[12] Tentang Leon

766 74 8
                                        

GA ADA MOTIVASI 😭😭

.
.

"Tuan NATO!!!"

"Pak tua!!!"

"....."

Tapi yaa.. NATO juga cukup shock dengan apa yang baru saja ia lakukan tadi..

[ c o n t i n u e ]

.
.

==========================================

Warna biru gelap menjerumus hitam mewarnai langit malam. Membiarkan sesosok pria bersurai hitam itu berdiri dengan tenang menerawang kearahnya.

"....."

"Dirga–kun..?"

Dirgantara menoleh dan melakukan kontak mata dengan Leon. Tersenyum tipis lalu membuka mulutnya mengeluarkan nada ceria.

"Nee nee~~ Leon.., dimana paman tadi?"

"Khihii.. sedang tidur malam! Santailah sedikit Dirga–kun.."

"Ha'i ha'i.."

"....."

Suasana kembali hening dan kali ini Leon turut bergabung dengan sahabatnya menatap langit malam yang gelap(?)

"....."

"....."

Entah kenapa, suasana penuh kesunyian itu tidak memberikan kesan akward sama sekali dan justru membuat mereka hangat dan tenang, membuat keduanya ingin merasakan perasaan itu sedikit lebih lama lagi. Perasaan yang saling memberitahu satu sama lain 'aku disini bersamamu..' dan memberikan comfort yang benar benar nyaman.

Namun sayang.., waktu tidak pernah berhenti. Suasana itu harus segera berakhir karena tidak mungkin kan mereka menghabiskan semua waktu mereka disana?

"....Fuuhh~~"

"Huh?" Helaan nafas lelah itu menarik perhatiannya, membuatnya tidak bisa tidak bertanya tanya apa yang dipikirkan sahabatnya ini.

"Ada apa? Leon?"

Leon melirik sedikit dan menampilkan senyuman lebarnya. "Tidak ada Dirga–kun.. hanya.. memikirkan tentang orang tuaku."

"Kenapa tiba tiba?"

Leon menatap langit malam sekali lagi lalu memejamkan matanya. Mengingat kembali memory² kebersamaannya dengan mereka.

"Hanya teringat memory lama.."

* * *

"Kaa–chan! Tou–chan!" Leon kecil terlihat berlari kecil menuju kamar orang tuanya, membawa sebuah buku dongeng ditangannya.

Bruk—

"Kaa–chan! Bacakan aku dongeng pengantar tidur kumohon...!!"

Wanita berparas cantik bersurai pirang itu tertawa kecil setelah menatap manik berkilau putranya beberapa saat.

"Ahhahaa.. tentu! Apapun untuk kesayangannya Kaa–chan.."

Please come back, Indonesia!! - DISCONTINUECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang