BAB 4 : Konser Dan Luka

4 1 0
                                    

Malam minggu pun tiba.

Cafe bertema Vintage dengan sentuhan dekorasi hangat ini tampak nyaman untuk menikmati malam minggu.

Beberapa meja sudah terisi dengan beberapa pasangan yang ingin menghabiskan waktu disini. Sementara menunggu sang idola tampil, Dinda memesan cappucino hangat disana.

Suasana pun temaram menandakan konser mini Lullaby akan dimulai. Seorang host wanita memeriahkan acara dengan riang.

"Selamat malam semua... Apa kabar? Wahh ramai banget ya malam ini. Berhubung malam minggu tentunya kita disini ingin menikmati acara spesial dalam rangka konser mini "Lagu Tidur"

"Okay, jgn lama-lama nih.. Langsung aja kita sambut guest star malam ini.. Mas Braaammm!!" prok prok prok suara tepuk tangan meriah memenuhi isi cafe.

Dan seorang pria mengenakan Outer dark chocolate keluar bersama gitar akustiknya.

"Haloo.. Mas bram, gmna mas sehat?"

"Alhamdulillah sehat.. Yang disini sehat semua kan?"

"Sehat" jawab para audiens..

"Pia sehat?" tanya bambang kepada sang host yang memeriahkan acara tadi.

"Alhamdulillah sehat mas hehe.. Mau bawain lagu apa nih mas malam ini?"

"Aku mau bawain lagu untuk fans dan jg orang spesial disini.. Udah tau lah ya siapa?"

"Wah yang kemaren duet sama ma kah? Mba Sherry?"

"Bukan.."

Tatapannya tertuju pada Dinda seolah orang yang dimaksud adalah dia. Dinda menunduk malu menyembunyikan senyum bahagianya disana.

"Okay mas hahaha... Malam ini mau bawain lagu apa nih?"

Tanya sang Host.

"Malam ini aku mau bawain lagu spesial untuk pacar aku.."

Mata Dinda membelalak kaget. Sesosok wanita melangkah maju dihadapannya dn berdiri tepat didepan panggung.

Dengan senyum indah dia melihat Bambang.

"... Kebetulan dia hadir malam ini, hai"

sapanya pada wanita tadi. Seketika Dinda tidak bisa bernafas. Ia berbalik arah dan keluar dari kerumunan. Dengan deraian air mata, Dinda sampai di kamar nya yang gelap. Seketika pintu tertutup. Tangisnya pun semakin menjadi. Tak ada kekuatan untuknya bangkit dari sana.

Suasana gelap nunggu sunyi yang mencekam membuat tangisannya terdengar oleh kakaknya yang sedang tidur.

"Hey, kenapa?"

Hanya tangisan yang menjadi jawabannya. Seketika ia merangkul sang adik yang menangis hingga terlelap.

LullabyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang