Tak pernah terbayangkan jika dirinya bisa ada di dunia ini, bahkan berkali kali ia mencoba untuk mencerna semuanya. hasilnya akan tetap sama.
keberadaan nya di dalam dunia itu menjadi bencana, alur dalam novel itu berjalan dengan sendirinya tanpa b...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
AUTHOR POV
Pete berjalan tergesa-gesa menuju ruang kesehatan yang berada di sebelah tempat latihan.
Sedangkan Vegas terlihat gelisah ketika melihat Pete. Vegas bukanya tidak mengizinkan Pete untuk turun tangan dalam masalah ini.
Namun jika sesuatu terjadi, Pete yang nanti akan terkena imbasnya. Namun Pete bersih keras ingin tetap melanjutkan ini. Dia adalah seorang dokter. Dan tugas seorang dokter adalah untuk menolong pasien.
Karena Masnaka sebelumnya sudah pernah melakukan ini.
Kini mereka telah sampai di dalam ruang kesehatan itu. Segera Pete melangkah dan menghampiri knight yang terbaring dengan banyak darah di sekujur tubuhnya.
Pete, memeriksa pasien itu. Mulai dari mata, hingga denyut nadinya.
"Apakah ada gejala yang terjadi sebelum aku kesini?" Tanya Pete kepada salah satu perawat yang memang ditugaskan untuk berada di sana.
"Luka tembak ternyata berada di bagian tengah, Tuan Pete. Ia sempat mengalami serangan jantung. Setelah itu, kami membuat tindakan untuk melakukan CPR pada korban"
Setibanya Pete di sana. Saluran pernapasan endotrakeal telah terpasang dan CPR berbasis protokol dukungan kehidupan jantung lanjutan (ACLS) sedang dilakukan.
Karbon dioksida (CO2) pasang surut akhir adalah 32 mmHg dengan kompresi dada, dan dilakukan torakotomi resusitasi. Saat dilakukan sayatan di dada kiri, tidak terlihat darah di rongga dada.
Kantung perikardial kemudian diinsisi, dan hematoma besar dicatat dan dievakuasi, sehingga menghasilkan tamponade jantung. Kembalinya sirkulasi dicatat dengan denyut femoralis yang teraba.
Aorta tidak diklem silang karena risiko cedera pembuluh darah besar jantung atau intraperikardial. Selang dada sisi kanan dan jalur intravena perifer (IV) sisi kanan dipasang secara bersamaan. Tabung dada sisi kanan segera menghasilkan lebih dari 500 mililiter (mL) darah.
Setalah melakukan itu semua, dan denyut knight tersebut telah stabil. Akhirnya Pete menyuruh knight yang lain membantu nya untuk membawa korban itu ke Hospitals Pete yang berada di lantainya.
Karena Pete merasa bahwa tempat itu sangat lengkap ketimbang harus melakukan operasi di sini. Ia harus segera mengeluarkan peluru yang masih berada di tubuh knight itu.
____
"Tuan Pete, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" Tanya Non kepada Pete.
Pete hanya memalingkan wajahnya ke arah hospitals nya itu, sambil memakai jubah operasi yang berada di sana. Setelah itu, ia mencuci tangannya untuk melakukan sterilisasi.
"Eugenie, Gorya. Apakah kalian bisa membantu ku untuk melakukan pembedahan?"
Eugenie dan Gorya terlihat saling memandang satu sama lain. Mereka terlihat ragu, ketika melihat raut wajah Master Vegas yang gelisah.