xxx
"Kami gak terima anak kami sekolah di pesantren yang ustadz-nya saja berzina!" teriak salah satu wali santri di depan Ndalem.
Keadaan saat ini begitu riuh karena desas-desus bahwa seorang gus di pesantren An-nur melakukan perzinahan.
"Betul! saya ingin mengeluarkan anak saya dari sini kalau begitu. Bukannya mendidik malah menyesatkan!" timpal ibu dari salah satu wali santri ikut menambahi.
"Sabar bapak, ibu, ini tidak seperti yang kalian pikirkan kami bisa jelaskan yang se-"
"Tidak perlu ada penjelasan lagi, ini semua sudah jelas, tidak usah mengelak lagi pak kiyai!"
Allahuakbar Allahuakbar
Suara yang mulanya riuh menjadi senyap saat azan asar berkumandang di masjid pesantren, hal itu membuat kiyai Ahmad merasa bersyukur setidaknya para wali santri bisa diam sejenak sampai Alif datang.
"Abah ini kenapa bah?" tanya Alif yang baru saja tiba.
"Para wali menduga kamu sudah berzinah nak, katanya mereka melihatmu berjalan dengan seorang perempuan sambil bergandengan tangan." Jelas kiyai Ahmad membuat Alif terkejut, seingatnya ia hanya berjalan bersama Arumi tadi. Tidak mungkin juga bagi dirinya untuk berjalan bersama wanita yang bukan mahramnya bahkan berzina, naudzubillah.
Setelah azan selesai Alif mengambil alih bicara. "Mohon maaf bapak, ibu, ini sudah masuk waktu asar, ada baiknya kita sholat terlebih dahulu. Dan untuk hal ini saya akan mengklarifikasi-nya setelah sholat."
"Baiklah, ayo pak. Dasar!" sarkasnya kemudian mengajak para wali santri lain menuju masjid.
Setalah mereka pergi, Alif menoleh menatap Abah Ahmad sambil mengangguk meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja. "Abah tenang saja, Arumi juga sudah siap jika hubungan kami di umumkan."
"Alhamdulillah nak, kalau begitu Abah ke masjid dulu. Jangan lupa ke masjid juga ya?" ucapnya sambil menepuk pundak putranya.
"Na'am bah, Alif bangunin Arumi dulu." Kiyai Ahmad mengangguk, setelah mengucapkan salam Abah Ahmad keluar Ndalem.
Alif sendiri kembali menuju kamarnya membangunkan Arumi yang mungkin masih tertidur. Namun saat sampai di kamar ia melihat perempuan itu sudah terduduk di atas ranjang sambil bersandar dengan pandangan yang masih kosong.
"Udah bangun ya?" Alif mendekati Arumi mengelus rambut perempuan itu.
Arumi menoleh, ia tidak menyadari kehadiran Alif karena masih setengah sadar. "Iya kebangun soalnya di bawah ribut banget, kenapa sih?"
"Ada santri yang lihat kita pegangan tangan, katanya dituduh berzina, kamu nggak berubah pikiran kan buat umumin pernikahan kita?"
Arumi melotot kaget. "Astaga sampe segitunya? Untung aja kemarin Fisha berubah pikiran buat umumin kalau nggak," Arumi menggelengkan kepalanya memikirkan akibat jika sampai hal yang ia takutkan terjadi. "Bisa lebih dari ini dampaknya." Alif mengangguk menyetujui ucapan Arumi.
"Yaudah, sana wudhu dulu setelah sholat berjamaah mas akan umumin pernikahan kita."
Arumi kemudian beranjak dari duduknya. "Tungguin ya?"
"Barengan aja deh lama soalnya kalau kamu yang masuk,"
Arumi mendelik tidak terima, gadis itu melebarkan pintu meminta Alif untuk masuk. "Sok atuh, gada yang larang!"
Selang beberapa menit setalah mereka siap, keduanya langsung menuju masjid. Alif dan Arumi langsung berpisah karena jalur yang berbeda antara pintu masuk perempuan dan laki-laki. Baru saja Arumi ingin mendudukkan dirinya sindiran seseorang di sampingnya membuatnya menoleh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mendadak Ning (Selesai)
RomanceGenre: Spiritual-Romance-Comedy Start: 12 Mei 2023 Revisi: 29 Desember 2023 Ending: 10 Mei 2024 ❥Mendadak Ning Aku tidak pernah sekalipun menyesali takdir yang mempertemukan kita meskipun dengan cara yang salah bahkan mengikat kita dalam satu ikatan...
