Part 66

90.3K 3.8K 329
                                        

Haiii gaiss

Di part ini semuanya sudah usai

Semua konflik sudah selesai

Jadi

Terima kasih yang sudah membaca cerita Atlas

Sampai jumpa kembali

Berapa ranting untuk cerita Atlas?

Follow ig aku untuk info2 novel Atlas
@nsall_
@Black Swan Books

Byee

Happy reading 💕

^^^

Sudah dua hari berlalu, kepergian Nabella ke Solo membuat Atlas kembali menjadi pria pendiam seperti. Biru bahkan sudah berceloteh tanpa henti, namun Atlas tetap diam tidak menanggapi ucapan Biru. Agam, pria itu juga sudah mengajak Atlas mengobrol, tapi ya Atlas tetap diam dengan pandangan kosong.

“Ayo lah Las, kali ini aja senyum buat gua. Lo emang nggak kasian sama gua yang udah ngomong sampe berbusa, tapi lo malah diem kaya gini” Rengek Biru yang semakin lelah untuk menghibur Atlas

“Kalau nanti Nabella balik, gua harus ngadu kalau bayi beruangnya udah bikin gua capek ngomong. Pokoknya liat aja nanti” Dumel Biru melirik sinis pada Atlas.

Biru menoleh ke arah Agam yang beridiri “Mau kemana?” Tanya Biru

“Tunggu disini, gua mau keluar dulu”

“Ya, tapi mau kemana?”

“Bawel lu dugong”

“Ck! Anjing rabies satu itu. Bikin orang naik darah”

Biru merebahkan tubuhnya diatas rumput-rumput taman, menantap langit yang begitu cerah. Terkadang dia bertanya-tanya, kenapa namanya Biru Langit. Apa segitu Ibu tidak ingin memiliki anak? Mau benci tapi susah. Dia cukup membenci ayahnya yang berengsek saja, ada bagusnya juga dia mengadu bahwa selama ini dia mengkonsumsi karena sang ayah. Jadi sekarang pria itu dipenjara. Dan apakah bisa Biru berharap bahwa dia tidak akan bertemu lagi dengan ayah.

“Suram” Guman Biru seraya memiringkan posisi tidurnya menghadap Atlas yang sibuk menatap dua gelang di pergelangan tangan kanan “Ngeri kesurupan beneran” Gumamnya kembali seraya menatap pohon mangga yang cukup besar yang berada tak jauh dari mereka.

“Atlas, lo jangan sampe kesurupan ya. Susah ngeluarinnya, cuman bisa sama Nabella, masa iya gua bacain ayat kursi. Yang ada setan dalam diri lu bengong liat gua” Celetuk Biru dengan ke randomannya.

Tidak lama kemudian Agam datang dengan membawa kamera instax mini berwarna putih. “Ayo bikin banyak momen hari ini, sebelumnya kita udah punya beberapa foto bareng. Tapi hari ini, gua pengen punya banyak foto bareng kalian” Ujar Agam dengan wajahnya yang serius

Biru memincingkan tatapannya ke arah Agam “Ayo lah gasken” Teriaknya mimik wajahnya berubah antuasias, dia bahkan langsung berdiri

“Ayo Las, kapan lagi lu punya foto gua yang ganteng” Ujar Biru dengan tingkat kepercayaan dirinya yang tinggi.

Atlas membuang nafas panjang, lalu dia berdiri dan tersenyum tipis ke arah Biru. “Walah… gokil” Gumam Biru dengan eskpresi melongo

“Siapa yang pegang…lu?” Tanya Biru seraya menunjuk Agam “Goblok! Ini kan ide gua, kalau gitu gua mending foto aja sendiri, nggak ngajak lo” Kesalnya

ATLAS (TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang