Kehidupan mengajarimu cinta, pengalaman mengajarimu siapa yang kau cintai, dan situasi mengajarimu siapa yang mencintaimu
~Mendadak Ning~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
••••
"Mau kemana nak?" tanya Umah Zahra saat melihat putra dan menantunya yang berpenampilan rapi serta membawa beberapa tas-- turun dari anak tangga.
"Alif mau ngajak Arumi keliling Umah, sekalian mau pindahan ke rumah baru kami."
Umah Zahra tersenyum. Perempuan paruh baya tersebut mengelus kepala Arumi yang terbalut kain jilbab. "Masya Allah.... cantiknya pakai hijab." ucapnya memuji lantas membuat Arumi tersenyum malu.
"Hehe... makasih Umah."
"Alif udah bicara sama Arumi Umah, dan dia setuju untuk ikutan nyantri juga di sini."
"Alhamdulillah... nanti kalau kalian sudah pindahan, sering-sering mampir ke Ndalem ya?"
"Na'am Umah, kalau gitu kami pamit ya?"
Umah Halimah mengangguk.
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam."
Setelah selesai berpamitan, Alif dan Arumi berjalan keluar beriringan sampai di pintu.
Arumi menoleh menatap Alif yang berdiri di sampingnya. "Mas duluan aja,"
Alis Alif terangkat. Ia mendengus jengah lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Arumi yang celingak-celinguk di depan pintu.
"Gak ada siapa-siapa kali." ucapnya jengah melihat kelakuan sang istri.
Arumi menyengir. "Harus siaga mas." Ia lalu menyusul Alif yang mulai menjauh.
Lama-kelamaan berjalan, langkah Arumi memelan. Ia memikirkan sesuatu. "Mas Alif?" panggilnya lalu tak lama laki-laki itu menoleh.
"Iya kenapa?" Setelah mengatakan demikian, Alif melanjutkan langkahnya kembali.
"Fisha salah ambil keputusan gak sih?"
"Keputusan apa?"
"Keputusan tentang hubungan kita, yang Fisha minta gak usah diumumin."
Alif spontan menghentikan langkahnya.
"Aduh!" Arumi mengelus keningnya yang terasa sakit karena menabrak punggung Alif yang kerasnya seperti batu. Ia seperti habis menabrak tembok.
"Kalau berhenti bilang-bilang dong mas, sakit nih!"
Alif menatap Arumi serius, ia ikut mengelus kening sang istri. "Jadi kamu maunya gimana?" tanyanya yang dibalas gelangan pelan.
Alif menghela napas. "Kenapa kamu ngerasa salah ambil keputusan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Mendadak Ning (Selesai)
RomansaGenre: Spiritual-Romance-Comedy Start: 12 Mei 2023 Revisi: 29 Desember 2023 Ending: 10 Mei 2024 ❥Mendadak Ning Aku tidak pernah sekalipun menyesali takdir yang mempertemukan kita meskipun dengan cara yang salah bahkan mengikat kita dalam satu ikatan...
