[ on going ] - [ slow up ]
4 tahun sejak kejadian memilukan itu, Bagi sarada uchiha, tak ada hal yang lebih buruk pada tahun itu, tahun dimana kekasihnya di rampas kebahagiaannya oleh seseorang yang kekasihnya anggap sebagai Saudara sendiri.
Tak ada...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
••••
Tak terasa hampir satu bulan sarada berada disisinya, sejak kejadian yang menimpa kekasihnya, mana bisa boruto dengan gamblang melepaskan kekasihnya itu lagi, padahal dia berjanji tidak akan merepotkan kekasihnya itu, namun sayangnya dia gagal, nyatanya, boruto kembali lagi berlari ke sarada.
Dan, ya, sekarang dia tengah menonton aktivitas kekasihnya itu di layar komputer, bilang saja boruto mengerikan, karena dia memata - matai kekasihnya, bukan karena tak percaya, hanya saja rasanya boruto tak bisa jauh dari sarada, jadi agar tetap melihat wajahnya— boruto memasang kamera tersembunyi, mengerikan.
Horror sekali jika sarada mengetahui itu, tapi boruto pada akhirnya tetap tidak akan melepaskan sarada, meski kekasihnya memberontak untuk lepas darinya, — salah kekasihnya, karena membiarkan membuka kan pintu kepadanya.
Tapi boruto benci pemandangan tamu tak di undang di rumahnya itu, dia menganggu aktivitas kekasihnya, boruto cukup sabar menunggu ayah dari tamunya tapi tampaknya ayah dan anak sama sama tidak tahu diri, sang ayah ingin menjodohkan anaknya dengannya, dia pikir boruto sebanding dengan gadis itu? Bahkan menyebut namanya saja boruto tak sudi.
"Sial, kalau bukan hutang budi, mana mau aku menerima cewek sialan ini" kesalnya menatap layar komputernya, boruto dengan kesal kemudian mengalihkan pandangannya pada sang kekasih yang berkutik dengan dokumennya diruang makan.
Tampaknya, kasus nya— akan dibuka kembali, sarada berhasil mendapatkan bukti, namun itu berarti dia harus melawan kawaki yang notabane nya menurut boruto adalah laki laki iblis.
Kawaki adalah pria bahaya bagi boruto, mengingat bagaimana dia memanipulasi bukti pada kejadian 4 tahun lalu itu bukanlah hal yang gampang, maka dari itu, bagi boruto, kawaki harus jauh jauh dari sarada, sadari sejak dulu Kawaki selalu membenci sarada— karena kekasihnya itu selalu melindunginya.
Boruto terdiam, melihat pemandangan tamu tak di undang yang membuatnya kesal, wanita itu berjalan mendekati sarada sembari memberikan sesuatu.
Mata boruto membulat.
Pria itu mengambil jaketnya dengan emosi yang meledak, urat urat wajahnya terlihat, Boruto di ambang batas sabarnya.
"Siapkan mobil, Tahan Kimaro Touga, jangan sampai lari."
•••
Beberapa menit yang lalu
Sarada menatap serius dokumen dokumen yang ia sedang baca, sembari memasuki data data yang ia butuhkan, sarada tak pernah mengalihkan pandangannya pada laptop di hadapannya.
Namun sarada sedikit terganggu dengan kehadiran wanita yang tengah membuat minuman di hadapannya itu, aneh sekali, tiba tiba wanita itu menjadi baik, dan ramah padanya, ia cukup terganggu dengan perubahaan yang aneh itu.
"Sarada-san, kamu mau minuman" tanya ouga, membuyarkan lamunan sarada, sarada terdiam sejenak, hanya memberi deheman sebagai tanda setuju, Ouga tersenyum, dibalik senyuman itu ada perasaan kesal dan marah yang menggebu gebu.
Sarada kembali mengamati ouga, tapi ia akhirnya memilih mengabaikan Ouga, kembali fokus pada pekerjaannya hingga sarada terhenti, ketika ouga datang membawakannya segelas kopi.
Sarada terdiam, ia menoleh menatap secangkir kopi yang diberikan ouga.
"Silahkan diminum sarada-san"
Sarada terdiam, ia menatap ouga datar.
"Kamu tidak berniat meracuni ku kan?"
Pertanyaan itu membuat ouga terdiam, namun wajah wanita itu tersenyum, ia menatap sarada dengan pandangan sedih, membuat sarada kesal dibuatnya.
"Tega banget sih, sarada-san, padahalkan aku tulus niat berteman"
Sarada terkekeh sinis, ia tau di gelas itu sepertinya telah dimasuki racun, namun jika sarada tak menerimanya, maka wanita dihadapannya ini akan terus menganggu dirinya, pilihannya cukup sulit, namun sarada juga harus mencari cara agar wanita dihadapannya ini bisa diusirkan?
Sarada mengambil secangkir kopi yang disajikan, sembari melirik wajahnya Ouga, sarada menyadari senyuman sinis wanita itu, sarada menyedup kopi tersebut.
Brak!
Sarada menoleh, ia terkejut melihat boruto yang tengah ngos-ngosan menatapnya dengan pandangan khawatir, diliriknya Ouga yang terlihat pucat dengan keringat yang becucuran.
"Borut— uhuk!
Mata Boruto terlihat membulat sempurna, melihat kekasihnya batuk mengeluarkan darah begitu banyak, sementara sarada terdiam, ia menatap tangannya, wajahnya memucat, pandangannya kabur disertai teriakan Boruto yang dapat terdengar di kupingnya.
"SARADA!"
Boruto berlari menangkap tubuh kekasihnya yang mulai menjadi dingin, ia mengangkat sarada, menatap Ouga dengan ekspresi datar— sangat amat marah, Boruto menggerakan anak buahnya untuk menangkap ouga.
"BORUTO! AKU MELAKUKAN INI DEMI— OHOK!
ouga benar benar terkejut tak kala Boruto menembakan satu peluru dari pistolnya dengan pandangan mata yang sangat mengerikan, Membuat ouga benar benar terdiam dengan tubuh yang bergetar, rasa sakit diperutnya yang terkena tembakan membuatnya semakin takut.
"CEPAT SIAPKAN MOBIL!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
TBC—
Halooowww apakah ada yang masih menunggu cerita ini? maaf yah semuanya karena aku gak pernah update... asli kehidupan realku tuh makin banyak banget tuntutannya ehe (jadi curhat😭)
intinya aku selalu ingin nyempatin agar semua cerita ku bisa tamat walau butuh waktu lama, but i try ehe! Thanks ya yang udah support sampai saat ini! tolong kasih vote dan komentar supaya aku bisa selalu semangat!!!❤️❤️
and tanggal 11 Desember kemarin ara ultah gess ehe, anywayyy semangat ya yang menjalani hiduppp semangattt jaga kesehatannn❤️❤️