1. PAK ADIF

36 2 0
                                        

Benar, namanya adalah Anjani Dwiningsih. Seorang mahasiswa jurusan Sastra Indonesia semester 6 yang dilamar oleh Dosennya yang terkenal killer di kampus. Dosen tersebut kerap kali memberikan nilai yang rendah pada mahasiswanya dan ia tidak menerima komplein, jadi bila ada yang mengajukan komplein maka nilainya akan lebih jatuh.

Anjani pun sering diberikan nilai B atau C oleh Pak Adif yang membuat Anjani sering memperbaiki nilai. Namun kini dosen killer itu melamarnya?

"Bagaimana, Anjani?" kini ia tengah menjawab telepon Pak Adif.

"Begini, Pak. Saya punya syarat, asal Bapak setuju saya janji bakal terima lamaran Bapak."

"Apa syaratnya?"

"Pertama, dilarang seingkuh, pihak yang selingkuh maka seluruh harta kekayaannya milik yang diselingkuhi."

"Oke,"

"Segampang itu? Oke yang kedua, setelah menikah saya boleh bekerja."

"Oke,"

"Yang ketiga, Bapak jangan sentuh saya sampai saya lulus."

Terlihat diwajahnya, Pak Adif agak kesulitan menjawab pertanyaan itu. "Itu sulit."

"Apa?"

"Kamu kan sekamar sama saya, itu sulit buat saya."

"Kalau Bapak gak mau, gak papa-"

"Oke, sampai kamu lulus kita pisah kamar. Semua syarat kamu udah saya turutin, berarti kamu udah setuju kan nikah sama saya?"

"Iya, Pak."

"Kalau gitu saya langsung ke rumah kamu."

Begitu saja telepon terputus, dan tak lama terdengar suara mobil di depan rumah, dan seseorang mengetuk pintu. Itu adalah Pak Adif.

Ia datang membawa sebuket bunga mawar yang besar, memberikannya pada Anjani lalu berutut sembari mengeluarkan sebuah cincin.

"Kamu mau jadi istri saya?"

Anjani tersenyum, teringat ia dengan prinsip tidak akan menikah seumur hidup miliknya. Kini ia buang begitu saja sejak ia menerima cincin dari Pak Adif.

"Saya mau."

Pak Adif begitu sat set, tak perlu waktu lama ia telah menggelar acara ijab kabul sekaligus resepsi. Pernikahan yang digelar dengan adat padang campur jawa itu penuh dengan kehikmatan. Begitu banyak tamu undangan, baik dari kenalan Pak Adif maupun Anjani.

"Saya terima nikahnya Anjani Dwiningsih Atmaja binti Anjaya dengan 10 gram emas 24 karat dan seperangkat alat solat dibayar tunai!"

Seketika jantung Anjani bergetar, kencang sekali debaran jantungnya. Apalagi ketika ia duduk disebelah Pak Adif, ia semakin tremor bahkan sampai lemas. Saat duduk tiba-tiba Anjani tak sadarkan diri. Segera ia diberikan air dan minyak kayu putih hingga pulih kembali.

Begitu acara selesai Pak Adif langsung membawa Anjani dan Ibu serta adik-adiknya pindah ke rumah baru. Rumah tersebut milik Pak Adif awalnya, namun kepemilikannya telah resmi sepenuhnya dipindahkan Pak Adif ke tangan Ibu.

"Sebenernya Bapak gak perlu lakuin ini, Pak. Jadi kalo misanya Bapak mau tarik ini kembali masih bisa loh Pak."

"Memang saya Bapak kamu? Saya sekarang udah jadi suami kamu, secara Sah!"

"Kok Bapak ngalihin topik sih,"

"Kamu bisa panggil aku Mas, Kakak, Papa, atau Sayang juga boleh."

Anjani menggeleng-geleng mendengar sebutan menggelikan itu. "Aku panggil Mas aja!"

Married With Mr. AdifCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang