Isi dalam Wattpad dan novel ada banyak perubahan. Tentunya di novel lebih lengkap daripada di Wattpad.
Info beli novelnya bisa langsung ke Instagram aku ya!
@senjakuindah_12
@nur_amal12
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore yang berarti murid-murid sudah di perbolehkan untuk pulang, di parkiran terlihat Dian dan Monica sedang berbincang.
"Duh gimana nih, supir gue ga bisa jemput gue," ucap Monica memanyunkan bibirnya.
"Yah mana Viona udah pulang lagi," ujar Dian sambil mengotak-atik ponselnya.
"Bareng kak Angkasa aja Mon, kepan lagi kan bisa pulang bareng crush," ucap Dian memberi saran.
"Ah gue malu."
"Yaudah lo mau pulang sama siapa? Ogah gue nebengin lo, rumah lo kan juga searah sama Kak Angkasa."
"Ah lo tega banget sama gue," kesal Monica cemberut.
"Eh ada adek Dian nih, kok belum pulang sih Beb?" tanya Dion yang baru saja datang bersama rombongannya.
"Ini Monica nggak ada yang nganterin," jawab Dian jujur.
"Bareng Angksa aja, boleh kan Sa?" ucap Dion menyenggol bahu sahabatnya itu.
"Boleh," jawabnya cuek.
Monica tersenyum manis dan mengikuti pria itu yang berjalan menuju mobilnya, "Maaf ngerepotin kak," ucap gadis itu saat memakai seatbelt. Monica tersenyum manis dan mengikuti pria itu yang sudah berjalan menuju mobilnya, "Maaf ngerepotin kak," ucap gadis itu saat memakai seatbelt.
"Nggak papa, santai aja," jawabnya acuh dan fokus menyetir. Walaupun pria itu masih bersikap cuek pada dirinya. Tapi, hal itu itu tidak mengurangi rasa cintanya pada pria dingin tersebut.
Selama di perjalanan mereka hanya diam tanpa mengeluarkan suara, Monica juga hanya asik memainkan ponselnya untuk menghilangkan rasa gugupnya.
"Lo udah punya pacar?" tanya Angkasa yang membuat gadis itu tidak sengaja menjatuhkan ponselnya karena terkejut dengan pertanyaan pria itu.
"B-belum Kak," jawab Monica gugup.
Sedangkan Angkasa hanya mengangguk-anggukkan kepalanya paham dan sama sekali tidak menoleh ke arah gadis itu yang sudah salting dengan pertanyaannya.
"Emangnya kenapa Kak?"
"Lo mau nggak jadi pacar gue?"
"Hah, Kakak serius?" tanyanya memastikan, kini senyuman gadis itu terukir di bibir manisnya dan juga pipinya saat ini sudah memerah seperti tomat.
"Serius, lo mau nggak?"
"Mau kak," jawab gadis itu tanpa berpikir. Sangat berbeda dengan wanita lainnya yang biasanya akan meminta waktu untuk menjawab jika sedang di confess oleh seseorang.
Tak terasa mereka berdua telah tiba di rumah Monica. Angkasa turun dari mobil dan berlari kecil untuk membukakan pintu untuk gadis itu. Monica seperti bermimpi indah di siang bolong karena cinta yang selama ini dia pendam akhirnya terbalaskan juga.
"Makasih kak, nggak mau mampir dulu?" tanya Monica sambil menunduk menyembunyikan wajahnya yang merah merona akibat malu.
"Lain kali aja ya, gue buru-buru." Angkasa menepuk pundak gadis itu.
Setelah mobil mewah pria itu tidak lagi terlihat, gadis itu langsung berlari ke dalam rumahnya untuk memberi tahu sang ibu, bahwa hari ini adalah hari yang paling bahagia untuknya.
"Mamaa!!!" gadis itu berteriak histeris saat memasuki rumahnya.
Adinda yang sedang membaca koran sontak terkejut dengan suara putrinya yang berteriak. Wanita setengah baya itu langsung berlari menghampiri putrinya yang sedang menutup wajahnya sambil tertawa geli.
"Mama, akhirnya Ma!" Gadis itu memeluk ibunya sangat erat dan berlompat-lompat kegirangan.
"Heh kamu kenapa sih?"
"Ma, aku jadian sama kak Angkasa," mendengar berita bahagia ini sontak Adinda juga ikut tersenyum dan memeluk sang putri tak kalah eratnya. Selama ini gadis itu memang bercerita tentang dirinya yang menyukai kakak kelasnya itu pada sang ibu.
"Kok bisa, gimana ceritanya?" tanya Adinda heboh dan langsung membawa putrinya duduk di ruang tamu.
Sementara di lain tempat, Angkasa terus menggerutu pada dirinya sendiri bagaimana bisa dia mengajak Monica berpacaran saat dirinya masih menyimpan rasa pada sahabat gadis itu.
"Maafin gue, gue harap lo bisa buat gue bener-bener cinta sama lo, bukan sekedar bantuin gue buat lupain Viona," gumamnya pelan.