Terkadang yang tampak nyata sebenarnya hanya ilusi- [Author]
⚠PERINGATAN! ⚠
cerita ini mengandung bahasa kotor,tidak baku,adegan dewasa dan tindak kekerasan.mohon bijak dalam membaca
Homophobic jangan di baca!
Pagi itu setelah Felix termenung cukup lama.dia tiba-tiba di kejutkan dengan ingatan nya sendiri.
"FUCK! . . . Ujian fisika minggu Inii!".umpat felix
Dia lupa kalau 3 hari lagi ada ujian fisika di kelas nya,dia bahkan belum mengerjakan PR biologi nya
Felix pun bergegas mandi dan turun untuk sarapan.ayah nya yang melihat anak nya itu yang turun dengan cepat dari kamar nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Lix kenapa kamu?".Tegur sang ayah yang melihat putra nya itu mondar-mandir tidak karuan
"Ada yang ilang? Kenapa buru-buru banget keliatan nya, ini masih pagi loh"
Ayah Felix yaitu seojun memang jarang sekali pulang ke rumah,karena seperti yang kita ketahui ayah nya seorang direktur perusahaan, Dia tinggal disebuah apartemen di jakarta tempat dia bekerja,ayah nya hanya pulang seminggu 2 kali saja
"Hey cari apa kamu? Di tanya sama orang tua kok diem aja"
Umpat ayah Felix kepada putra nya itu yang sedari tadi di tanya hanya bungkam saja
"Ish apaa sih yaah!lixie lagi pusing nihh"
"Pusing kenapa?ada barang ilang?"
"BukAan. . . "
"Terus kenapa? "
"Hum. . . ItUu ada ulangan 3 hari lagi,aku mau ke sekolah pagi-pagi buat dapet kisi-kisi soal dari kelas sebelah"
"Teman lixie di kelas sebelah kan udah ujian minggu lalu,nah aku belum".Jawab felix sembari duduk di meja makan
"Astaga kamu ngapain aja sampe nyari kisi-kisi,emang nya gak belajar ha?".ucap sang ayah
"Bb. . .BelaJAar ayahh Ttapi kan aku emang kurang faham fisika"
Jawab felix sembari mempout kan bibir nya lalu memandang melas kepada Sang ayah.ayah nya yang melihat itu pun menggelengkan kepala nya
"Ayah gak mau denger,pokok nya kalau nanti hasil ujian kamu di bawah KKM kartu credit kamu ayah blokir".titah ayah pada felix sembari memakan sandwich
Felix yang mendengar keputusan ayah nya itupun terbelalak kaget,ia tidak terima akan hal itu dan mulai merengek
"AAHH AYAAHH. . . ishh jangan begitu dong kan aku cuma fisika aja yang kecill".timpal felix
"Fisika aja kamu bilang? Tempo hari ayah lihat hasil ujian matematika kamu dapat 4,5 terus ujian kimia kamu dapat 5,6 apa itu?".ujar sang ayah sembari menatap tajam putra nya itu
Felix pun meremas baju nya dan menundukan kepala nya,felix mencoba bernegosiasi dengan sang ayah agar kartu credit nya tidak di blokir
"No ayah please jangan gitu,aku emang gak pandai di bidang itu tapii. . . "
"Gak ada tapi-tapi".ucap ayah memotong perkataan Felix
Sial-sial batin Felix terus mengatakan itu. Bagaimana tidak?kartu credit merupakan akses dia untuk hidup di masa muda nya ini. Kalau itu di blokir dia tidak akan punya uang,sedangkan mamah nya?sudah pasti tidak akan memberikan nya uang karena setiap anggota keluarga sudah di berikan jatah uang Masing-masing