14-Disemangatin Ayang

11K 268 3
                                        

xxx

Pagi ini Arumi sudah masuk belajar. Di usianya yang memang masih perlu belajar mengharuskannya untuk ikut menimba ilmu agama di pesantren milik suaminya.

Posisi Arumi saat ini, berdiri di depan cermin rias sambil menyisir rambut panjangnya. Bibir tipisnya tak lupa ikut menyunggingkan senyum mengigat perkataan terakhir Alif kemarin. Ah, pipi Arumi merona karena mengingat itu.

Senandung-senandung kecil mulai ia lantunkan mengekspresikan perasaannya.

Jadilah pasangan hidupku...

Jadilah... Ayah dari anak-anakku

"Iya, ini kita udah nikah, bentar lagi juga bakal jadi ayah dari anak-anak kamu kok." sahut Alif yang baru saja keluar dari kamar mandi. Mendengar Arumi bernyanyi seperti itu membuatnya ingin sekali menggoda istrinya. Itu suatu kesenangan sendiri buatnya.

Arumi memalingkan wajahnya yang memerah. Kan, baper lagi.

"Apaan sih, orang cuman nyanyi doang,"

Alif menganggukkan kepalanya ikut berdiri di belakang Arumi sembari menyisir rambutnya. "Ouh nyanyi, berarti gak serius nih pengen minta mas jadi ayah dari anak-anaknya Fisha?"

"Ya jelaslah! kalau bukan mas siapa lagi?"

Alif terkekeh. "Becanda doang, nanti deh kalau udah siap jadi ibu kabarin ya?"

"Kayak minta bantuan aja dikabar-kabarin!"

"Hahah serius ini,"

"Iya, nanti tak kabarin!" Alif tertawa pelan. Padahal niatnya hanya ingin menjahili Arumi saja, namun gadis itu menganggapnya serius. Tidak masalah juga.

Membalik tubuh mungil itu menghadapnya, Alif kemudian memasangkannya jilbab yang baru saja ia raih dari hanger yang tergantung tepat di sampingnya.

"Biar mas yang nyanyi sekarang, dengerin ya? Gak bagus-bagus banget sih." Arumi hanya mengangguk sebagai respon.

Uhibbuki mitsla maa anti Uhibbuki kaifa maa Kunti..

Wa mahmaa kaana mahmaa shooro, Antii habiibatii anti

Zaujatii, Antii habiibatii anti

Halaali ant—

"STOP!!!"

Alif spontan berhenti. "Kenapa, jelek ya?" Arumi menggeleng masih teringat jelas suara beratnya. "Udah, gak usah dilanjutin, nanti Fisha jadi cair." Alif tertawa mendengar perkataan nyeleneh Arumi, ada-ada saja gadis ini. "Udah kayak es aja. Gemes hih pengen tak karungin!"

"Dikarungin buat apaan dah?" Arumi seketika bergidik ngeri.

"Buat buang ke jurang, soalnya nyusahin!"

Arumi memegang dadanya seolah tertusuk. "Ya Allah kok gitu?" lirih Arumi mendramatis.

"Nyusahin hati, soalnya bikin gemes terus!"

Arumi bernapas lega. "Huhuhu kirain pengen dibuang beneran."

Alif tersenyum menangkup gemas pipi istri kecilnya itu. "Siapa yang tega buang bocil seimut ini?"

Arumi langsung menghempaskan tangan Alif dari pipinya. "Apaan sih, bocil-bocil. Kalo Fisha bocil ngapain dinikahin coba?"

"Sebenarnya sih gak pengen tapi ya gimana lagi..." ucap Alif santai kemudian berbalik membelakangi Arumi, berjalan ke arah ranjang.

"Mas Alif ih, serius!"

"Hahah ya Allah becanda doang, cengeng banget sih habibati. Masa gitu doang pengen nangis, mana jelek banget lagi mukanya." balas Alif dengan wajah watadosnya kembali menghampiri Arumi.

Mendadak Ning (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang