1 ; 🌷

541 42 0
                                        

˚ ༘♡ ·˚꒰ Happy Reading ꒱ ₊˚ˑ༄






Tint tint

Suara klakson motor Joshua yang sudah siap didepan rumah Jisa. Hari ini seperti biasa, Jisa selalu berangkat ke sekolah bersama sang pacar.

"Selamat pagi tante," Sapa Joshua ramah ketika melihat ibunda Jisa yang sedang menyirami tanaman depan rumah.

"Pagi juga, shua udah sarapan belum? Tante ada buat roti isi tuh di dalem."

"Udah kok tan, aman!" Joshua tertawa.

Lalu tak lama Jisa keluar dari rumah dengan seragam yang sudah rapi.

"Jisa sarapan dulu!" Peringat Ibunya.

"Udah siang mah, Jisa bawa aja!"

Lalu setelah berpamitan pada Ibunda Jisa kini mereka berdua siap berangkat ke sekolah.

"Kamu cantik banget hari ini!" Kata Joshua di motor melirik Jisa lewat spion.

Jisa tertawa "jangan gitu! Nanti kalo aku salting gimana?!"

"Gapapa dong, salting pipi nya merah nanti aku cium,"

"Heh!"

Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai disekolah. Mereka berdua turun dari motor dan berjalan layaknya pasangan seperti biasa.

Mereka dengan santainya malah berpegangan tangan saat berjalan di Koridor. Toh semua orang juga tau kalo Joshua itu pacar Jisa.

Jadi ya mereka santai aja kalo uwu di depan umum.

"Dimakan rotinya," Ucap Joshua.

"Kok kamu tau aku bawa roti?"

"Iya dong aku kan tau segalanya tentang kamu~" Joshua malah ngeledek.

Jisa membalas menyenggol lengannya.

"Nanti latihan gak?" Kini Jisa yang bertanya.

Joshua mengangguk "iyaa dong, besok kan tandingnya sayang."

"Semangat pacar aku! Kamu pasti menang!"

Joshua yang melihat itu gemas rasanya ini mau dimakan aja bisa ga sih?!

"Sayang ga boleh gemes gemes kalo di depan umum, nanti cowo cowo tertarik sama kamu kan aku yang repot,"

Adik kelas mereka yang mendengar ucapan Joshua hanya iri melihat Jisa.

"BAJIGUR GUE MAU COWOK CEM KAK JOSHUA!" teriak adkel yang lewat.

Jisa tertawa "tuh yang ada mah kamu yang di sukain!"

Tak berasa akhirnya mereka sampai di kelas Jisa. Mereka harus berpisah disini.

"Jangan lupa di makan ok? Nanti istirahat aku beliin susu."

Jisa tersenyum dan mencubit pipi Joshua gemas.

"Okei sayang!"

Lalu mereka berdua berpisah dan Jisa masuk ke kelasnya.

"Hem... Mata gue sakit melihat uwu uwu!" Kata Jean saat Jisa duduk disampingnya.

"Aduh orang satu ini suka gak ngaca yah," Balas Jisa.

Mereka berdua tertawa.

"Besok lo nonton kan? Gue gak mau sendiri kayak anak ilang," Kata Jean.

"Nonton dong, ayang gue tanding masa gue gak dateng? Nanti malah ayang gue gak semangat."

"Hilih bulol anjir!" Jean menyenggol lengan Jisa.

Lalu Bel berbunyi menandakan pelajaran pertama siap dimulai.

"Jadi sekian dari ibu, jangan lupa tugas nya minggu depan ya!"

"Iyaaaa buuuuu,"

"Ya kalian boleh istirahat," Lalu guru yang tadi mengajar pun keluar.

"Kantin yuuk!" Ajak Jean.

"Pasti mau ngebucin nih ama Wonwo,"

"Ih suka ga ngacaa. Ayo dah cepet," Lalu Jean menarik tangan Jisa keluar.

Mereka berdua pun menuju ke kantin.

"Bebi!!" Jean langsung berlari saat melihat Wonwoo yang duduk bersama Joshua.

"Mulai," Kata Joshua.

Jean dan Wonwoo tak menggubris mereka malah sibuk suap suapan.

Jisa datang dan duduk disebelah Joshua.

"Nih susu nya cantik," Joshua memberikan sebuah susu kotak coklat.

"Makasih, kamu mam apa?" Jisa kepo.

"Soto sayang, kamu mau?"

Jisa mengangguk.

"Aku beliin atau kita barengan?"

"Barengan aja aku males ngantri."

"Aku yang beli sayang," Kata Joshua.

Jisa menggeleng "gamau."

Lalu Joshua pun mengangguk dan memberikan sotonya pada Jisa.

"Hambar banget shua!"

Wonwoo dan Jean pun tertawa.

"Gimana ga hambar jis, dia kan gabisa makan pedes," Kata Wonwoo.

Jisa tertawa sementara Joshua hanya sabar.

"Pake sambel ya sayang?" Tanya Jisa memohon.

"Terserah kamu aja lah sayang, aku udah kenyang."



















Si paling bucin bapak Joshua 🤣

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Si paling bucin bapak Joshua 🤣

Basketball Diaries Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang