Haii
Gimana kabar kalian??
Setelah baca Atlas dengan ending yang mungkin membuat kalian terkejut dan tidak sesuai ekspektasi, aku tau kalian mungkin sangat kecewa.
Part ini sebenarnya udah ada di draf, jadi aku ga ngubah apapun di part ini dan satu part yang mungkin akan menjadi ending di cerita Atlas.
Aku harap kalian memaklumkan apa yang aku sajikan di dua part terakhir
Selamat membaca teman-teman
^^^
Setelah Luna sadar dari koma serta Doni yang meminta maaf seraya menjelaskan semua kejadian dan kebenaran pada Luna. Kini keduanya telah berbaikan, Luna memaafkan Doni meski kepercayaan pada Doni menurun, namun Doni tidak masalah asal Luna tidak pergi dan berniat berpisah dengannya. Doni akan berusaha untuk mengembalikan kepercayaan Luna padanya, seperti saat ini Doni memilih untuk menyelesaikan pekerjaanya di ruang inap Luna. Doni bahkan tidak meninggalkan Luna sedikit pun, jika ingin ke kamar mandi, pria itu akan memberitahukan Luna. Doni menunjukan sebarapa besar cintanya dia pada Luna, dia bahkan kembali memperlakukan Luna seperti seorang permaisuri, membuat Luna kembali merasa dicintai seperti sebelumnya.
Nabella bersyukur melihat kedua orang tuanya kembali bersama, ketika Luna mengatakan akan berpisah. Jujur, Nabella tidak mau. Bukan karena tidak memahami perasaan sakit Ibu, tapi karena ibu tidak yakin pada keputusan yang diucap, bukan itu yang ibunya inginkan, keinginan itu hanya keterpaksaan Luna yang akan kembali membuat Luna merasakan sakit. Dan Nabella tidak mau hal itu terjadi.
Kini Nabella sedang menggengam tangan Luna seraya bercerita banyak hal yang terjadi dalam hidupnya “Jadi namanya Atlas”
“Iya, ayah udah ketemu sama Atlas waktu ayah datang ke tempat kerja Nana di Jakarta. Ayah setuju dengan hubungan Nana sama Atlas, tapi Nana juga butuh izin dari ibu. Tapi masalahnya setelah menjalankan rehabilitasi, Atlas akan menjalankan hukuman lain. Dia harus dipenjara 18 tahun, dan Nana ragu apa hubungan kita akan berjalan baik-baik aja”
“Nak, sebagai seorang ibu. Ibu hanya ingin melihat Nana bahagia dengan pilihan Nana, tidak peduli bagaimana masa lalunya, asal dia mau berubah menjadi lebih baik dan mau belajar jadi laki-laki yang penuh tanggung jawab dalam hidupnya, itu sudah lebih dari cukup. Ibu akan mendukung apapun yang Nana pilih, karena hidup Nana, itu Nana sendiri yang mengatur dan menjalankan, bukan ibu. Ibu hanya bisa mendukung dan mengingatkan Nana bahwa setiap langkah yang Nana ambil akan punya resiko dan Nana harus siap akan resiko yang terjadi”
“Bagaikan makan es krim, Nana tahu jika Nana makan es krim akan beresiko sakit tenggorokan dan batuk. Disaat itu terjadi Nana harus siap menahan rasa sakitnya karena saat Nana memutuskan makan es krim, Nana sudah tahu resiko terburuknya. Tapi disatu sisi, karena rasa manis es krim membuat mood Nana kembali baik, Nana merasakan manis es krim yang membuat Nana senang dan tidak sedih lagi”
“Begitupun saat Nana yang mengambil keputusan untuk pacaran sama Atlas, ibu ingin Nana siap dengan resiko pacaran sama Atlas, karena sedari awal Nana sudah tahu apa yang akan terjadi kedepannya pada hubungan kalian berdua. Jadi jangan mundur hanya karena alasan yang harusnya Nana sudah tahu dari awal”
Luna tersenyum tipis, tangan kananya terangkat mengusap surai lembut Nabella “Anak ibu sudah besar, sudah tahu mana yang baik dan buruk untuk hidupnya sendiri. Dan tugas ibu dan ayah sekarang hanya bisa mendukung apapun keputusan Nana jika hal itu baik untuk diri kamu sendiri. Sekarang, Nana harus ambil keputusan, ingin berhenti disini atau lanjut dengan resiko yang Nana sudah tau sejak awal, apapun itu”
KAMU SEDANG MEMBACA
ATLAS (TERBIT)
Novela Juvenil☠️WARNING : TYPO BERTEBARAN 📍Cerita ini sudah terbit! 📍Novel tersedia di Gramedia dan semua E-commerce! Menceritakan kehidupan Atlas Guallin Dexter, seorang anak tunggal yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba dan tindakan pembunuhan bere...
