Chapter 4 : School Day And Work Day

337 43 37
                                        

Seminggu kemudian tibalah waktunya anya untuk sekolah

Bu guru membawa anya ke kelas barunya

Keringat dingin mengalir deras membasahi wajah anya seperti hujan, matanya tak fokus, dan kedua tangannya terkepal didepan dadanya

Anya gugup

Sangat gugup

"Apa yang harus anya lakukan? Anya sangat gugup ah perut anya sampai sakit" batin anya memegang perutnya

"Anya-chan? Watame Anya-chan kan?" ucap sensei

"Ha'i watame anya desu" ucap anya seperti robot

"Kamu pasti akan suka dengan kelas barumu ~" biasalah guru basa basi sama muridnya dulu

"Ha'i"

Srak

Sensei menggeser pintu kelas dan masuk ke dalam diikuti dengan anya

"Mohon perhatian sebentar"  ucap sensei dengan suara lembutnya

Perhatian para murid langsung teralihkan pada sensei

"Kita kedatangan murid baru, tolong perkenalkan dirimu" ucap sensei menoleh ke anya

Set

Anya memberanikan dirinya untuk mendongak melihat teman-teman sekelasnya

"Wa-watame anya....sa-salam kenal semuanya!" ucap anya gugup

"Apa anya melakukannya dengan benar?" batin anya mengusap tangannya yang berkeringat

Set

"Apa pekerjaan ibumu?" tanya salah seorang murid

"Ha-haha bekerja sebagai pekerja kantoran......" ucap anya gugup

"Kalau ayahmu?"

"......" anya terdiam

Dia tak pernah tahu siapa ayahnya

Selama dipanti asuhan pengasuh disana langsung pergi saat dia bertanya tentang ayahnya bahkan miss senju selalu menghindari topik tersebut

Saat dia menanyakan soal ayahnya pada ibunya sehari yang lalu ibunya menjawab......

⏳Flashback⏳

"Haha" panggil anya

Ananti yang lagi fokus mengurus dokumen kantor hanya berdehem menanggapi panggilan sang anak "Hm?"

Anya memainkan boneka chimera-san yang diberikan oleh sang ibu

Ia ragu untuk menanyakan hal ini

Tapi ia sangat penasaran

Dan anya tak tahan menahan rasa penasaran yang menggebu-ngebu ini

"Haha siapa chichi anya?" akhirnya anya menanyakan hal tersenut

Suasana langsung berubah jadi hening

Suhu diruangan itu mendadak jadi berat apalagi setelah ananti melepaskan kacamatanya

"Kenapa tiba-tiba menanyakan itu?" suara ananti terdengar lembut seperti biasanya tapi nadanya agak bergetar seperti orang yang lagi menahan amarah

"Anya....penasaran siapa chichi anya, anya tak pernah melihatnya....pengasuh dipanti asuhan juga....tidak pernah menceritakannya...." gumam anya menunduk

Keluarga CemaraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang