Jika Allah menghendaki dua hati untuk bersatu, pasti Allah akan menggerakkan keduanya bukan salah satunya
~Mendadak Ning~
••••
A
rumi mengerjapkan matanya tidak percaya saat melihat orang yang mengetuk pintu rumahnya begitu tak sabaran.
"Ngapain lagi sih lo sini?" ucapnya frustrasi.
Arumi kira Alif akan menyerah dan berubah pikiran tidak akan menemuinya lagi, tapi sudahlah, harapan Arumi sepertinya sudah pupus.
Mood Arumi benar-benar anjlok, sepuluh menit yang lalu ia diceramahi habis-habisan oleh Altaf, dan sekarang Alif malah datang menambah dengan senyum lebarnya. Sumpah demi apapun kepala Arumi rasanya ingin pecah.
"Saya ingin bicara dengan kamu. Saya sudah punya keputusan untuk masalah kita berdua." Ujar Alif tanpa basa basi menatap Arumi serius. Sementara yang ditatap malah mendelik sinis.
"Saya, saya, gue bilang kan gak usah. Sono lo pulang!" usirnya cepat sambil mendorong pintu.
Alif bertindak cepat. Ia menahan pintu tersebut. "Saya tidak bisa melakukan hal itu, sebaiknya kita berdua meni—"
Pintu rumah tiba-tiba dibuka paksa. "Apaan nih ribut-ribut?"
Tanpa menjawab, Arumi masuk ke dalam rumah meninggalkan Alif dan Altaf yang saling menatap bingung.
Altaf menatap penuh selidik ke arah Alif, memandangi laki-laki itu dari atas sampai bawah. Keningnya berkerut heran mempertanyakan hubungan sang adik dengan laki-laki berpenampilan ustadz di hadapannya ini.
"Lo siapa?" tanyanya dengan alis terangkat.
"Saya Ali—" ucapan Alif terpotong.
"Ah gak penting, langsung masuk aja!" Setelah berucap demikian Altaf melenggang pergi meninggalkan Alif dan Ayana yang menganga melihat tingkahnya.
"Dia nanya nama mas kan tadi Yan?" tanyanya pada Ayana dengan tatapan yang belum teralihkan dari punggung Altaf.
Ayana mengangguk polos. "Iya mas,"
Alif menggelengkan kepalanya, laki-laki yang bisa ia tebak sebagai kakak Arumi itu tingkahnya tak jauh beda dengan adiknya. Sama-sama suka buat orang bingung. Ia ikut menyusul masuk bersama Ayana.
Saat memasuki ruang tamu, dapat Alif lihat Arumi yang duduk di sofa sambil bersedekap dada. Kepalanya terangkat angkuh.
Setelah mempersilahkan duduk, Altaf menatap Arumi. "Mereka siapa?" tanyanya penasaran.
"Dia Alif." ujarnya singkat.
Altaf mengerutkan keningnya masih belum paham. Ia beralih menatap laki-laki bernama Alif di hadapannya. "Terus maksud kedatangan lo kemari, buat apa?"
"Saya ingin menikahi Arumi bang, dan kedatangan saya kemari, saya ingin meminta abang menjadi wali di pernikahan kami."
Byur...
Jus jeruk yang baru saja akan Altaf telan langsung tersembur keluar. Matanya melotot lebar begitupun dengan Arumi yang menatap Alif terkejut. Laki-laki ini benar-benar tidak tahu basa-basi. Bagaimana jika orang di hadapannya punya riwayat penyakit jantung? Bisa mati mendadak orang itu karena ucapan Alif yang terlalu tiba-tiba.
"Heh gus cabul! Gue udah bilang batalin aja kenapa sih! Kenapa lo malah ngotot banget?" Arumi kira Alif tidak akan senekat itu. Kepala Arumi pening, bagaimana pula nasib hidupnya ke depan jika harus menikah dengan laki-laki seperti Alif?
KAMU SEDANG MEMBACA
Mendadak Ning (Selesai)
RomanceGenre: Spiritual-Romance-Comedy Start: 12 Mei 2023 Revisi: 29 Desember 2023 Ending: 10 Mei 2024 ❥Mendadak Ning Aku tidak pernah sekalipun menyesali takdir yang mempertemukan kita meskipun dengan cara yang salah bahkan mengikat kita dalam satu ikatan...
