Isi dalam Wattpad dan novel ada banyak perubahan. Tentunya di novel lebih lengkap daripada di Wattpad.
Info beli novelnya bisa langsung ke Instagram aku ya!
@senjakuindah_12
@nur_amal12
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari minggu pagi yang cerah, tak kalah cerah dengan gadis cantik yang sedang bersiap-siap untuk rumah sakit menjenguk kakaknya. Seperti biasa, setiap hari minggu Viona selalu menyempatkan diri menjenguk kakaknya yang masih di rawat di rumah sakit.
Dengan langkah kaki pelan gadis cantik itu menuruni tangga dengan senyum yang terus mengambang di bibirnya manisnya . Matanya tertuju pada Bi Iyem yang sedang menyiapkan sarapan untuknya.
"Non, sini makan dulu," panggil Bi Iyem.
Gadis itu mengangguk dan langsung sarapan bersama Bi Iyem, awalnya wanita paruh baya itu menolak tawaran anak majikannya yang menyuruhnya ikut sarapan bersamanya. Tapi, Viona bersih keras mengajaknya, dan mau tiak mau dia pun menurut.
Setelah selesai sarapan, Viona langsung berpamitan pada Bi iyem. "Bi, Vio berangkat dulu. Assalamu alaikum." Gadis itu mencium tangan Bi Iyem lalu berjalan ke arah garasi untuk mengambil motornya.
"Hati hati non." Bi iyem mengikuti langkah gadis itu menuju garasi.
Di tengah perjalanan. Viona memilih berhenti sejenak di supermarket yang tidak jauh dari rumah sakit, dia berniat membeli beberapa cemilan dan minuman.
Saat hendak mengambil minuman, Viona mendengar ada sedikit kegaduhan yang membuatnya berjalan ke arah kasir.
"Aduhh maaf Mbak, sepertinya dompet saya tertinggal di mobil, sebntar saya ambil dulu," ucap seorang wanita yang sedang mengobrak abrik tasnya.
"Ya ampun, ibu ini gimana sih tasnya aja yang mahal tapi nggak bawa dompet. Oh atau tasnya palsu kali ah," bukan penjaga kasir yang menjawab melainkan ibu-ibu yang ada di samping Viona.
"Ini, bayar pakai kartu saya aja," Viona menyodorkan kartunya kepada kasir.
"Ah ya ampun terima kasih nak, maaf sudah merepotkan," ucap wanita itu sedikit membungkukkan badannya.
"Eh, nggak papa Bu, silahkan di bawa belanjaannya, saya mau lanjut belanja dulu," ucapnya sopan lalu kembali melanjutkan mencari beberapa cemilan dan minuman.
Kurang lebih sepuluh menit berlalu, gadis itu berjalan keluar dari supermarket sambil menenteng kantong kresek di tangannya.
"Eh maaf nak, ini untuk ganti uang yang tadi," ucap wanita yang sempat di bantu oleh Viona.
"Eh ibu, udah nggak papa saya ikhlas," ucapnya sopan dan menolak beberapa lembar uang yang di berikan oleh wanita tersebut.
"Ma, ayo pulang," panggil seseorang yang baru saja datang di balik punggung wanita itu.
"Lo lagi! Ngapain lo di sini?" tanya Elvano dengan nada tingginya. Wanita yang di tolong Viona tadi ternyata adalah Elmira.
"Eh kamu apaansih El, dia udah bantu Mama tadi waktu dompet Mama ktinggalan di mobil. Cepat minta maaf!" Elmira memukul pelan lengan putranya.
Viona hanya mengangguk tanpa menjawab ucapan pria tersebut.
"Jadi kalian sudah kenal?" tanya Elmira pada mereka berdua.
"Dia adik kelas El mah, namanya Viona."
Mendengar namanya di sebut oleh Elvano, dengan cepat gadis itu mengulurkan tangan pada Elmira. "Viona, tante," ucapnya tersenyum ramah.
"Elmira. Oh iya gimana kalau kita makan siang dulu. Dan sebagai ucapan terimakasih tante buat Viona, kamu mau kan makan siang sama tante?"
Viona tidak enak jika menolak tawaran dari Elmira karena menurutnya wanita ini begitu tulus ingin mengajaknya makan siang bersama. Akhirnya dia pun mengangguk menyetujui ajakan wanita itu, walaupun Viona merasa sedikit tidak nyaman karena sedari tadi dia mendapat tatapan datar oleh pria bertato itu.
"Yasudah ayo nak, El bawa mobilnya kesini. Oh iya kamu naik apa kesini nak?" tanya Elmira pada Viona.
"Saya naik motor tante."
"Kalau gitu motornya di simpan di sini aja dulu, kamu ikut naik mobil sama tante aja, tenang motornya aman di sini," ucapnya mengelus tangan Viona dengan lembut, hal itu membuat gadis itu teringat pada ibunya, ia bahkan tidak pernah merasakan betapa hangatnya genggaman dari tangan seorang ibu.
"Eh iya tante, duh jadi ngerepotin."
"Udah nggak papa cantik."
***
Kini mereka bertiga sedang berada di sebuah restoran mewah, Viona, Elvano dan Elmira sedang menikmati makang siangnya sambil bercerita-cerita.
"Viona udah punya pacar?" pertanyaan Elmira yang secara tiba-tiba membuat Viona dan Elvano terkejut.
Uhukkk...
"El, cepat kasi minum buat Viona," teriak Elmira pada putranya yang masih melotot karena terkejut.
"Ma, ngapin sih nanya gitu?"
"Kan Mama cuma nanya, kalau belum Mama mau kenalin sama kakak kamu,” ucapan Elmira mampu membuat gadis yang sedang menetralkan perasaanya itu syok dan memilih untuk berbohong.
"Maaf tan, saya udah punya pacar. Oh iya saya pamit ya tante soalnya mau jenguk kakak saya di rumah sakit." Gadis itu hendak berdiri namun di cegah oleh Elmira.
"El, anterin Viona ke supermarket tadi, motornya ada di sana."
Viona hampir saja lupa bahwa dia datang ke restoran ini bersama mereka dan meninggalkan motornya di minimarket tadi. Dengan terpaksa dia menyetujui tawaran Elmira yang menyuruhnya ikut bersama Elvano.
Saat di perjalanan gadis itu hanya diam begitu juga dengan pria sangar yang ada di sampingnya, tak lama kemudian mereka telah tiba di supermarket. Viona turun dari mobil dan berjalan menuju motornya.
"Lo nggak tau terimakasih banget ya jadi orang, udah di traktir makan, di anterin balik juga," teriak pria itu dalam mobil saat Viona sibuk memakai helmnya.
"MAKASIH, PUAS!" Gadis itu menaiki motornya dan meninggalkan Elvano yang masih terlihat kesal di dalam mobil.
"Dasar cewek aneh! Gue sumpahin gak lama lagi lo bakal klepek-klepek sama gue!" Evano mengumpat dalam mobilnya sebelum menancap gas meninggalkan tempat ini.