˚ ༘♡ ·˚꒰ Happy Reading ꒱ ₊˚ˑ༄
Hari ini jadwal mereka cukup padat. Mereka akan berbelanja kebutuhan seperti sabun makanan dan lain-lain untuk di Aussie nanti.
Tin tin
Jisa keluar dari rumah setelah pamit kepada bundanya. Ia hanya memakai pakai santai kali ini karena mereka hanya berbelanja bukan ngedate.
"Tumben pakai mobil," Kata Jisa duduk di sebelahnya.
"Mau bawa barang banyak takut kamu capek kalo naik motor," Balas Joshua.
"Hem."
"Pakai salbetnya sayang, ntar ada polisi gimana?"
"Oh iya."
Setelah itu mereka pun berangkat ke tempat tujuan. Pertama mereka akan berbelanja bahan makanan dan jajan terlebih dahulu.
Setelah sampai mereka masuk ke dalam pusat perbelanjaan. Selayaknya orang pacaran mereka selalu bergandengan.
Mereka mengambil salah satu troli yang besar lalu mendorongnya.
"Udah di list apa aja yang mau dibeli?" Tanya Joshua mendorong troli didepannya.
Jisa mengangguk sambil melihat catatan di HP nya.
"Cabe beli gak sayang?"
"Emang gak layu ya dibawa pergi jauh?"
Joshua menggeleng tak tahu "mana aku tau. "
"Yaudah beli cabe bubuk aja."
Lalu mereka beralih ke per mie an. Mengambil mie cukup banyak dengan berbagai varian rasa.
"Capek nggak?" Tanya Jisa.
"Ngga kan didorong bukan diangkat sayang," Kata Joshua gemas.
"Ya siapa tau."
Setelah semua terbeli ternyata belanjaan mereka cukup banyak. Mereka menuju ke kasir lalu membayarnya.
Setelah dibayar mereka membawa belanjaan menggunakan troli sampai depan seperti orang pada umumnya dan kembali ke mobil.
Jisa menggelap keringat yang ada di kepala Joshua. Jelas hal tersebut membuat okum Joshua salting.
"Kalo capek tuh bilang sayang," Kata Jisa masih sibuk mengelap keringatnya.
Joshua tertawa.
Mereka lanjut ke mall sekarang. Mau lihat lihat baju sapa tau kecantol tinggal beli deh.
Mereka berjalan mengelilingi mall. Mereka masuk ke salah satu store baju langganan Jisa.
"Bagus nggak?" Tanya Jisa memperlihatkan crop top bertali.
Joshua menggeleng.
"Kok?!? Padahal bagus loh model kaya gini lagi trend!"
"Jangan pakai baju terbuka gitu aku nggak suka.."
Jisa gemas sendiri pengin masukin Joshua ke karung.
"Tapi lucu babe,"
"Bole ya?" Jisa menampilkan puppy eyesnya.
Mau tak mau Joshua harus mengiyakan jika tidak juga bisa bahaya Jisa bakalan ngambek seharian dan badmood yang membuat Joshua pusing sendiri.
"Tapi pakainya kalo di rumah aja," Joshua memperingati.
"Yah tujuan aku beli tu buat di pamerin Shuaaaa."
"Boleh pakai kalo pergi asal perginya sama aku titik."
"Oki doki! Thanks baby," Jisa memeluk Joshua.
Setelah membeli baju Jisa sekarang mereka berdua meluncur ke toko baju laki laki.
"Bantuin pilih aku bingung," Ucap Joshua.
"Ini keren!" Jisa mengambil salah satu kaos berwarna cream.
"Warnanya hitam aja ada nggak?
"Kamu tuh baju hitam putih udah banyak! Coba beli warna lain," Kesal Jisa.
Pasti emang begini kalo Joshua nyari baju selalu warna hitam atau putih. Jisa yang lihat risih sendiri jadinya.
"Yaudah yang itu aja," Akhirnya mereka memilih baju warna cream tadi.
Setelah berbelanja baju mereka istirahat dan makan di food court. Memesan mie ramen dan sushi.
"Kamu nggak mau bilang ke Jean?" Tanya Joshua tiba tiba.
"Kamu udah bilang ke wonwoo kah?!?!" Jisa malah nanya balik.
Joshua menggeleng.
"Mending kasih tau dari sekarang, kalo ngasih taunya pas mau berangkat malah bikin mereka sedih. Lebih tepatnya Jean sih kalo Wonwoo mana mungkin," Jelas Joshua.
Jisa berpikir sejenak. Ada benarnya juga. Tapi jujur ia masih takut. Takut Jean akan marah dan ngambek.
"Tapi aku takut... Takut Jean marah."
"Ya maka dari itu kasih tau dari sekarang supaya bisa ngabisin waktu sebelum kita berangkat."
"Kalo Jean marah gimana?"
"Kamu jangan nethink dulu sayang," Joshua meyakinkan.
"Enak nya ngasih tau kapan?"
"Sekarang juga gapapa."
"Hah lewat telepon?"
"Ajak Jean sama Wonwoo kesini."
Jisa mengangguk lalu mencoba menelpon Jean.
"Halo dengan Jean dimari siapa disana?"
Jisa tertawa "gausah drama je."
"Ketawa lagi lo!" Ada apa hem?"
"Lo lagi dimana je?"
"Sama ayang gue kenapa? Mau ikutan jadi nyamuk?"
"Dih ogah! Sini ke mall ajak wonu juga,"
"Lah lo mau jadi nyamuk beneran? Ngapain wonu diajak."
"Ada Joshua juga Jeannnn" Jisa sabar.
"Oalah! Bentar gue tanya orangnya dulu mau nggak."
"Bebi mau ke mall nggak? Double date ama 2jisoo??" Tanya Jean pada Wonwoo
"Ayo aja."
"Utiwi Jis!"
"Oke gue tunggu ya! Awas kalo lama."
"Sip! "
Tut
Pangggilan berakhir.
Kangen kapal ini pwis 😔😔☝❤, jangan lupa vote comment ya! Bentar lagi end ges :)
KAMU SEDANG MEMBACA
Basketball Diaries
Historia CortaIni tentang Joshua si ketua basket yang bucin angkut sama Jisa si ketua dancer. (Short Story)
