayur dan buah-buahan, dan jangan lupa untuk banyak minum air putih. Olahraganya juga bisa ditambah, Atlas bisa mengikuti olahraga senam, lari atau olahraga lainnya." Paul kini beralih menatap Atlas "Kamu juga bisa mengalihkan rasa sakit yang kamu rasain dengan melakukan aktivitas seperti hobi, seperti menggambar, berenang atau hal lainnya untuk mengalihkan rasa sakit dan mengalihkan rasa candu akan narkoba yang menggebu-gebu dalam diri kamu"
"Iya dokter" Balas Nabella sambil mengangguk mengerti
"Dan juga seminggu sekali, Atlas harus melakukan rutinitas pengecekan kesehatan. Agar saya bisa tahu perkembangan kesehatan Atlas serta saya bisa menentukan dosis obat yang harus diminum sesuai gejala sakau yang Atlas rasakan"
"Iya dok"
"Kalau begitu pengecekan hari ini selesai. Saya harap kamu bisa segera pulih" Ujar Paul kembali pada Atlas dengan sangat tulus
Sedari awal perbincangan, Paul terus memberikan keyakinan serta mendukung untuk Atlas. Karena jika seseorang mulai meyakinkan dirinya untuk sembuh dari narkoba, mereka akan sangat butuh dorongan dari diri sendiri dan juga orang-orang di sekitarnya. Karena support system dari orang-orang terdekat sangat dibutuhkan bagi para pecandu yang ingin terbebas dari kebiasaan buruk tersebut. Dan pengaruhnya begitu besar.
Maka dari itu ketika ada seseorang yang kecanduan akan narkoba, jangan tinggalkan dia. Tapi dekati dan tuntun dia untuk keluar dari lubang hitam, dorong dia dengan dukungan agar dia memiliki kemauan yang besar untuk berubah.
Itu juga yang dilakukan Paul dan Nabella. Mereka sama-sama membantu serta mendorong Atlas untuk keluar dari penggunaan narkoba.
Hidup Atlas masih panjang, maka dari itu Paul sangat mendukung ketika Nabella datang meminta padanya untuk membantu Atlas. Paul sempat dipindahkan ke tempat rehabilitasi di tempat lain, maka dari itu dia tidak tahu menahu tentang Atlas yang ternyata secara diam-diam mengkonsumsi narkoba kembali.
Paul merupakan salah satu dokter senior, dia sudah banyak menangani kasus dimana seseorang melakukan rehabilitasi namun kembali akan kecanduan obat, yang berakhir kematian. Maka dari itu Paul tidak ingin Atlas mengalami hal yang serupa dengan pasien-pasien sebelumnya. Karena Paul yakin bahwa hidup Atlas masih sangat panjang dan pria itu bisa meraih kebahagiaan yang lebih baik.
^^^
Jangan lupa vote dan komen
Sampai bertemu di part selanjutnya
Bye
Next
KAMU SEDANG MEMBACA
ATLAS (TERBIT)
Novela Juvenil☠️WARNING : TYPO BERTEBARAN 📍Cerita ini sudah terbit! 📍Novel tersedia di Gramedia dan semua E-commerce! Menceritakan kehidupan Atlas Guallin Dexter, seorang anak tunggal yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba dan tindakan pembunuhan bere...
