Jangan kaget sama judul.
Happy Reading !
Hari keberangkatan pun tiba. Mereka akan terbang nanti malam. Tapi Jean pagi pagi buta sudah stand by di rumah Jisa.
"Astaga je! Gue baru bangun lo udah disini aja!" Kaget Jisa.
Jean sedang tiduran santuy di kasurnya sambil memainkan HP nya.
"Serah gue lah!"
"Gak bucin lo?" Tanya Jisa heran.
"Gue bukan lo yang tiap menit harus sama pacar!"
"Idih idih! Apaan!"
"Banyak amat koper lo," Kata Jean.
"So tau deh."
"Koper lo dibawah gue tadi pagi liat btw."
Jisa menyengir.
"Sedih gak sih lo je ditinggal gue?"
"Gak."
"Gausah sok malu malu gitu lo pasti bentar lagi mewek," Ledek Jisa.
"Lo kali yang mewek mau segala ninggalin gue, disana gada yang mau temenan sama lo ji. Cuman gue yang bisa jadi temen curahan lo."
"Aduh terharu dedek," Jisa tertawa.
"Najes! Mandi sono," Suruh Jean.
"Emang lo udah?"
"Udah lah gue mah rajin."
"Jean lo hari ini pms kah? Sensi banget buset. "
"Ya gara gara lo si!"
Jisa tertawa lalu kembali tiduran disebelah Jean. Mereka berdua sama sama diam sambil menatap langit kamar.
"Ini terakhir kalinya gue tiduran dikamar lo," Celetuk Jean.
Jisa tertawa "apaan si je, lo boleh kapan aja nginep disini temenin bunda gue pakai kamar gue sepuas hati lo."
"Tetep aja kalo gada lo semuanya hampa."
Mereka berdua diam.
"Jangan buat gue mewek lagi deh Je, gue jadi gak tega ninggalin lo."
"Gausah peduliin gue. Gue bakal baik baik aja, kejar masa depan lo." Kata Jean serius.
"Lo juga, jaga diri baik baik kalo ada apa apa kabarin gue. Gue titip bunda dan kamar ini," Balas Jisa.
Jean mengangguk setuju. Lalu Jisa memilih mandi terlebih dahulu untuk menyegarkan badannya.
Jean membantu mengemasi barang barang Jisa yang kurang. Diam diam Jean menyisipkan foto mereka berdua yang sudah ia cetak kedalam selisipan baju.
Berharap semoga Jisa tak lupa dengannya dan selalu ingat dengan Jean.
Joshua tak bisa datang hari ini. Ia juga sibuk packing dirumahnya. Saat di Aussie nanti mereka tinggal di asrama. Jadi gak bareng ya guys dosa wkwk.
Selepas magrib mereka bersiap untuk berangkat. Jean ikut berangkat dengan Jisa. Mereka menuju ke bandara menempuh waktu sejam.
Setelah sampai di bandara mereka semua berkumpul sebelum Jisa dan Joshua berangkat.
Jean kembali menangis. Ia menangis dipelukan Wonwoo.
"Jaga diri baik baik oke? Selalu hubungin kita kalo ada apa apa," Kata Bunda Jisa.
"Betul," Ayahnya mengangguk setuju.
"Jisa dijaga jangan diajak yang gak bener Jo!" Kata Papa Joshua tegas.
Joshua mengangguk patuh.
"Take care kalian berdua, hubungin kita kalo ada waktu," Kini Wonwoo ikut berbicara.
Jisa memeluk Jean dengan erat. Sampai sampai semua orang yang ada disitu ikutan terharu.
"Jangan nangis lo tambah jelek kalo nangis!" Ejek Jisa bercanda.
Jean mengencangkan pelukannya.
"Lo ga boleh punya sahabat! Lo cuman sahabat gue pokoknya!"
"Jean lucu ya pa, posesif banget jadi sahabat," Kata mama Joshua terharu.
"Iyaa Jean gue cuman sahabat lo, begitu juga lo cuman sahabat gue titik ga pake koma."
"Iya je kita masih bisa double date kaya biasa lewat video call," Kata Joshua.
"Ngedate mulu pikiran lo!" Senggol Wonwoo.
"Lo juga bakal kesepian kan? Gada temen mabar gada temen nongki gada temen main ps," Ejek Joshua.
"Temen gue gak cuman lo doang ya," Wonwoo memutar bola matanya.
"Tapi gue yang paling tau lo kayak gimana."
Wonwoo tak bisa mengelak.
Joshua dan Wonwoo akhirnya juga berpelukan sebagai tanda perpisahan.
Pesawat mereka berangkat sebentar lagi. Joshua dan Jisa akan masuk. Sebelum itu mereka memilih fotbar bersama.
"Joshua gue titip Jisa ya... Jangan diapa apain anaknya ingetin makan terus ingetin selalu hubungin gue tiap jam!" Pinta Jean pada Joshua.
"Pasti kok je tenang," Balas Joshua.
"Gue juga titip Jean ya wonu, anaknya emang rada rada tapi gue sayang banget jadi dijaga ya? Awas kalo lo nyakitin jean!" Ucap Jisa.
"Iya jis santai, hati hati kalian."
"Kita berangkat ya! Bye guys do'ain semoga selamat sampai tujuan!" Ucap Joshua dan Jisa.
"Jaga diri baik baik!" Kata Papa Joshua.
"Jangan lupa makan anak anak ku," Kini Mama Joshua.
"Jisaaa semoga selamat sampai tujuan!" Teriak Jean menangis lagi.
"Pasti!"
"Bye guys!"
Akhirnya mereka berdua pergi menuju ke pesawat.
Wonwoo dari tadi memvideo kejadian ini sambil menepuk pundak Jean.
Jisa dan Joshua tersenyum. Jisa menghapus air matanya dan memeluk Joshua.
The End.
Terima kasih yang udah baca sampai akhir. Huhu sedih banget gasih sama pertemanan Jisa & Jean. T_T
Mungkin abis ini gue bakal buat cerita Jean & Wonwoo?? 🤔.
Gatau tungguin aja ok ok.
See u di book baru nanti guys dadah 🌷❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Basketball Diaries
Short StoryIni tentang Joshua si ketua basket yang bucin angkut sama Jisa si ketua dancer. (Short Story)
