[2] Tak terduga

2.1K 183 143
                                        

"Apa kalian bisa . . .























































































































































































































. . . berjanji tidak akan meninggalkanku ataupun mengkhianatiku dalam kondisi atau situasi seburuk apapun?"

-------------------------------------------------------------'''''''''''''''''''''''''''''''''''

"Eh!?"

"Ka-kalau kalian tidak mau berjanji ju-juga gpp kok.." Seakan sadar pada apa yg baru saja dia katakan, Dirga langsung memerah dan menggelengkan kepalanya.

"Apa yang kau bicarakan Dirga!?" Leon terlihat marah dan menatap Dirga serius.

"Kami sama sekali tidak perlu berjanji untuk itu!" Vanny angkat suara dan menyilangkan tangannya didada dan memberi tatapan intimidasi.

"Untuk apa kita mengucapkan janji yang tidak berguna!?" Vano meletakkan tangannya dipinggangnya sambil menolehkan kepalanya kekanan.

"Begitu yaa.." Dirga menunduk dan memeluk lengan kirinya.

"Akan lebih baik kalau kita menunjukkannya secara langsung!!" Vano kembali menoleh dan menatap Dirga dengan tatapan lembut dan segaris senyuman layaknya seorang kakak pada adiknya.

"Eh!?"

"Abangkan udh bilang.. Ga ada yg bakal ninggalin Dirga sendirian. Semuanya bakal tetap bersama dan melindungi Dirga. Kau aman.. bersama kami" Reza mengusap lembut kepala Dirga dan memberi senyuman hangat yg jarang muncul.

Wajah Dirga merah seketika. Sontak ia langsung menundukkan kepalanya dan mengalihkan tatapannya dari semua orang.

"Hee~ Dirga merah!" Ucap Leon antusias dan diakhiri dengan tawa kecil.

"Hihii.. Iya! Lucu banget.. adekmu tsun-tsun yaa Rez?" Vanny merasa gemas akan tingkah Dirga dan mendekati serta mengelus kepala Dirga lembut.

"Hn.." Reza hanya berdehem namun matanya tdk luput memperhatikan ekspresi adiknya.

"Hihii.. Dirga memang cocok banget jadi uke! Apalagi kalau semenya keren² kayak komik² countryhuman! Pasti best!" Perkataan yg melesat keluar dari mulut Leon membuat yg lain menatap Leon dgn tatapan yg sulit diartikan.

"Countryhuman kan adanya didunia lain.." Tatap Vanny penuh riak malas.

"Kan kita ga tau!! Bisa aja mereka berkunjung kesini ih!" Balas Leon.

Dirga yg mendengarnya hanya bisa menahan kekesalannya dihati. 'Kalau mereka berani nginjakin kaki ke negeri gw.. Gw tikam mereka satu² pake bambu runcing gw!'

"Kalaupun iya.. buat apa? Toh mereka jg g peduli ma personafikasi negeri kita dulu.. Ngapain mereka percaya fitnah tanpa dasar itu!? Gw benci banget ma mereka. Udh ngefitnah dan ngebunuh personafikasi kita, mereka bisa²nya membalasnya pada penduduk kita yg g berdosa di negara mereka. Kakek gw jg salah 1 nya! Dia dibunuh di negera America.. Padahalkan.. Isk- Ka-kakek ga sa-salah.. Isk-" Ucap Vanny yg membuat semuanya terdiam.

Please come back, Indonesia!! - DISCONTINUECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang