Isi dalam Wattpad dan novel ada banyak perubahan. Tentunya di novel lebih lengkap daripada di Wattpad.
Info beli novelnya bisa langsung ke Instagram aku ya!
@senjakuindah_12
@nur_amal12
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Viona melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam, dia pun segera menemui Monica yang masih mengobrol dengan beberapa teman sekelasnya. “Gue pulang dulu.” Viona berpamitan pada Monica.
“Lo pulang sama siapa? Dian tadi udah duluan katanya mamanya lagi sakit makanya dia pulang duluan,”
“Gapapa gue naik taxi aja,” ucap Viona masih dengan tangan yang menurunkan dress nya. Gadis itu terlihat benar-benar tidak nyaman.
“Eh jangan, gak baik cewek pulang sendirian malam-malam,” Monica menoleh kesana kemari mencari seseorang yang mungkin bisa mengantar viona pulang.
“Eh lo bareng mereka aja, lo bisa aman sampai rumah. Gue khawatir lo pulang sendirian mana mau ujan lagi, udah lo tunggu di sini gue panggil mereka oke,” Monica berlari menuju segerombolan pria tinggi itu.
“Kak gue boleh minta tolong nggak, anterin temen gue pulang ya, kasian cewek sendirian pulang tengah malam gini,” ucap Monica pada Elvano yang sedang memainkan ponselnya.
“Ogah, gue gak mau, noh dia aja!” tunjuknya pada Angkasa yang sedari tadi sudah menatap ke arah Viona.
Monica menatap Angkasa dengan tatapan yang sulit diartikan, gadis itu berharap agar Angkasa menolak perintah Elvano.
“Oke gue bareng Viona.”
Deggg,,,hati Monica bagai di sambar petir mendengar kata yang keluar dari mulut pria yang sangat dia kagumi, dengan menahan air matanya yang akan turun gadis itu hanya membalikkan badannya membelakangi mereka semua.
Angkasa berlari kecil menuju ke arah Viona yang masih berdiri sendirian di dekat meja makan, Monica merasakan air matanya yang akan menetes langsung berlari masuk ke dalam rumahnya.
“Lah ngapa tu bocah main lari aja,” ucap Bara kebingungan.
Dion yang mengetahui suasana hati Monica hanya bisa menghela napas, ia juga tidak berani menceritakan ke sahabatnya tentang perasaan gadis itu pada Angkasa sahabatnya.
“Lo pulang bareng gue aja, yuk udah mau hujan,” Angkasa langsung menarik lengan Viona dengan pelan.
Viona tersenyum licik saat pria itu menarik lengannya.
“Oke, kalo gini caranya gue tau apa yang bakal gue lakuin ke ketua lo itu,” gumam Viona dalam hatinya.
Elvano menatap tajam kedua sejoli itu yang sedang jalan sambil bergandengan tangan, padahal Angkasa lah yang menarik lengan Viona sehingga terlihat seperti sedang bergandengan.
Elvano berlari menuju motornya dan langsung mengikuti Angkasa dan Viona, entah apa yang ada di pikirannya sehingga dia nekat mengikuti sahabatnya itu.