"Dirga.."
"Hn?" Dirga menoleh kearah pintu yang terbuka dan menampilkan Laos yg tersenyum itu.
"Maukah kau . . .
. . . ikut bersama kami ke mansion kami dan tinggal disana untuk 1 malam saja?"
======================================
Happy reading~
. . .
"Haa?"
"Kau bisa tinggal dimansion kami untuk 1 malam atau mungkin hanya sekedar berkunjung. Hitung² juga bisa untuk menghubungi teman²mu kan?" Laos memiringkan kepalanya dan tersenyum manis.
Sementara Dirga kita.. bisa kita lihat sepertinya dia sedang loading. Dan begitu dia berhasil mencernanya..
"Wtf!? Buat apa gw berkunjung kerumah lo pada!? Kita aja gk saling kenal!!"
"Kami orang baik kok.. Buktinya kami aja menolongmu kan..?"
"Orang yang pernah menolong-mu bukan berarti dia bukan musuhmu!"
"Kenapa berkata begitu..? Kau pernah mengalaminya?"
"T-tidak.. Tapi tetap tidak sopan berkunjung atau bahkan tinggal dirumah orang yg tdk kita kenal! Lagipula bagaimana jika tuan- wali kalian tdk setuju!?"
"Kalau itu.. wali kami pasti senang menyambut tamu! Dan soal perkenalan diri.. bisa kita urus nanti~"
"Ck!? Kakakku akan khawatir kalau aku pergi tanpa mengabarinya?"
"Kan sudah kukatakan.. Disana kau bisa meminjam HP kami untuk menghubunginya."
"Kenapa tdk bisa disini saja!?"
"Dirumah sakit tidak boleh menggunakan HP loo~ Lagipula Handphone kami rata² sudah lowbatt."
"Kan bisa ketika diluar RS!?"
"Kau belum boleh keluar kalau belum bayar administrasi.."
"K!?" 'Anj#nk!! Sejak kapan mulutnya pande debat gini!?'
"Kami akan membayar administrasi mu.. tapi sebagai gantinya, maukah kau berkunjung kerumah kami untuk 1 kali ini saja?"
". . ." 'Nj#r!! Gw kemakan jebakan!! Kok bisa pinter gini tu bocah adu mulut sekarang!?' Batin Dirga meringis.
Sementara diluar ruangan.. Malay dan country lainnya menganga dgn tidak elitnya mendengar adu mulut Laos dan Dirga tadi.
"Wth!? Gampang bener ngubah pendapat Indies!!" Neth yg pertama sadar dari kekagetannya langsung menutup mulut dan menyampaikan pendapatnya.
"Iya nj#r!! Gw aja baru pertama kali dengar Laos adu mulut gini!" Ucap Phillip sembari mengelus dadanya guna meredakan rasa kagetnya.
"Bakat terpendam dia tuh..?" Sahut Malay sedikit tdk percaya.
Dan sisanya, masih jawdrop berjama'ah.
- - -
Skip time...
Setelah Dirga setuju dan membayar administrasi kemudian..~
- - -
KAMU SEDANG MEMBACA
Please come back, Indonesia!! - DISCONTINUE
Ficción HistóricaWARNING - Alur 50% tidak ori - Judul, nama, dan latar tidak bermaksud menyinggung siapapun - Tidak bermaksud menyinggung negara manapun - Terdapat unsur blood dan pembunuhan - Gaje - typo leluasa - Hanya cerita karangan author, tidak dianggap serius...
