Makasih buat yang udah vote sama coment (❁´◡'❁)
Happy Reading ✺◟( ͡° ͜ʖ ͡°)◞✺
Cit cit
Pagi hari
Mentari bersinar untuk membangunkan para manusia pemalas dari mimpi indahnya
Srak
Mamah muda yang sudah bangun dari subuh tadi membuka gorden kamarnya
Mereka sekarang berada diapartemen yang baru dia beli, barang-barang masih ditaruh rapih didalam kardus tapi perabotan rumah kayak ranjang sudah dibongkar buat tidur
Btw anya ada dikamar lain
Dan kamar diapartemen itu cuman ada dua
Satu kamar ananti, didepannya kamar anya, dapurnya lumayan sempit, ada kamar mandi lengkap dan ruang tengah untuk nonton Tv
"Pulang belanja aku akan membongkar sisanya" batin ananti menyantol rambut panjangnya
"Yosh saatnya membuat sarapan!"
**✿❀ ♡ ❀✿**
"Hoaahm"
Anya terbangun dari tidur cantiknya, dia mengucek-ucek matanya lalu melihat sekitarnya
"Hm?" anya heran ini bukan kamarnya
Kamarnya berwarna putih kosong sedangkan sekarang dia berada diruangan dengan cat berwarna pink seperti rambutnya
"Anya ada dimana?" tampaknya anya hilang ingatan
Sniff sniff
Hidungnya mencium aroma asing yang berasal dari luar ruangan
"Bau enak!"
Sruk
Anya tergesa-gesa turun dari ranjang empuk dan membuka pintu kamar
Ceklek
Kaki anya mengikuti sumber aroma enak itu dan sampailah ia di dapur
Ananti yang lagi memasak mendengar step kaki anya pun menoleh padanya
"Ohayou anya-chan" ucap ananti tersenyum
"Haha?" ucap anya terkejut
Anya baru ingat bahwa dia sudah tak berada dipanti asuhan lagi
Ibunya sudah menjemputnya pulang
Gyut
"Haha ohayou!" pekik anya memeluk kaki ananti
"Ohayou mo anya-chan" ucap ananti ramah
Anya melepaskan kaki ananti lalu berkeliling rumah sebentar
"Ini rumah anya?" tanya anya
"Ya! Ini rumah kita mulai sekarang" ucap ananti membalik pancake
Tap
Anya pergi ke ruang tengah perhatiannya langsung tertuju ke Tv
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Cemara
FanfictionKisah bermula dari dua sejoli yang saling jatuh cinta, sang gadis hamidun yang membuat mereka menikah diusia yang begitu muda Semuanya tampak lancar Tiap hari dilalui dengan penuh kata-kata cinta Tapi semua itu hancur dalam sekejap ketika sang gadis...
