BAB 9 : Melamarmu

4 0 0
                                    

Bram tiba lebih awal setelah membuat reservasi. Bram memutuskan untuk tidak membuang waktu lebih lama untuk melamar Dinda. Umurnya yang kini memasuki 30 tahun sudah tekadnya tidak menyia-nyiakan waktu lebih lama untuk bersama.

Mengingat karir Dinda yang memasuki puncak, ia ingin menjadi penyokong sekaligus pendamping hidup Dinda.

Mini galley dihiasi lampu temaram dan beberapa buket bunga dengan sedikit sentuhan vintage di pintu utama. Sebuah meja terletak tak jauh disana.

Bram menyambut kedatangan Dinda. Dengan dress putih dan hijab dusty pink yang ditata seindah mungkin, Dinda berjalan ke arah Bram.

"Hai.." sapa Bram. Bram sebisa mungkin tidak merangkul wanita dihadapannya.

"Hai.. Haha makan malamnya ga biasa ya pak" ujar Dinda.

"Kalo bisa luar biasa, kenapa harus biasa?" ucapan Bram penuh percaya diri.

Hahaha. Bram dengan humornya yang tak hilang ditelan umur.

"Dinda.." Bram menghampiri. Meraih tangannya untuk berdiri.

"Malam ini kamu cantik banget"

"Makasih.. Kamu juga menawan Bram"
Ucapnya pada lelaki dihadapannya.

POV Bram

Bram mengeluarkan sebuah kotak dari sakunya.

"Dari awal kamu udah tau maksudku mengundangmu malam ini.."

Bram mendekat. Menatap lugas ke mata Dinda.

"Dinda Wijaya Sari.. Do you want to be mine for the rest of my life"

Satu kalimat sederhana itu keluar tanpa keraguan.

"Yes, i want to be yours" Jawab Dinda.

Bram bersyukur. Cincin tersebut disematkan pada jemari Dinda. Seorang pelayan cafe memberikan mic untuk Bram.

"I would like to be a singer for you"

Dentingan halus piano bersenandung malam itu. Lagu populer Cintanya aku memasuki puncak top musik tahun ini.

Lagu inilah yang menggambarkan perasaan Bram kepada Dinda.

Kau bukan cinta pertamaku..
Namun aku berharap
Mulai hari ini saat ini
Engkau cintanya aku

Satu bait yang menggambarkan Dinda saat ini adalah lagu itu.

Makan malam tiba, mereka menikmatinya dengan pelan. Seakan tak ingin waktu cepat berlalu.

Bram menuangkan wine ke gelasnya.
"Bram.." dengan suara halus Dinda memperingatkan Bram untuk berhenti minum alkohol.

"I got it honey, sorry"

Makan malam pun usai. Bram membawa Dinda pulang ke rumah.

#Lullaby

LullabyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang