Tidak pernah terpikirkan dalam benak Rose jika ia harus menjadi istri dari seorang duda yang lumpuh dan sudah memiliki seorang putri.
Bagaimana kelanjutannya?
Yuk kepoin!
Malam nya Rose kini tengah berada dihotel milik orang tuanya. Orang tuanya sudah tau akan kehidupan bebas putrinya dan sudah pernah mengingatkan untuk selalu berhati-hati dan jangan sembarangan melakukan seks.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rose kini tengah berada di loby hotel disana banyak pasang mata yang memandangi tubuhnya dengan tatapan tertarik. Hal itu sudah biasa didapat olehnya.
Saat menunggu lift untuk tamu vip terbuka dari arah belakang seorang laki-laki dengan kursi roda nya juga menunggu dibelakang Rose.
Rose tidak terusik sedikit pun mereka berdua masuk kedalam lift. Rose yang memencet lantai dimana kamarnya berada dan laki-laki itu juga memencet lantai ke kamarnya.
Saat lift terbuka dilantai 18 Rose keluar terlebih dahulu meninggalkan laki-laki itu. Laki-laki itu sedari tadi memandangi Rose.
"Cari tahu siapa wanita ini!" titah laki-laki itu di telfon.
Rose sampai dikamarnya, tidak menunggu lama pintu kamarnya diketuk. Disana sudah ada Wahyu yang menggunakan kemeja putih serta celana kerjanya.
"Kamu sangat cantik.. " puji Wahyu ketika mereka berdua saling pandang.
Rose menunduk malu-malu, ia tidak boleh terlihat binal bukan jika baru berkenalan.
"Aku baru kali ini melihat mu ikut rapat," tanya Rose dengan mengusap pipi Wahyu yang ditumbuhi bulu halus.
"Ya, kalau tahu kamu ada disana aku pasti akan ikut rapat." jawab Wahyu. Ia maju dan mulai menggendong tubuh sintal milik Rose.
Rose dapat merasakan milik Wahyu tegang dibalik celana kerjanya.
"Sudah menikah?" tanya Rose basa-basi. Oh ayolah Rose hanya tertarik badan dan wajahnya saja tidak lebih.
"Belum, apakah kamu mau menjadi istriku nona?" tanya balik Wahyu yang mendapat balasan tawa dari Rose.
Wahyu adalah laki-laki kesekian kali yang menawarinya untuk menikah.
"Mau mulai sekarang?" tanya Rose sensual. Dengan menciun tengkuk leher milik Wahyu.
Wahyu memejamkan mata dan mengangguk. Membiarkan Rose melakukan apapun yang ia mau.
Jari lentik Rose membuka satu persatu kancing kemeja milik Wahyu menampakkan dada bidang dan kekar miliknya. Perfect.
Setelahnya giliran Wahyu yang dalam persekian detik menurunkan dress milik Rose. Dua gundukan besar yang sempat Wahyu bayangkan kini benar-benar ada di depannya.
Wahyu membawa tubuh mereka ke atas ranjang dengan Rose berada dibawah.
Wahyu terus menurunkan dress milik Rose hingga sekarang bugil di depan nya.
"Sungguh sangat indah.. " puji Wahyu membuat Rose tersenyum manis.
"Biarkan aku memanjakan mu untuk malam ini.. " lirih Rose sensual mengubah posisi mereka.