[ on going ] - [ slow up ]
4 tahun sejak kejadian memilukan itu, Bagi sarada uchiha, tak ada hal yang lebih buruk pada tahun itu, tahun dimana kekasihnya di rampas kebahagiaannya oleh seseorang yang kekasihnya anggap sebagai Saudara sendiri.
Tak ada...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
09 Febuari 2023
Sarada menatap langit cerah, ia terdiam menyadari keadaan semakin lama semakin tidak baik, kejadian 4 tahun lalu bukanlah sesuatu yang bagus untuk dia ingat, tapi jika ia tidak ingat akan hal itu, ia tidak bisa membersihkan nama kekasihnya.
Sembari menyeruput kopi miliknya, sarada menatap berkas berkas yang diberikan oleh assisten nya, gadis muda berumur 22 tahun itu telah resmi menjadi dektektif selama 1 tahun lamanya, terkenal karena kecerdasannya mengungkap kasus, sarada sering di gunakan untuk membuka kasus kasus besar, namanya telah terkenal.
Sarada menatap telepon genggamnya, tak kala mendengar sebuah dering, sebuah nama 'hima sayang' , adik kekasihnya, menelpon dirinya, Sarada tersenyum, ia membuka telepon tersebut.
"Halo"
"..."
"Heem, kamu pengen ke makam kak boruto?"
"..."
"Oke, tunggu disana, kakak jemput"
Sarada menutup teleponnya, ia kembali mengurungkan senyumannya, gadis itu banyak berubah seiringnya berjalannya waktu, 2 tahun saat boruto berada di sel penjara, pada tahun 2021, laki laki itu di kabarkan bunuh diri di sel nya, saat sarada meminta melihat jasad-nya, para pihak berwenang tak mengizinkannya, membuat sarada hampir saja mengamuk jika saja tidak di tahan oleh himawari.
Sarada yakin, bahwa laki laki yang ia cintai itu belum mati, dan masih hidup, berada di sebuah tempat.
ia menatap langit, menyatukan kedua tangannya, memejamkan matanya.
"Ya tuhan, dimana pun kekasih ku berada jaga lah dia" gadis itu menghela nafas, bangkit dari tempatnya, membawa tasnya pergi dari sana.
•••
"KENAPA TIDAK ADA YANG PERCAYA PADANYA?! KENAPA KALIAN HANYA MELIHAT DIA TANPA MENCARI TAHU? KENAPA MENYIMPULKAN SEENAKNYA?!"
Gadis iutu berteriak kencang, dengan air mata yang keluar, di persidangan itu, gadis itu menatap hakim dengan tatapan marah, wanita sebelahnya menggenggam tangan sang anak, mencoba menenangkan anak gadisnya.
"Hadirin sebaiknya jangan ikut campur!"
"APA—
Gadis itu terdiam, tak kala kekasihnya memberi isyarat untuk diam, gadis itu mengepalkan kedua tangannya, ia mengigit bibirnya agar tidak mengeluarkan isak tangis.
Namun sayangnya semesta tak memihak gadis itu, kekasihnya, kalah dalam persidangan.
"TUNGGU! JANGAN BAWA BORUTO! TOLONG AKU MOHON! JANGAN BAWA DIA! DIA BUKANLAH PEMBUNUHNYA AKU PERCAYA PADANYA! Aku mohon.. jangan boruto.. hiks.. jangan dia.. hiks"
Laki laki itu menoleh, rasa marah, sedih, kesal, benci menjadi satu melihat bagaimana kekasihnya begitu kacau, menangis pilu untuknya, hanya dia yang percaya padanya, hanya kekasihnya yang percaya padanya.
"T.."
"Tu.."
"Tua.."
"Tuan!"
Laki laki bersurai kuning menerjabkan pelan kedua matanya, menatap langit langit ruangan, ia menghela nafas, menyadari dirinya mengalami mimpi yang sama, tentang kekasihnya, ya benar sekali uzumaki boruto, tidak pernah mati.
Boruto menatap tajam pria di hadapannya yang membuatnya kesal, pria itu tampak gemetar ketakutan melihat tatapan tajam dan kesal dari laki laki dihadapannya.
"M-Maaf tuan.. s-saya kesini i-ingin melaporkan tentang k-kekasih tuan" ucap nya terbata bata, boruto sejenak menghela nafas, menetralkan emosinya, wajahnya berubah menjadi datar.
"Lanjutkan."
"Nona sarada beberapa hari terlihat kerumah sakit terus tuan, dari pengamatan saya, tampaknya nona sarada sering sekali ke psikiater, dan dari data yang saya dapat nona sarada mengkonsumsi obat penenang"
Boruto terdiam, ia melihat dokumen yang diberikan bawahannya, pria itu mengusir bawahannya, kemudian kembali ke arah dokumen yang diberikan sang bawahan, boruto membaca semua data sarada selama tiga tahun ini.
"Pada tanggal 05 januari 2021 sarada uchiha pergi ke rumah sakit untuk pertama kali nya karena mengalami sesak nafas dan muntah muntah yang parah, di katakan oleh dokter bahwa ia mengalami masa traumatis yang memicu karena pekerjaannya membuatnya untuk pertama kalinya di diagnosa mempunyai penyakit mental, pada tanggal 06 Maret 2021 sarada membuka persidangan tentang Uzumaki Boruto, mengungkap kebenaran yang belum di sahkan, namun di terima oleh hakim bahwa Kasus Uzumaki boruto akan di tinjak lanjuti, setelah itu rasa kembali mengalami sesak nafas serta muntah muntah, pada tanggal 13 mei 2021, sarada di incar oleh orang orang kalangan gelap karena selalu berhasil menangkap mereka, sarada di jadikan target"
Boruto terdiam, ia tak melanjutkan membaca, laki laki itu meremas kertas yang di baca, urat urat di wajahnya terlihat, dia marah.
"Bahkan. Saat aku menjauh sekali pun, kamu masih membuat ku khawatir sarada? Bagaimana caranya aku meninggalkan mu, ketimbang kamu selalu melakukan hal hal yang berarti buatku.." batin pria itu berkata, bahwa wanita-nya, gadis-nya, kekasih-nya itu harus segera ia temui, menyadari bahwa sarada sudah menjadi incaran sejak 3 tahun lalu.
"Maaf paman sasuke, tampaknya aku mengikari janji untuk tidak menemui putri mu lagi, aku tidak bisa menahan rindu ternyata" ucapnya, ia membuka laci lemari, surat surat sarada yang selalu ia terima, surat yang selalu ia simpan, meski tak membalas, sarada tak pernah sekali pun berhenti mengiriminya surat.
Rasanya boruto ingin memeluk gadis itu disini, mengjaganya, meminta maaf selama ini ia tak pernah membalas surat itu, meminta maaf bahwa ia selalu bersembunyi.
"Segera cari tahu keberadaan Uchiha Sarada"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.