Isi dalam Wattpad dan novel ada banyak perubahan. Tentunya di novel lebih lengkap daripada di Wattpad.
Info beli novelnya bisa langsung ke Instagram aku ya!
@senjakuindah_12
@nur_amal12
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Karena semalam Elvano dan Viona bertengkar hebat, dan setelah pertengkaran itu terjadi Viona memilih mengemasi semua barang-barangnya dan meninggalkan Elvano sendirian di apartemen.
Pagi ini Viona sudah siap berangkat ke sekolah, sebelum berangkat ia menyempatkan diri sarapan bersama ibunya.
"Viona, bukannya Mama mau ikut campur dengan urusan rumah tangga kalian, Mama cuma mau memberi nasehat, kalau bertengkar dengan suami sebaiknya jangan pernah meninggalkan rumah, semarah-marahnya kamu sama suami kamu, kamu tidak boleh meninggalkan dia. Ingat sayang surga istri ada pada suami."
"Ma, pernikahan ini bukan berdsarkan persetujuan kami. Pokoknya Vio nggak mau tinggal di sana lagi," jawab Viona masih kesal mengingat semalam dirinya dan Elvano bertengkar hebat.
Tak ingin berlama-lama mendengar nasihat dari sang Ibu, gadis itu memilih berangkat ke sekolah. Viona meraih tangan Ibunya lalu menciumnya sebelum dia berangkat ke sekolah.
"Vio berangkat dulu Ma."
"Hati-hati sayang.” Sarah menggeleng melihat tingkah keras kepala putrinya, sama persis dengan ayahnya.
Viona memarkirkan motornya setelah tiba di sekolah, ia berjalan ke kelasnya dengan wajah datarnya, para siswa-siswi yang dulunya sering menyapanya saat di sekolah berubah menjadi sebuah hinaan. Tapi, gadis itu tidak peduli dan berpura-pura tidak mendegar mereka.
"Selamat pagi istrinya Kak El," goda Dian saat Viona meletakkan tasnya di atas meja.
"Diam gak lo!" ketus Viona membuat Dian terdiam seketika.
Seolah-olah tak mendengar pertanyaan Dian, gadis itu hanya diam dan memilih memainkan ponselnya sembari menunggu jam pelajaran di mulai.
Sementara di lain tempat Angkasa, Dion, Bara dan Felix sedang bermain kartu sambil merokok. Mereka sedari tadi menunggu kedatangan sang ketua. Namun, pria itu tak kunjung datang, apakah dia akan terlambat dan mendapatkan hukuman lagi? Ah entahlah.
"Coba hubungin, Elvano dulu Bar, tumben belum dateng," ucap Dion di tengah-tengah permainannya.
"Yaelah lu kayak kagak tau penganten baru aja, paling mereka lagi cuddling," ucap Bara masih fokus bermain kartu.
"Duh jadi pengen nikah juga gue," celetuk Dion yang langsung mendapat jitakan oleh Felix yang duduk di sampingnya.
"Aww, sakit anying." Dion mengelus jidatnya.
"Emangnya ada cewe yang mau sama otak udang kayak lo," ucap Bara membuat Dion kesal.
"Gini gini, gue mirip Younghoontheboyz tau. Di luar sana banyak cewek yang ngantri buat dapetin gue, gue nya aja nggak mau. Soalnya hati gue yang suci ini cuma buat Nenggeulis Dian semata," ucapnya dengan sangat alay.