Mama dan ayah Enji saling tatap melihat Enji tidak bersemangat bahkan saat Kai menjemput ia enggan meninggalkan rumah, Kai menggenggam tangan Enji yang gemetar hingga sesampainya di kampus Enji berlindung dalam pelukan Kai.
Aoi bersama Enji duduk berdekatan agar Enji tenang, selama perkuliahan Enji tidak bisa fokus hingga saat perkuliahan Enzo lewat bersama teman teman nya Enji langsung lemas hingga di bawa ke ruang kesehatan dan Aoi memohon pada dokter untuk melarang siapapun mau menemui Enji selain dirinya, Takeshi dan Kai.
Enji menatap keluar jendela duduk bersandar karena tidak bisa istirahat banyak hal ia bayangkan.
"Enji"
Enji menoleh dan ia senang sekali itu Kai yang menjemput nya.
"Aku mau pulang"
"Ya ya kita pulang ya, jangan menangis"
Kai menggendong Enji dan mere langsung pulang.
🌈
Mama dan ayah Enji syok mendengar anaknya menjadi stress dan sangat tertekan dan Enji memohon agar ia pindah kampus aaja karena Enji tidak tahan lagi hingga ayah menghembuskan nafas pelan.
"Baiklah jika begitu, ayah tidak mau anak ayah seperti ini"
Enji langsung memeluk ayah nya dan mama mengusap lembut anak kesayangan nya, Kai sebenarnya tidak ingin namun ia tidak mau Enji setiap hari harus menghadapi Enzo namun Kai berjanji akan mengantar jemput Enji.
"Kai, kau tidak marah padaku kan?"
"Memangnya kau melakukan kesalahan apa hingga aku harus marah?"
"Aku meminta ayah untuk pindah kuliah"
"Enji, aku malah lega karena kau tidak akan ketakutan dan stress lagi karena Enzo"
"Kai, aku mencintaimu"
"Aku sangat mencintai mu Enji, aku harus pulang sekarang"
Enji mengangguk dan Enji mencium cepat bibir dan kening Enji, Enji tidur lebih awal dan ia akan tidur nyenyak.
🌈
Kampus baru Enji berbeda dari kampus sebelumnya dan orang orang nya juga membuat nya kesulitan untuk berteman dan akhirnya ia hanya sendirian sepanjang hari di kampus, Enji menyeruput es susu stroberi kesukaan nya sambil duduk memainkan ponsel.
"Boleh gabung disini?"
Enji mendongak dan ia menelan ludah kasar.
"Ya boleh"
"Terima kasih, semua sudah penuh. Kau tak menunggu seseorang kan?"
Enji menggeleng pelan.
"Kau merasa tidak nyaman dengan ku?"
Hampir Enji mengangguk namun ia segera menggeleng membuat pemuda tampan di hadapan nya tertawa pelan, Enji buru buru menunduk kembali menyeruput es nya sekalian menyembunyikan wajah nya yang malu.
"Oh ya aku Akihiko, biasa dipanggil Aki dan kau mungil?"
"Enji"
"Kau anak baru ya, aku pertama kali melihat wajah manis mu Enji"
"I..... Iya"
Enji semakin gugup karena terus di puji oleh Aki dan bahkan Aki terus saja berceloteh namun Enji senang itu tidak membuat nya kesepian, saat pulang Aki dengan senang hati menemani nya ke gerbang kampus dan disana ada Kai berdiri disamping mobil nya menatap Aki dengan tatapan tidak suka namun ia tidak mau Enji tahu.
"Kami hanya teman"
"Aku tahu"
"Terus, kenapa Kai diam saja? "
"Aku hanya fokus menyetir"
"Nada nya kok gak enak saat bicara?"
"Apa aku harus sambil bernyanyi saat bicara dengan mu?"
"Tidak, Kai aku tidak ada perasaan khusus kok. Kami hanya teman, ia duluan yang menghampiri ku"
Kai menghembuskan nafas pelan ia mendekatkan kepala Enji dan mencium pelipis Enji sambil mata menghadap ke depan, Enji tersenyum senang dan ia memeluk lengan Kai sepanjang perjalanan pulang.
🌈
Enji sangat dekat dengan Aki karena dengan Aki saja ia berteman bahkan mereka sangat akrab dan diam diam Aki menyukai Enji karena segala yang ada pada Enji membuat Enji terlihat imut dan menggemaskan, Aki seolah sedang mencoba mengambil Enji dari sisi Kai tanpa Enji sadari.
Kai menatap Enji yang berlari ke hadapan nya dan wajah nya datar karena Aki mencoba menyentuh pipi Enji yang chubby dengan alasan ada kotoran.
"Masuk"
Kai membuka pintu mobil dan Enji masuk lalu Kai menutup kasar pintu mobil bahkan Kai menyetir dengan ngebut membuat Enji panik dan ketakutan.
"Kai kenapa?"
Pekik Enji dan sesampainya Kai langsung pulang tidak mampir membuat Enji sedih karena ia tidak merasa melakukan kesalahan apapun, Enji mencoba menelpon Kai namun Kai terus merejek panggilan telepon nya.
Enji menangis sambil memeluk ponsel nya dan peaan yang ia kirimkan juga tidak di balas, Enji menangis hingga ia tidur dan melewatkan makan malam nya berharap besok Kai tidak marah marah lagi padanya.
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
You Are For Me (End)
Romancecapek juga ngurusin pacar yang terobsesi dan posesig
