Kisah bermula dari dua sejoli yang saling jatuh cinta, sang gadis hamidun yang membuat mereka menikah diusia yang begitu muda
Semuanya tampak lancar
Tiap hari dilalui dengan penuh kata-kata cinta
Tapi semua itu hancur dalam sekejap ketika sang gadis...
Baru aja author bilang demamnya dah turun eh pusingnya malah nyusul mana lidah author masih mati rasa jadi susah buat makan
Hiks author kangen makan banyak ٩(๑꒦ິȏ꒦ິ๑)۶
Tampaknya author benaran harus istirahat
Yosh ayo lanjut tidur
Adios! 三三ᕕ( ᐛ )ᕗ
Hari ini adalah hari yang paling anya benci
Why?
Karena hari ini adalah hari belajar dan ananti langsung memberikannya soal Matematika
Sungguh ibu yang baik hati sekali
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ananti menatap datar kertas jawaban anaknya itu
Begini isinya :
1+1 = 3
2 × 3 = 5
6 ÷ 2 = 4
10 - 5 = 15
8 × 5 - 5 = 0
Masih ada banyak lagi jawaban yang membuat ananti tepuk jidat
"Hebat....saking hebatnya aku tidak tahu harus berkata apa" batin ananti
"Haaaaahhh" ananti menghela napas panjang
Anya yang melihat emaknya menghela napas panjang begitu jadi ciut
Sebenarnya kenapa jawaban anya bisa seburuk itu padahal dia kan bisa membaca pikiran?
Mari kita flashback bentar
⏳Flashback Bentar⏳
"Kerjakan dengan baik ya, jika ada yang tidak paham tanya saja ke mama" ucap ananti memberikan kertas soal pada anya
"Oit mama!" anya berpose hormat
"Fufufu haha tidak tahu kalau anya bisa membaca pikiran, mau sesusah apapun soalnya anya tinggal melihat jawabannya dikepala haha" batin anya tertawa jahat
Anya menatap ananti yang sedang minum kopi
"Jawaban nomor 1!"
Bzzzt
"Siang nanti makan apa ya?"
Anya mengerutkan kening lalu mengucek matanya, mungkin dia salah dengar tadi