Bab IX

59 7 0
                                        

Mengesampingkan perasaan-perasaan aneh yang muncul, proyek kerja sama pertama antara LND dan A&D Group akhirnya terlaksanakan. Tanpa campur tangan para tetua kedua keluarga, Angela dan Sean memulai semuanya dengan nyaman, tidak jarang mereka turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan pembangunan yang telah dimulai.

Meskipun tetua kedua keluarga itu menyerahkan semuanya pada mereka, para tetua itu juga tidak berhenti untuk terus mengingatkan mereka agar lebih berhati-hati dan interaksi di antara mereka berdua. Inilah yang membuat Angela dan Sean bingung, para tetua itu meminta mereka untuk berhati-hati, tapi mereka juga memintanya untuk mengurangi interaksi?

Entah apa yang mendasari hingga tetua kedua keluarga itu menjadi khawatir seperti ini, Sean dan Angela tidak tahu dan mereka berusaha untuk tidak peduli. Hanya saja dengan adanya kerja sama ini, hubungan antara Sean dan Angela memang dapat dikatakan semakin dekat. Kini mereka tidak perlu menyembunyikan pertemanan mereka, keduanya bahkan dapat tampil di luar secara bebas, karena orang-orang hanya akan menganggap mereka sebagai rekan kerja.

Hanya saja sikap Sean akhir-akhir ini semakin aneh, karena sikapnya pada Angela terlihat semakin penuh perhatian. Setiap hari Sean akan menyempatkan waktu untuk sekedar melihat Angela, entah itu saat mereka berada di penthouse, maupun saat jam kerja tengah berlangsung. Tidak jarang Sean terkadang datang langsung ke A&D Group untuk melihat wanita itu, kehadirannya tentu menjadi tanda tanya bagi beberapa orang, termasuk para karyawan perusahaan, namun dia bersembunyi di balik kata kerja sama untuk menyembunyikan tujuan sebenarnya.

Angela sendiri tidak tahu maksud kedatangan pria itu sebenarnya. Jangankan Angela, Axton dan Esme pun terkadang bingung akan sikap Sean.

Apakah sikapnya ini karena kejadian pada beberapa waktu yang lalu? Apakah kondisi Angela yang telah dilihat Sean waktu itu membuat pria itu khawatir? Entahlah.

Siang ini Sean dan Angela kembali melakukan pengecekan pada proyek yang tengah berlangsung dan sejauh ini semuanya baik-baik saja. Mereka juga telah berkordinator dengan pengawas proyek dan memberikan beberapa saran dan perintah padanya, sebelum mereka memutuskan untuk kembali ke perusahaan.

"Ayo makan siang." Ajak Sean pada Angela yang tengah melepaskan topi proyeknya.

"Hmm." Jawab Angela dengan gumaman menyetujui ajakan pria itu saat keduanya keluar dari lokasi proyek dengan Axton dan Esme yang setia mengikuti mereka.

Keempatnya masuk ke dalam mobil sedan Sean tanpa ragu dengan Axton yang duduk di belakang kemudi diikuti Esme yang duduk di kursi penumpang depan, sedangkan Sean dan Angela duduk di kursi belakang. Keheningan itu terjadi sepanjang perjalanan menuju restoran, tidak ada seorangpun dari mereka yang berusaha untuk memecahkan keheningan di dalam mobil itu.

Sampai akhirnya mereka telah sampai di restoran.

"Eh? Kalian mau kemana?" Tanya Angela saat dia melihat Axton dan Esme yang menjauh.

"Biarkan mereka makan di meja mereka sendiri." Ucap Sean menjawab Angela seraya menarik kursi sebagai isyarat agar Angela duduk di atasnya.

Dengan ekspresi bingung, Angela akhirnya duduk pada kursi yang diberikan oleh Sean dan pria itu duduk di hadapannya.

"Kenapa kita harus duduk berjauhan?" Angela kembali protes akan sikap aneh Sean ini, padahal biasanya mereka akan duduk berempat dengan Axton dan Esme, namun kali ini pria itu membuat kedua asisten pribadi itu duduk berjauhan dengan mereka.

"Sssttt... Angela sejak kapan kau menjadi begitu banyak bertanya?" Ujar Sean balas bertanya dengan nada sedikit kesal karena tampaknya Angela tidak puas akan hal yang telah dia siapkan.

"Aku hanya tidak ingin waktu makan siang kita terganggu oleh orang lain." Lanjut pria itu dengan sikap acuh tak acuhnya saat dia mulai membuka buku menu.

Love For UsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang