OO9

278 58 9
                                    

Jisung tersenyum kaku di depan sang kakek, tadi karena teriakannya seluruh orang di rumah langsung keluar dan menatap ke arah Jaemin serta Jisung.

"Ada apa ini?" Tanya sang kakek, pria baya ini masih terlihat sangat tegas.

Kakek Jisung langsung keluar saat mendengar suara teriakan cucu kesayangannya, dia takut cucunya terkena musibah dan benar saja, cucunya yaitu Jisung pulang dengan membawa masalah yaitu, Na Jaemin.

Jisung terkekeh canggung, dia melihat ke sekitar meminta bantuan dari ibu ataupun bibinya tapi mereka semua pura-pura tidak melihat ke arah Jisung. Saat ini Jisung sedang ketakutan menghadapi kakeknya, selama ini Jisung selalu dimanja, dia jarang dimarahi oleh sang kakek, jadi ketika kakeknya bertanya dengan nada tegas itu membuat Jisung merasa takut.

Jisung melirik ke arah Jaemin yang menatap sang kakek dengan tatapan tegas seperti tidak takut sama sekali. Jisung menjatuhkan rahangnya, lalu memasang wajah tidak percaya. Dia bingung kenapa ada manusia yang tidak takut dengan kakeknya?

Jika terus seperti ini Jisung sudah yakin bahwa Jaemin tidak waras sama sekali. Kini batin Jisung berteriak untuk menjauhi Jaemin, 'Orang gila seperti ini harus dijauhi, jika tidak bahaya besar akan menunggumu!'

Melihat semuanya yang terdiam, Jaemin berusaha untuk membuka suara, "Halo, selamat mala...."

"Jisung, ada apa ini sebenarnya?" Kakek Jisung memotong ucapan Jaemin, dia menatap Jaemin dengan tatapan sinis bahkan terkesan sangat tidak suka pada Jaemin.

Jisung yang tadi terperangah karena Jaemin kini memandang kakeknya dengan tatapan tidak percaya, dia juga membuka lebar mulutnya tanda tidak percaya, bagaimana bisa kakeknya tidak takut pada Jaemin yang merupakan seorang bangsawan? Bahkan kakeknya terang-terangan mengabaikan Jaemin.

'Woah, kakek! Kau sangat keren! Kau berani mengabaikan seseorang bangsawan tingkat tinggi yang bahkan presiden yang memimpin ini takut padanya!' pekik batin Jisung tidak percaya.

Walaupun negeri ini berbentuk demokrasi tetapi para bangsawan tetap. Mereka begitu ditakuti dan di segani bahkan presiden pun hampir hormat pada mereka, tapi kenapa kakeknya Jisung berbeda?

"Tuan tua Ha..." Jaemin tidak menyerah, dia tetap berusaha untuk berkomunikasi dengan kakeknya Jisung yang merupakan pemimpin keluarga Han.

"Jisung, kenapa diam saja? Lalu, berhentilah memasang wajah bodoh seperti itu!" Potong kakeknya Jisung lagi.

Jisung yang mendengar ucapan sang kakek langsung cemberut, dia mendekati kakeknya yang memeluk lengan sang kakek, dia menggoyangkan lengan kakeknya sembari merengek.

"Kakek, Jie tidak bodoh!"  Protes Jisung dengan nada merengek manja.

Kakeknya Jisung memutar bola matanya dengan malas, "Ya, kau tidak bodoh...."

Jisung mengangguk setuju, kakeknya ini sangat tahu cara menyenangkan cucu....

".....kau hanya mudah tertipu," hardik sang kakek.

Lupakan! Kakeknya memang menyebalkan, Jisung cemberut dia ingin membantah ucapan sang kakek tapi kalimat yang dikeluarkan oleh pria baya itu benar.

"Kenapa tidak menjawab? Kau tertipu lagi?" Tanya sang kakek, ini bukan pertama kalinya Jisung terkena kasus penipuan.

Pada usia 16 tahun Jisung pernah ditipu temannya, kata teman Jisung mereka akan membuat tabungan bersama tapi temannya malah melarikan uang Jisung, pada usia 19 tahun, Jisung ditipu oleh seorang wanita dengan modus sedang hamil besar dan ditinggalkan suami, perempuan itu menguras uang Jisung. Sekarang Jisung yang berusia 27 tahun kini pulang dengan membawa penerus keluarga Na calon pemimpin para bangsawan ke rumah, dia curiga bahwa anak keluarga Na ini telah menipu Jisung.

Jisung terkekeh, dia menggaruk kepala bagian belakangnya dengan canggung,"Tentu saja tidak, kakek. Ngomong-ngomong, orang yang mengantar Jie pulang ingin mengobrol dengan kakek, lalu karena kalian ingin mengobrol maka Jie akan pergi! Lagipula Jie sudah sangat mengantuk! Selamat malam kakek, semoga mimpi indah," ucap Jisung kemudian mengecup pipi sang kakek.

Jisung menghilang secepat cahaya bahkan Ultraman yang berasal dari planet cahaya saja kalah dengan kecepatan Jisung dalam melarikan diri dan meninggalkan keluarga Han yang menatap Jaemin dengan tatapan tajam.

Jaemin tersenyum canggung, Jisung benar-benar meninggalkan dia sendirian di hadapan para makhluk buas.

"Ada gerangan apa sampai seorang pewaris keluarga Na datang ke rumah sederhana keluarga Han?" Tanya kakek Jisung dengan nada suara yang tidak ramah.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 08 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Trouble Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang