Lili terlihat bingung, dari tadi Jennie hanya diam tanpa menatap Lili.
Saat ini keduanya berada di ruang tamu, Jennie mengerjakan tugas sekolahnya dan Lili si kecil menggemaskan itu hanya menatap Jennie dengan tatapan polosnya.
Ngomong-ngomong Lili sudah sembuh dari sakitnya, dia sudah sehat dan kembali ceria seperti bisa.
Jennie tanpa sengaja melihat wajah Lili, dia merasa gemas bagaimana mata bulat itu berkedip-kedip lucu.
"Tidak! Kau tidak boleh lemah Jennie, kau masih ngambek, ingat itu" batin Jennie.
Jennie terus fokus menulis tanpa menjawab perkataan Lili.
"Baby tan cudah minta maaf, apa pellu baby minta maaf lagi?" Lili menidurkan kepalanya di atas meja.
Jennie mengigit bibirnya memekik dalam hati melihat pipi gembul Lili bertumpu di atas meja belajarnya.
Lagi-lagi Jennie mengacuhkan Lili seolah malas berbicara dengannya.
"Hufff" Lili mendesah pelan karena Jennie terus mendiaminya.
"Maaf onty Jen" lirih Lili melengkungkan bibirnya kebawah. Sungguh Lili tidak tahan di diamkan, dia benci kesunyian, itu akan membuatnya sedih.
"Hmmp- maaf" suara Lili bergetar.
Jennie menghentikan gerakan tangannya lalu melirik Lili.
Air mata Lili jatuh dari pelupuk matanya, gadis kecil itu duduk tegap dan segera menghapus air matanya menggunakan punggung tangannya.
Jennie tidak tega dan menjadi khawatir sekarang.
"Kenapa menangis?" Tanya Jennie dengan datar.
Lili menggeleng dan terus menghapus air matanya yang berjatuhan.
"Hiks t-tenapa ail mata ini telus telual, mmph baby ndak ingin nangis tapi ail mata jelek ini telus telual. Belhenti, belhenti ail mata, belhenti baby bilang!" Lili mengusap kasar air matanya.
"Hentikan" Jennie menarik Lili membuat gadis kecil itu duduk di pangkuannya, mengentikan gerakan tangan mungilnya lalu menangkup wajahnya.
Hidung Lili memerah, matanya berair dan menampakkan kesedihan.
"Aunty minta maaf, aunty tidak akan bersikap seperti itu lagi. Promise" Jennie mencium puncak kepala Lili.
"Baby benci cunyi kalena Eomma celing meninggalkan baby di lumah cendili belcama ahjumma Lee. Eomma celalu cibuk dan membialkan baby belmain cendili, baby cedih ndak ada temannya. Caat Eomma pulang telja Eomma langcung tidul tanpa menanyakan tabal dan tecehalian baby di lumah. Baby juga tatut onty, caat baby cendilian di dalam tamal yang cunyi baby melihat ada wanita belbaju putih dan belambut panjang, wajahnya hancul membuat baby tetakutan cetengah mati. Baby takut~" Lili menceritakan kenapa dia sangat membenci kesunyian.
Jennie mendekap erat tubuh kecil Lili, air matanya luruh mendengar cerita Lili barusan. Dia juga baru sadar belum menanyakan apa-apa soal Jieun, Jennie merasa bodoh dan merasa bersalah karena banyak hal yang belum dia ketahui tentang keponakannya.
"Aunty janji tidak akan membiarkan baby kesunyian, aunty janji sayang" Jennie mencium lama kening Lili.
"Sayang baby banyak banyak" Jennie tersenyum mengusap kepala Lili.
"Tapi onty, Eomma tetap baik mestipun celing meninggalkan baby cendilian. Jangan benci Eomma baby ottey?" Bagaimana pun juga Lili menyayangi Eomma nya dan dia tidak akan bisa membencinya.
"Nee baby" Jennie hanya mengangguk meskipun dalam hatinya bertanya-tanya dan memikirkan kemana perginya eonnie nya itu.
"Aku akan mencari mu eonnie, kasihan Lili di tinggal terus. Aku juga ingin mengetahui banyak hal tentang keponakan ku" batin Jennie.
•••
Bby!🤍
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tbc
19/07/23
Itu salah satu kenapa Lili ga nangis di tinggal emaknya, orang dia udah biasa. Kacian tapi 🥺