Chapter 14 : "Orangtua kita rukun sekali ya" Benarkah?

344 43 51
                                        

Baru aja author bilang demamnya dah turun eh pusingnya malah nyusul mana lidah author masih mati rasa jadi susah buat makan

Hiks author kangen makan banyak ٩(๑꒦ິȏ꒦ິ๑)۶

Tampaknya author benaran harus istirahat

Yosh ayo lanjut tidur

Adios! 三三ᕕ( ᐛ )ᕗ











Hari ini adalah hari yang paling anya benci

Why?

Karena hari ini adalah hari belajar dan ananti langsung memberikannya soal Matematika

Sungguh ibu yang baik hati sekali

Ananti menatap datar kertas jawaban anaknya itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ananti menatap datar kertas jawaban anaknya itu

Begini isinya :

1+1 = 3

2 × 3 = 5

6 ÷ 2 = 4

10 - 5 = 15

8 × 5 - 5 =  0

Masih ada banyak lagi jawaban yang membuat ananti tepuk jidat

"Hebat....saking hebatnya aku tidak tahu harus berkata apa" batin ananti

"Haaaaahhh" ananti menghela napas panjang

Anya yang melihat emaknya menghela napas panjang begitu jadi ciut

Sebenarnya kenapa jawaban anya bisa seburuk itu padahal dia kan bisa membaca pikiran?

Mari kita flashback bentar

⏳Flashback Bentar⏳

"Kerjakan dengan baik ya, jika ada yang tidak paham tanya saja ke mama" ucap ananti memberikan kertas soal pada anya

"Oit mama!" anya berpose hormat

"Fufufu haha tidak tahu kalau anya bisa membaca pikiran, mau sesusah apapun soalnya anya tinggal melihat jawabannya dikepala haha" batin anya tertawa jahat

Anya menatap ananti yang sedang minum kopi

"Jawaban nomor 1!"

Bzzzt

"Siang nanti makan apa ya?"

Anya mengerutkan kening lalu mengucek matanya, mungkin dia salah dengar tadi

Keluarga CemaraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang