seperti dosa, melumuri penjuru sesal
kala bulan meredup dan tenggelam
di ujung kamar yang usang
dan suara pun menyerah
menghampiri malam dengan pasrah
meninggalkan gelap sepenuh resah;
katakan padanya esok hari
ada luka di tubuh ini
bertumbuh dari masa ke masa
tak sekalipun sanggup melunakkan rasa
dan menyerah pada cinta–atau begitu katanya,
yang sesungguhnya tak pernah ada
tak pernah terasa
sekalipun kedua bibirnya
mengatakan hal yang itu-itu saja.
– ivanasha
KAMU SEDANG MEMBACA
Amerta
Poetrylagi-lagi sekumpulan puisi. kefanaan yang mendambakan amerta; suatu hari, ketika kau membekaliku 3 kata pertama.
